Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 80~ Kisah Di Masa Lalu part 1


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Berbeda dengan Tuan Cody kini tengah berdiri di depan pintu mansion kediaman Wolverine, karena ia ingin memastikan bahwa istrinya ada di dalam, dan ia akan mencoba untuk menjelaskan semua tragedi di masa lalu, yang mana informasi itu ia baru dapatkan semalam. Dan ia harap tidak ada perselisihan di antara keduanya.


Ting tong ...


Ting tong ...


Tuan Cody yang menunggu pintu terbuka, sampai ada akhirnya ...,


Ceklek


Pintu pun terbuka, dan menampakkan sosok wanita paruh baya, yang mungkin ia bisa mengenali siapa yang ia temui kini.


“Cody.” sapa orang itu, yang tidak lain adalah Nyonya Abelia.


“Kak Abelia, apakah aku boleh ketemu Hazna?" tanya Tuan Cody sambil memegang kedua bahu Nyonya Abelia dengan sejuta harapan.


“Maaf, aku sedang sibuk.” ujar Nyonya Abelia sambil menutup pintunya, akan tetapi sebelum ia benar-benar menutup pintunya, Tuan Cody menahannya.


“Kakak saya mohon, dengarkan penjelasan saya." ujar Tuan Cody memohon.


“Maaf, jika kamu ingin menjelaskannya, maka tunggu suami saya." ujar Nyonya Abelia dingin.


“Tapi ...,”


“Maaf, saya sedang sibuk.” ujar Nyonya Abelia langsung menutup pintunya.


“Akhhh!!” Tuan Cody mengusap wajahnya dengan kasar. Mungkin kini ia terlihat seperti orang gila, tapi inilah jalan satu-satunya untuk bisa menemui istrinya, namun semua orang menghindarinya.


Padahal semua yang terjadi dimasa lalu bukanlah murni perbuatannya, melainkan orang lain dan itu adalah saudara kembarnya sendiri. Bahkan dirinya juga adalah korbannya.


Flashback On

__ADS_1


Tragedi 24 tahun yang silam


Di sebuah mansion bak istana, seorang pemuda sedang bermanja-manja pada istrinya dikamar tidurnya.


“Baby, aku pengen itu," ujar pemuda itu sambil mendusel tekuk istrinya.


“Gak mau!” seru sang istri.


“Baby ayolah, besok aku harus keluar negeri.” ujar pemuda itu manja dan terus memeluk istrinya dari belakang.


“Gak boleh! Aku lagi datang bulan." ujarnya berdusta.


“Yeah, gagal dong." ujar pemuda itu kecewa. Istrinya yang mendengar suara lirih dari suaminya itu, ia pun membalikkan tubuhnya agar bisa melihat dengan jelas wajah suaminya.


“Tapi disini boleh kok.” ujar sang istri menunjuk bibirnya dengan polos.


“Astaga istriku, kenapa kamu nakal!" ujar pemuda itu mencubit hidung mancung istrinya.


“Hazna gitu dong!" seru Hazna sambil menangkup wajah Cody.


“Kau sudah mulai nakal!" seru Cody mencubit pipi Hazna.


“Maaf, sekarang Kiss dulu.” ujar Cody memoyongkan bibirnya.


“Gak mau!"


“Baby! umurmu berapa sih?” tanya Cody mencoba menggoda istrinya.


“Cody!! Jangan bikin kesel!" ujar Hazna cemberut.


“Hahaha, kalau kita punya anak, aku pengen dia seperti kamu." ujar Cody lembut sambil mengecup kening Hazna.


“Kenapa?" tanya Hazna penasaran.


“Karena kamu menggemaskan, tapi kalau seperti aku, nanti dia jadi ratu es dong." ujar Cody cengengesan.


Hazna yang mendengar hal itu terdiam dan bahkan kini ia merasa bersalah karena sudah menyembunyikan, bahwa kini ia sedang mengandung, tapi ia lakukan seperti itu, karena ingin memberitahu 3 hari ke depan, karena hari itu adalah hari anniversary pernikahannya yang satu tahun.


Maaf sayang, aku gak bilang sekarang, karena sebentar lagi adalah hari anniversary pernikahan kita, dan aku tidak punya hadiah, tapi menurutku ini adalah hadiah terbesar dalam hidupku, karena ini adalah bukti cinta kita, batin Hazna berusaha tidak nangis.


“Baby, kamu kenapa diam?" tanya Cody membelai wajah Hazna.

__ADS_1


“Apakah kamu diluar negeri akan lama?" tanya Hazna lirih.


“Tidak sayang, lusa sore aku sudah bisa pulang, jadi tunggu aku pulang ya." ujarnya lembut.


“Jangan lama-lama, sebentar lagi anniversary pernikahan kita." ujar Hazna lirih dan memeluk suaminya.


“Tentu saja sayang, aku tidak akan melupakan anniversary pernikahan kita yang pertama.” ujarnya lembut.


“Janji jangan lama-lama."


“Iya janji sayang." ujar Cody.


****


Keesokkan harinya, Hazna mengantar Cody sampai di pintu, karena Cody keluar negeri akan mengunakan jet pribadinya.


“Dadah sayangku." ujar Cody sambil mencium bibir mungil Hazna dengan lembut.


“Aku pergi!" ujar Cody melambaikan tangannya.


“Bye!" seru Hazna menatap sendu.


Cody pun berjalan masuk ke dalam mobilnya, dan Hazna pun melihat semuanya, sampai pada akhirnya ia tidak melihat mobil yang ditumpangi oleh suaminya.


Setelah itu Hazna pun menutup pintunya dan berjalan menuju dapur. Sesampainya di sana ia mengambil air dingin dari dalam kulkas. Namun saat ia itu ia melihat pintu kamar yang selama ini dilarang oleh Cody agar tidak masuk ke dalam kamar itu, sehingga membuat ia penasaran dengan kamar itu.


Ada apa dengan kamar itu? tanya Hazna pada dirinya sendiri di selimuti oleh rasa penasaran.


Karena ia yang sangat penasaran, sehingga ia berjalan mendekatinya. Saat ia ingin membuka kamar itu, ternyata terkunci.


“Apakah yang disembunyikan olehnya?" tanya Hazna semakin penasaran. “Tunggu, beberapa hari yang lalu aku melihat kunci yang berbeda di kamar, tapi kata Kak Cody tidak di pakai. Apa jangan-jangan ...," belum sempat melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu mansion. Seketika Hazna terkejut, karena yang ia tahu bahwa siapapun boleh masuk harus mengetuk pintunya terlebih dahulu, kecuali Cody.


“Apa Kak Cody gak jadi berangkat?" tanya Hazna pada dirinya sendiri, lalu berjalan menuju ruang tamu.


“Loh Kak Cody gak jadi berangkat?"


Pemuda itu pun menoleh dan tersenyum smirk.


TBC


(Fokus sama kisah di masa lalu, sampai 2 part 😊)

__ADS_1


__ADS_2