
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
Di sekolah Mexty seperti orang bodoh yang tidak tahu akan kehidupan sekolah. Inilah alasannya kenapa dia tidak mau sekolah.
”Hei cantik!! Mau makan bersama?” tanya gadis mungil nan imut. Dia yang tidak lain adalah Auraf.
Mexty yang mendapatkan panggilan tersebut, membuat ia ingin marah dan berteriak.
“Aku bukan perempuan!!! Dan aku tidak cantik!!” teriak Mexty kesal.
“Hahaha ..., tapi wajahmu sangat cantik." Auraf tertawa lepas.
“Auraf, kata bunda tidak boleh mengganggu anak lain." ujar seseorang yang baru datang, dan menggunakan kacamata tebal.
“Aduh Ainun yang baik hati, kamu jangan salah paham dulu." ujarnya lembut.
“Dasar cewek aneh!” celetuk Mexty lalu pergi.
“Awas saja kau!!” seru gadis itu.
****
Di sekolahan, Atika merasa sangat bosan, dan ingin cepat pulang.
“Hai Nona, kenapa bengong?" tanya seseorang.
“Gaiden, kapan sekolah akan berakhir? Aku mau pulang!" ujar Atika sambil menidurkan kepalanya di atas bangku.
“Ya ampun Atika! ini baru juga istirahat, sekarang sudah mau pulang aja,” celetuk Gaiden sambil menyeruput Es di tangannya.
“Kenapa tuh bocah?" tanya seorang siswi yang baru datang dari kantin.
__ADS_1
“Dia bilang pengen pulang." ujar Gaiden.
“Astaga, mimpi apa aku selama ini, sampai aku memiliki teman seperti dia!" seru siswi itu sambil memakan somai.
Atika tidak menghiraukan ucapan mereka, dan dia hanya fokus memikirkan Raka.
Paman bohong!! Atika gak mau sekolah!!! derita hati Atika.
Sedangkan di waktu yang bersamaan, Raka yang berada di tengah-tengah rapat dengan dewan direksi, tiba-tiba bersin-bersin.
Ya ampun!! Siapa yang memaki ku?!! batin Raka geram.
****
Di belahan dunia, Roselle yang sudah berdiri di depan pintu kamar Zhaif, dengan perasaan yang menggebu-gebu dan tidak tahu harus bagaimana.
Tok tok tok
Ia pun mengetuk pintu, sampai pada akhirnya menampakkan sosok pemuda yang terlihat sangat kacau.
“Kamu habis minum?” tanya Roselle lembut, tapi ia berusaha menyembunyikan rasa khawatirnya.
“Aku akan membuatkan sup pereda mabuk.” ujar Roselle lalu pergi.
Setelah beberapa menit kemudian, Roselle pun kembali dengan semangkuk sup pereda mabuk.
“Minumlah,” ujar Roselle sambil memberikan mangkuk tersebut.
Zhaif pun menerima dengan senang hati.
“Kenapa kamu minum? Bukannya kamu tidak akan minum kecuali ada pertemuan?" tanya Roselle lembut. Dia sangat paham tentang Zhaif.
“Tidak ada, aku hanya merasa suntuk.” ujar Zhaif datar.
Roselle hanya bisa mengangguk mengerti.
“Apa kamu akan pergi hari ini?" tanya Zhaif dengan berat hati. Karena sesungguhnya ia ingin menahannya lebih lama lagi, tetapi ia tidak akan menahannya.
“Iya, yoga sudah mengirimkan uangnya padaku, tapi bisakah kamu tidak memberikan uang sebanyak itu?" ujar Roselle lembut dan masih menunduk.
__ADS_1
“Apa kamu tidak suka?" tanya Zhaif.
“Bukan, tapi kamu terlalu banyak mengirim uangnya.” ujar Roselle.
“Tidak apa-apa, aku sudah janji akan mengirimkan uang setiap bulan untukmu. Jadi pergilah sejauh mungkin, agar aku tidak akan menemukanmu lagi, dan hiduplah dengan bahagia dengan orang yang kamu cintai, dan bangun keluarga yang kau impikan.” tutur Zhaif panjang lebar.
Zhaif, bagaimana aku bisa pergi jauh? Sedangkan hatiku hanya ada kamu, batinnya.
“Tapi kamu akan tahu kalau aku berada dimanapun, jika kamu selalu mengirimkan uang padaku."
“Tidak, itu adalah urusan Yoga, sebentar lagi aku akan pergi ke Swiss.”
“Untuk apa?"
“Kamu tidak perlu tahu, pergilah dan berbahagialah." ujar Zhaif berusaha tersenyum manis.
“Bolehkan aku meminta satu permintaan untuk terakhir kalinya?” ujar Roselle, menatap wajah Zhaif.
“Katakan!”
Tanpa mengatakan apapun, Roselle memeluk tubuh Zhaif dengan erat, bahkan ia tidak ingin melepaskan pelukannya. Dengan senang hati, Zhaif membalas pelukannya.
“Berjanjilah kau tidak akan terluka, atau mati di depan musuh mu.” ujar Roselle lirih, dan masih memeluk tubuh Zhaif.
“Baiklah, aku janji." ujar Zhaif lalu merenggangkan pelukannya. Kemudian, menangkup wajahnya.
“Berbahagialah, karena dari sekarang aku melepaskan mu." ujar Zhaif lembut, lalu melayangkan kecupan di kening Roselle.
****
Mexty yang sudah pulang ke rumah, karena Rania dan Zheihan menjemput Mexty. Akan tetapi, sesampai di rumahnya, Mexty mengoceh tidak jelas seperti burung kenari setelah duduk di sofa ruang tamu.
“Papa, Mama, apakah kalian tahu? Tadi aku bertemu dengan gadis jelek, dan mengatakan kalau Mexty itu cantik, padahal aku bukan anak perempuan, apalagi ...,"
**TBC
Cara Like gampang kok, tinggal kalian pencet 👍 di bagian pojok kiri 😊.
Komen🤗**
__ADS_1