Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 70~ Pertemuan Rania & Tn. Cody


__ADS_3

Happy Reader 🤩


Keesokan harinya, Rania mengantar Zheihan ke bandara, sedangkan Mexty pergi ke sekolah bersama Raihan karena Raka masih menemani Atika yang masih kurang sehat, semuanya terlihat baik-baik saja, karena mereka tidak lagi menyembunyikan sesuatu, kecuali Zheihan yang masih penasaran dengan wanita yang sangat mirip dengan Rania.


“Baiklah, terima kasih sayang, kamu sudah mengantarku ke Bandara." ujar Zheihan sambil memeluk tubuh Rania.


“Jangan lama-lama.” ucap Rania lirih.


“Gak bakalan lama kok, aku akan secepatnya pulang, lalu menikah denganmu." ujar Zheihan berbisik di telinga Rania.


Rania yang mendengar penuturan seperti wajahnya berubah menjadi memerah.


“Sayang, kamu tahu tidak? Wajahmu memerah, aku jadi tidak tahan ingin melahap mu.” ujar Zheihan masih berbisik ditelinga Rania.


“Dasar mesum!!" ujar Rania cemberut, sambil memukul dada bidang Zheihan.


“Tapi kamu menyukainya kan?" tanya Zheihan sedikit menggoda.


“Jangan sembarangan kalau bicara!"


“Aku mengatakan yang sejujurnya, buktinya kita sudah punya Baby Mexty, tinggal membuat adik untuknya.” ujar Zheihan cengengesan.


“Kamu!" seru Rania kesal, karena Zheihan berbicara hal-hal vulgar ditempat umum.


“Sayang dulu sebelum aku pergi." ujar Zheihan manja lalu menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Rania.


“Ini tempat umum!" ujar Rania melihat sekelilingnya, tidak mungkin kan ia mencium Zheihan di tempat umum?.


“Ya udah deh, aku berangkat aja." ujar Zheihan kecewa lalu berjalan masuk ke dalam bandara. Akan tetapi, sebelum ia benar-benar masuk ke dalam, Rania menahan lengannya.


“Tunggu!" seru Rania, dan berhasil membuat Zheihan menghentikan langkahnya. Rania pun mendekati Zheihan dan sedikit berjinjit, lalu menangkup wajah Zheihan dan menciumnya sekilas, namun saat ia hendak melepaskan ciumannya, Zheihan menahan tekuk Rania dan memperdalam ciumannya.


“Mmmpphh ..., hah ...," Rania bernafas lega saat Zheihan melepaskan pangutannya.

__ADS_1


"Apa kamu ingin membunuhku!" Protes Rania cemberut.


“Maaf sayang, biar aku gak kangen sama bibirmu." ujar Zheihan cengengesan.


“Dasar me ...," ucapan Rania terpotong saat Zheihan kembali menempelkan bibirnya dengan milik Rania.


“Aku pergi." ujarnya lembut lalu memeluk tubuh Rania.


“Baiklah, hati-hati.” ujar Rania.


"Bye!" seru Zheihan melangkah masuk sambil melambaikan tangannya.


Rania yang melihat Zheihan yang sudah tidak terlihat, ia pun berbalik untuk pulang, akan tetapi kunci mobilnya terjatuh, lalu ia pun mengambilnya, tetapi ada seseorang yang menabraknya dari belakang sehingga membuat ia hampir nyungsep. Dan untungnya orang tersebut menahannya, dan Rania pun sedikit bersyukur.


Rania yang penasaran dengan orang tersebut, ia pun menoleh dan mendongakkan kepalanya.


“Terima kasih Om." ujar Rania lembut saat melihat pria paruh baya itu, yang terlihat sangat menawan.


Sedangkan pria itu hanya diam menatap wajah Rania yang membuat ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Om, anda kenapa?" tanya Rania sedikit heran ditatap olehnya.


“Ah tidak, hanya saja, kamu mengingatkan saya pada istriku." ujarnya lembut sambil mengelus rambut Rania.


Istri? pikir Rania kebingungan.


“Hahaha, Om ada-ada saja." ujar Rania cengengesan walaupun sedikit canggung, namun secara tiba-tiba ia tidak sengaja menatap manik mata pria itu, yang mana sama persis dengannya.


Kenapa sangat mirip? Mungkin itu perasaanku saja. batin Rania erusaha tenang.


“Oiya, sedang apa kamu di depan pintu masuk bandara?” tanya pria itu penasaran.


“Owh itu, tadi saya mengantar suamiku untuk pergi keluar negeri Om." ujar Rania lirih.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, dia akan segera kembali.” ujarnya lembut sambil mengelus rambut Rania.


“Kenapa Om menangis?”


“Tidak ada, mungkin karena saya rindu sama istri saya, dan mungkin putri saya akan sebesar kamu." tuturnya.


“Nama Om siapa?" tanya Rania mengalihkan pembicaraannya, karena dia tidak mengungkit tentang kehidupannya.


“Nama saya Cody Rhodes Sheifen. Kamu boleh memanggilnya Om Cody." ujarnya lembut.


“Baik Om, kalau begitu aku pergi dulu." pamit Rania dan mulai melangkah.


“Tunggu!" seru Tuan Cody berhasil menghentikan langkahnya Rania.


Rania pun menoleh dan bertanya, “Iya Om ada apa?"


“Siapa namamu?”


“Rania Query Wolverine, Om.” ujar Rania sambil tersenyum.


“Baiklah, kamu boleh pergi." ucapnya.


Rania pun mengangguk dan pergi begitu saja tanpa ada rasa curiga. Sedangkan Tuan Cody hanya bisa menatap punggung Rania yang sudah semakin jauh darinya.


“Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya sang asistennya yang baru saja datang membawa kopernya.


“Saya tidak apa-apa.”


Hazna, apakah aku banyak kehilangan waktuku menemanimu membesarkan dia? Apakah dikesempatan ini aku akan bisa bertemu denganmu, setelah sekian lama aku mencari mu. Andaikan dulu aku tidak sebodoh itu, yang pergi lalu tidak ada kabar, apakah kamu tahu bahwa waktu itu aku sedang koma. Sampai aku kembali dan tidak menemukanmu lagi. batinnya.


**NB: Maaf banget kalau gak jelas ceritanya 😳 masih ada yang baca kan??


TBC

__ADS_1


Satu Like sangat berarti untuk author 😳**


__ADS_2