Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 100 ~ Bagaimana dengan Atika?


__ADS_3

Happy Readers 😘


.


.


.


“Dasar bodoh!” teriak Zheihan marah, karena ia takut data-data yang penting hilang begitu saja. Sehingga ia harus turun tangan sendiri, sebab dia adalah ahlinya.


Tanpa terkecuali, Raka yang baru saja mulai membuka komputernya, tiba-tiba eror dalam sejenak. Sehingga membuat ia semakin kesal, karena beberapa yang lalu rapat yang penting harus tertunda.


“Haissh!” umpat Raka mengusap wajahnya.


Bukan Raka jika ia tidak berhasil memulihkan kondisi pertahanan koneksi, karena ia adalah ahlinya. Sama seperti yang dilakukan oleh Rania, ia menghubungkan ponselnya ke komputer. Lalu mulai beraksi.


Sedetik kemudian.


Braakk!


Raka memukul meja kerjanya dengan keras, karena ia sudah berhasil menemukan siapa pelakunya.


“Rania!!” teriak Raka geram dan kesal.


Kembali kepada Rania yang baru saja menemukan sang pelaku, ia pun menghela nafas panjang agar tenang meskipun ia sedikit kesal dan emosi. Tetapi, ia lupa untuk mengembalikan sistem dan koneksi seperti awal, hingga pada akhirnya ada perlawanan dari seberang membuat ia terkejut.


“Waduhh, Zheihan dan Kak Raka!” seru Rania sedikit khawatir saat dua nama tertera di komputernya.

__ADS_1


“Kalau Zheihan tidak akan tahu, tapi jika Kak Raka tahu, aku bisa mati,” ucap Rania pada dirinya sendiri sambil mengotak-atik ulang komputernya. Hingga pada akhirnya ia pun menyetabilkan koneksi seperti semula.


Rania yang merasa lega, ia pun memejamkan matanya. Sedetik kemudian, seseorang berteriak sekeras membuat ia terkejut.


“Rania keluar kau!” teriak dari luar ruangan.


Rania yang mendengar suara itu dan sudah tidak asing lagi, ia pun hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.


Alamak, Kak Raka datang, batin Rania ketakutan.


Rania pun beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.


Kretek.


Pintu terbuka lebar, Rania bisa melihat wajah Raka yang sedang marah, kesal dan penuh emosi. Entah apa yang akan dikatakan olehnya saat ini, ia tidak tahu.


“Kak Raka, masuk dulu,” ajak Rania menarik tangan Raka ke dalam ruangan, lalu mengunci pintunya.


“Rania!!” teriak Raka kesal, untungnya ruangan itu kedap suara.


“Kakak tahan emosi,” sahut Rania santai.


“Kau bilang tahan emosi?! Kau pikir tindakan kamu itu benar?!”


“Cuman hari ini saja,” lagi-lagi Rania menjawab tanpa dosa.


“Aku tidak pernah mengajarimu untuk meretas koneksi internet dalam satu kawasan Rania! Kau itu bodoh atau gimana?! Aku hanya bilang, kau boleh melakukannya hanya untuk satu orang, paham kan? Jika kamu ada masalah dengan orang itu, kamu retas milik dia saja!” kesal Raka.

__ADS_1


“Kak, aku tidak melakukannya lebih dari lima menit,” ujar Rania santai.


“Lima menit ataupun satu detik, kau tidak memikikan bagaimana orang di luar sana yang sedang bekerja, tiba-tiba koneksi terputus, dan membuat orang itu gagal, apa yang terjadi?!”


Rania menggelengkan kepalanya. “Tidak tahu,” jawab Rania santai.


“Aishhh Rania!” geram Raka sekali lagi.


“Ingat, kau itu pelupa Rania! Jika kamu lupa dan terjeda dalam waktu yang lama, kau ini akhh!” kesal Raka memukul dinding.


“Kakak maaf, Rania salah,” ujar Rania lirih dan memeluk tubuh kekar Rania.


“Kau ada masalah?” tanya Raka tiba-tiba, dengan cepat Rania pun menggelengkan kepalanya.


Maaf Kak, untuk sekarang ijinkan aku sedikit egois, kau sudah cukup tersiksa karena ku. Jadi, aku hanya ini menyelesaikannya sendiri, batin Rania menahan air matanya.


“Kau berbohong kepadaku,” ujar Raka lembut dan membalas pelukannya. “Aku yang paling mengenalmu Rania, jika kau tidak ingin cerita, tidak apa-apa, aku tidak akan memaksamu,” ujar Raka lembut dan mencium kening Rania.


“Tapi, kau harus hati-hati dan jaga baik-baik, karena aku akan kembali ke Belgia,” ujarnya santai.


Rania pun langsung melepaskan pelukannya. “Secepat itu?” tanya Rania kaget.


“Iya.”


“Lalu Atika?”


...TBC...

__ADS_1


...Like dan Komen yakk 🙂...


__ADS_2