Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 105 ~ Unclear Family's Dinner


__ADS_3

Happy Readers 😘


.


.


.


.


***


“Cantika, kau bodoh atau bagaimana?!” hardik seorang wanita yang sebaya dengannya.


“Apa kau bilang? Aku bodoh? Aku melakukan seperti yang kau bilang!” balas Cantika tidak kalah sadis darinya.


“Haish, tapi aku tidak memintamu untuk datang ke perusahaan Zheihan!” serunya kesal sekali lagi.


“Apa salahnya, kau memintaku untuk mendekati dia lagi kan?! Apa salahku?!” jawab Cantika santai tanpa bersalah.


“Hey, ingat kamu, kamu keluar dari penjara karena aku membantumu Cantika!”


“Alvina, aku tidak pernah meminta bantuan kepadamu, tapi kau datang padaku meminta bantuan untuk menghancurkan keluarganya Zheihan kan?” cibir Cantika tersenyum puas.


“B1cth!” umpat Alvina kesal. “Sekali lagi kamu membuat kesalahan dari rencana kita, kau akan tahu akibatnya!” ancam Alvina pada Cantika penuh penekanan.


“Okay, Nyonya Alvina,” sahut Cantika santai. “Sudah selesaikan? Apa masih ada yang lain?” sambung Cantika.


“Tidak ada, pergi saja kau!” Alvina mengusir Cantika dari hadapannya.


***

__ADS_1


Zheihan yang mengajak Mexty dan Rania makan di luar, kini mereka berada di restoran. Pada dinner kali ini tidak hanya mereka bertiga, melainkan berenam dengan Aisy, Auraf dan Gaifry.


Mexty yang kesal karena harus bertemu nenek sihir kecilnya, tidak lain adalah Auraf. Sedangkan Auraf dengan sikap jahilnya ingin sekali mengerjainya.


“Adek Cantik!” panggil Auraf lembut.


“Dasar nenek sihir!” seru Mexty kesal.


“Tidak apa-apa, jika aku beneran jadi penyihir, aku pasti sudah menjadikan kau peri kecil yang cantik!” celoteh Auraf tanpa henti.


“Cutie, susah jangan seperti itu terus,” ujar Gaifry lembut.


“Biarkan saja mereka,” ujar Zheihan santai.


“Papa!” seru Mexty kesal.


“Sudah, sudah, anak sama bapak kelakuannya sama aja,” celetuk Aisy menggelengkan kepalanya.


“Itulah mereka, bukannya makan malah bicara terus,” ujar Rania.


“Cutie!” panggil Gaifry lembut.


“Dedek tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin memeluknya!” ujar Auraf santai.


“Owh no, aku tidak sudi!” seru Mexty langsung berpindah posisi.


Semua orang pun tertawa melihat tingkah laku Mexty yang menurut mereka lucu. Tidak dengan Mexty yang terus cemberut karena menjadi bahan tertawaan.


“Sayang gak boleh gitu loh sama Kakak Auraf,” ujar Rania lembut.


“Tidak, pokoknya Mexty tidak ingin dipeluk oleh dia!” seru Mexty kesal.

__ADS_1


“Dasar pelit!” seru Auraf.


“Bodoh amat!” sahut Mexty.


“Kamu ini cewek gak boleh genit!” ujar Gaifry pada Auraf, karena ia yang lebih dekat dengan Auraf daripada Aisy yang bersebelahan dengan Rania.


“Siapa yang genit, kata Dady Dedek boleh peluk anak laki-laki yang dibawah umur Dedek! Jadi, Dedek boleh dong peluk adek Mexty!” tutur Auraf kegirangan.


“Astaga!” seru mereka semua.


“Pokoknya tidak boleh hemm!” teriak Mexty.


“Iya, iya enggak lagi!” sahut Auraf.


“Aduh, kalian ini kapan akurnya sih, aku mendengar kalian bertengkar saja jadi pusing,” celetuk Zheihan mengusap wajahnya kasar.


“Idihh, tiap hari kau sering berdebat dengan Mexty!” cibir Rania santai.


“Sama saja, Auraf sering berdebat dengan Dadynya, karena kelakuan jahilnya,” tutur Aisy.


“Hei, kenapa kau bilang pada mereka?” tanya Gaifry sedikit malu.


“Jadi begini Uncle, Aunty. Dadynya Auraf sama Momy tiap pagi mmmph …,” ucapan Auraf terhenti saat Gaifry memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


“Eummm, Dawdy sewngwaja kwan? (Eummm, Dady sengaja kan?)” tanya Auraf cemberut sambil mengunyah makanannya.


“Cepat makan, jangan banyak bicara. Telinga Dady sudah sakit mendengar suaramu,” ucap Gaifry santai sembari menyuapi makanan ke dalam mulut Auraf.


“Rasain wleek!” cibir Mexty.


Auraf yang gatal ingin kembali memaki Mexty kembali, tapi mulutnya ditambah lagi oleh Gaifry. Sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.

__ADS_1


“Sudah cepat habiskan makananmu!” titah Zheihan pada Mexty.


“Iya Papa,” sahut Mexty sedikit lembut.


__ADS_2