Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 49 ~ Mexty vs Zheihan


__ADS_3

Happy Readers


.


.


.


Berbeda dengan Raka yang baru saja tiba di sekolahan untuk mengantar Atika, ia menghentikan mobilnya pas di depan gerbang sekolah. Siapa sangka jika kedatangannya menjadi banyak mengambil perhatian dari para siswi.


Atika pun keluar dari dalam mobil, dan Raka pun mengikutinya.


“Wah ... ternyata kakaknya sangat tampan,” seru salah satu siswi.


“Bener, boleh gak ya aku embat," sambung satunya lagi.


“Itu kan siswa baru beberapa hari lalu,” celetuk sampingnya.


“Kamu benar, aku sampai tidak bisa berkedip karena kakaknya yang tampan.”


Itulah dalam pandangan para siswi yang ada di sana, dan Atika pun tidak suka, jika Raka menjadi perhatian siswi lainnya.


Tidak boleh! Paman hanya milik Atika titik!! umpat Atika kesal.


Huh ...


Raka mengehelas napas panjang, karena ia sudah bosan dengan bisikan para siswi yang di sana, lalu ia pun menoleh ke arah Atika.


Kenapa dia sangat lucu, gumam Raka sambil menahan tawanya.

__ADS_1


“Kamu kenapa?” tanya Raka sambil mengusap rambut Atika lembut.


“Besok Atika tidak mau diantar Paman lagi huh!" celetuk Atika sambil memoyongkan bibirnya.


Ya Tuhan ... kenapa dia sangat menggemaskan? Aku jadi ingin mengigitnya, batin Raka berusaha tenang.


“Sekolah yang benar, setelah satu bulan kamu akan dijemput oleh orang tuamu, nanti aku akan jemput mu,” tutur Raka sambil mengacak-acak rambut Atika.


“Ihh Paman! Atika gak mau di jemput Paman lagi, biar Atika yang akan datang ke kantor Paman henggg.” celetuk Atika.


“Jangan bawel, sekolah yang benar,” ujar Raka lembut, sambil mengusap rambut Atika.


“Iya,” ujar Atika cemberut.


“Baiklah, Paman pergi dulu.” ujarnya lalu pergi.


*****


Sejak tadi pagi, Zheihan diceukin oleh Rania karena ucapan Mexty, yang mengatakan bahwa dirinya akan menikah lagi. Sehingga Rania tidak mau berbicara dengannya, melainkan sibuk bermain dengan Mexty.


“Mama! Kata ayah besok mau sekolah,” tutur Mexty pada Rania.


“Bagus dong, jadi anak Mama bisa pintar.” ujar Rania lembut.


“Tapi Mexty tidak mau sekolah,” ujar Mexty sambil menggelengkan kepalanya.


“Gak boleh gitu dong sayang, semua anak itu wajib sekolah.” ujar Rania lembut.


“Pokoknya Mexty tidak mau sekolah!!” celetuk Mexty lalu berlari dari pangkuan Rania. Akan tetapi sebelum ia pergi begitu jauh, Zheihan menangkap dan menentengnya seperti kantong plastik.

__ADS_1


“Papa!!! Cepat turunkan aku!!” teriak Mexty berusaha memberontak.


“Dasat anak ingusan!” ujar Zheihan melempar Mexty ke atas kasur, bagaikan bola pingpong.


“Awhh … sakit … Dasar Papa tidak berperasaan!!” teriak Mexty.


“Makanya kalau jadi anak jangan nakal,” seru Rania sedikit menjewer telinga Mexty.


“Huaaaa … Mama sakit!!! Cepat lepaskan!!! Nanti telinga Mexty copot!” teriak Mexty berpura-pura kesakitan, padahal Rania hanya menyentuh saja, tanpa ada niatan untuk menjewer sungguhan.


“Hahaha … rasain!” seru Zheihan tertawa lepas.


“Diam kamu!” bentak Rania membuat Zheihan menelan ludahnya kasar.


Astaga, kenapa kalau dia marah galak sekali?, batin Zheihan.


“Baiklah, aku akan diam.” ujar Zheihan santai lalu duduk di samping Rania.


“Rania sayangku, cintaku, manisku, jangan marah dong,” seru Zheihan berusaha untuk meminta maaf pada Rania.


“Hahaha … Apa Papa tidak pernah pacaran?? Rayuanmu itu murahan sekali, hahaha …” kini bergantian Mexty menertawakan Zheihan.


“Diam kau!” geram Zheihan.


“Papa! Mau aku tunjukkan bagaimana cara merayu Mamaku dengan benar?” ujar Mexty kegirangan.


“Tidak perlu! Dasar bocah ingusan!” ujar Zheihan geram.


TBC

__ADS_1


Like dulu sebelum lanjut 😍


__ADS_2