Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 43~ Rumah Sakit


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


.


Zheihan dan Mexty juga Raka baru saja tiba di rumah sakit, Mexty yang sudah mulai menangis dan terus menyalakan Zheihan, bahkan tidak mau berhenti menangis sampai di depan ruang inap Rania.


Mexty yang masih berada dalam gendongan Raka, menatap tajam pada Zheihan, seakan-akan ingin memangsanya.


“Mexty, jangan menatap Papa seperti itu," seru Zheihan.


“Hemm." gumam Mexty, lalu mengalihkan pandangannya.


Ceklek


Raka pun membuka pintu kamar inap Rania, dan di sana sudah ada Zhaif yang terus menggenggam tangan Rania.


Zheihan terpaku dan terdiam sejenak, melihat tubuh Rania yang sedang diinfus, dan perban di kepalanya.


Rania, maafkan aku, mungkin ini semua karena aku yang terlalu bodoh, dan memilih untuk menikah, tapi aku janji, mulai sekarang dan seterusnya kamu adalah milikku, batin Zheihan.


“Ayah, kapan Mama bangun?" tanya Mexty lirih.


“Sebentar lagi Mama akan bangun sayang," ujar Raka sambil mengecup kening Mexty.


“Kakak tidak ingin istirahat?" tanya Raka, lalu duduk di sebelah Zhaif.


“Aku masih belum mengantuk," sautnya dingin, kemudian menoleh ke arah Zheihan yang berjalan mendekati bangsal.


“Zheihan!" seru Zhaif memanggil Zheihan, sehingga berhasil menghentikan langkah Zheihan untuk mendekati Rania.


Zhaif bangun dan menghampirinya.


“Jangan pernah kecewakan dia lagi," seru Zhaif lalu pergi.


Zheihan terdiam, banyak hal yang belum ia ketahui saat ini, antara Rania dan Raka, tapi hal yang ia ketahui, bahwa Raka menyayangi Mexty dan Rania.


Ia pun melanjutkan langkahnya mendekati Rania, dan memberikan kecupan lembut di keningnya.


“Rania cepat bangun, aku menunggumu di sini," ucapnya lirih, lalu duduk di samping bangsal sambil menggenggam tangan Rania.

__ADS_1


Mexty yang masih kesal dengan Zheihan, ia pun turun dari pangkuan Raka dan berjalan mendekati Zheihan.


Plak


Mexty memukul tangan Zheihan agar melepaskan genggamannya.


“Jangan sentuh Mamaku!" ucap Mexty kesal.


“Mexty, dengarkan Papa dulu," ucap Zheihan lembut.


Mexty menoleh dengan tatapan yang garang.


“Hemm." seru Mexty lalu kembali mengalihkan pandangannya.


Haishhh ... dasar bocah!! umpat Zheihan.


Ia pun berjongkok di hadapan Mexty sambil mengelus kepala Mexty dengan lembut.


“Okay sekarang Mexty mau apa? Papa janji akan memberikan semua yang Mexty inginkan, asalkan Mexty jangan marahin Papa terus dong, kan Papa udah gak nikah lagi, Mexty masih sayang kan sama Papa sampai mau menculik Papa dari pernikahan hemm." tutur Zheihan panjang lebar berusaha untuk menenangkan Mexty.


Mexty mencabik bibirnya, jujur sebenarnya ia sudah tidak marah lagi pada Zheihan, akan tetapi ia masih merasa gengsi.


“Mexty!" seru Zheihan sekali lagi.


“Huaaaa ...," Mexty menangis dan berhambur ke dalam pelukan Zhaihan.


“Dasar bocah! baru segitu aja udah mewek," ejek Raka sinis, lalu fokus pada ponselnya. Akan tetapi, tiba-tiba ia mengingat bahwa telah meninggalkan sesuatu.


Atika? Astaga aku sampai lupa mau mengajak Atika dan meninggalkannya sendirian, batin Raka lalu menepuk jidatnya.


“Mexty! Apa kamu mau ikut pulang? Atau ingin di sini?" tanya Raka, berjalan mendekati Mexty.


Zheihan menoleh ke arah Raka begitu juga dengan Mexty.


“Kamu tidak ingin menemani Rania?" tanya Zheihan heran, bukannya Raka suaminya Rania kenapa ia mau pergi begitu saja?.


“Aku? Kenapa aku harus di sini? Bukannya sudah ada kamu?" saut Raka santai.


“Bukannya Rania adalah istrimu?" ucap Zheihan seketika.


Raka yang awalnya menahan tawanya, kini ia sudah tidak bisa tahan lagi.


“Hahaha ... Suami? Yang benar saja, aku kakaknya Rania bodoh!" ujar Raka sambil tertawa.


Kakak? Jadi selama ini Rania berbohong? batin Zheihan.

__ADS_1


“Jadi ...," Belum sempat Zheihan melanjutkan ucapannya tiba-tiba Mexty memotong perkataannya.


“Makanya Papa jangan terlalu bodoh!" seru Mexty dingin.


“Hahaha ... Zheihan, Zheihan, aku tahu kamu sukses, tapi aku baru tahu kalau kamu bodoh," ejek Raka sambil menahan tawanya.


“Oiya Mexty, kamu masih ingin di sini?" tanya Raka pada Mexty.


Mexty pun mengangguk.


“Baiklah kalau begitu, ayah pulang dulu, Jangan Rania baik-baik untuk Zheihan!" seru Raka sambil menahan tawanya, lalu menghilang di balik pintu.


“Mexty tidak marah lagi kan?" tanya Zheihan pada Mexty.


Mexty pun mengangguk.


Cup


Mexty pun mendaratkan kecupan di pipi kiri Zheihan.


“Mexty sayang Papa," seru Mexty lirih.


“Papa juga sayang sama Mexty," ujar Zheihan lalu mengecup kening Mexty, dan membawa Mexty ke dalam pangkuannya dan duduk di kursi sebelah bangsal.


Rania cepat bangun, lihatlah, Mexty sudah memaafkan aku, apakah kamu masih marah padaku? Ku mohon cepatlah sadar, mari kita membuka lembaran baru. batin Zheihan sambil memeluk tubuh mungil Mexty yang mulai terlelap.


“Papa Mexty ngantuk," seru Mexty lirih.


“Tidurlah," seru Zheihan.


*****


Satu Minggu kemudian ....


.....


Like harus berurutan okay!🤩


Maaf kalau ceritanya author perinci banget, menceritakan satu hari full🤧


Alasannya, Author cuman pengen bikin cerita yang sama seperti kehidupan sehari-hari, jadi maaf buat kalian yang gak suka, cuman saran author boleh di skip tapi jangan menghina okay!🤩


Ini author mau lanjut tapi takut likenya gak urut🤧


#Salam buat kalian yang udah mau baca tapi gak mau kasih like Makasiiiiiiiih bangeeeeet 🤩🤩

__ADS_1


Dan kalian yang udah mau ngelike,komen,hadiah, favorit makasih banyak-banyak pokoknya 🤩 Author doain semoga rejekinya lancar Yee 🤩


Hadeuh Author curhat 🙄


__ADS_2