Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 78~ Zheihan Kembali : Kiss For Longing Healer


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Mexty yang sudah sejak tadi siang berada di rumah Raka, dan begitu juga dengan Auraf, karena Momy dan Dadynya masih bekerja. Kini yang sudah menunjukkan jam 5 sore. Dan Raka pun keluar dari ruang kerjanya, ia memang bekerja setengah hari, karena ia takut terjadi sesuatu pada Atika.


“Ayah!!” teriak Mexty dengan suara cemprengnya.


“Jangan berteriak!" protes Auraf kesal.


“Mexty, jangan kebiasaan teriak-teriak, telinga ayah lama-lama jadi budeg." ujar Raka lembut.


“Lalu kenapa ayah melarang Mexty bermain dengan bibi?" ujar Mexty cemberut.


Raka pun tersenyum, lalu berjongkok dihadapan Mexty. “Kalau Mexty lagi sakit, mau gak main?” tanya Raka lembut.


“Tidak.” ujar Mexty menggelengkan kepalanya.


“Sama, ayah melarang Mexty bermain dengan bibi Atika karena bibi cantiknya masih belum sembuh." tutur Raka lembut dan sangat lembut.


“Baiklah Mexty mengerti." ujar Mexty sedikit kecewa, karena pada awalnya ia ingin bermain dengan Atika.


“Dasar banci, mainnya sama bibi." cibir Auraf pada Mexty.


“Diam kau! Aku tidak bicara denganmu!" teriak Mexty kesal.


Astaga, kenapa adikku membawa mereka ke sini? Ini bisa menambah beban ku, apalagi Mexty jika bertemu Atika pasti berdebat, ditambah satu lagi ..., derita hati Raka.

__ADS_1


“Sudah jangan berantem!" seru Raka.


“Dia yang mulai duluan!” seru Mexty menunjuk pada Auraf.


“Dengerin ayah, Mexty sama Auraf kalau sering bertengkar, nanti kalau besar jadi jodoh, mau?" ujar Raka mencoba menakuti-nakuti mereka.


“Jodoh?” tanya keduanya bersamaan.


Raka pun tersenyum melihat tingkah laku Mexty dan Auraf yang begitu imut. “Iya jodoh, jadi kalian akan menikah seperti itu." ujar Raka santai.


Secara tiba-tiba keduanya berteriak keras dihadapannya Raka.


“OH NOOOOOOOO!!” Mexty


“TIDAK MAUUUU!!” Auraf


Dengan sekuat tenaga Raka menahan tawanya, agar kedua bocah tidak curiga, bahwa dirinya sedang berbohong.


Begitu juga dengan Atika yang sudah sejak awal menyaksikan perbincangan mereka, dan hanya satu kesimpulan dari Atika, bahwa Raka adalah orang yang penuh dengan kasih sayang.


Kemudian, Raka pun kembali fokus pada kedua bocah dihadapannya. “Jadi kalian tidak mau menikah?” tanya Raka berusaha menahan tawanya.


Keduanya pun kompak dan menggelengkan kepalanya.


“Kalau begitu, jadi adik kakak yang baik, ayo saling minta maaf." ujar Raka menuntun keduanya.


“Ayah tidak berbohong kan?" tanya Mexty sedikit curiga.


Dengan susah payah Raka menelan salivanya, karena tatapan Mexty yang menurutnya sangat mengerikan.


Ya ampun, aku kira dia tidak akan menatapku seperti itu, batin Raka.


“Tidak, Ayah tidak berbohong.”

__ADS_1


Kedua bocah itu pun saling pandang dengan tatapan yang mengerikan.


“Ayo baikan!" seru Mexty pada Auraf.


“Waww adek Mexty!" seru Auraf langsung memeluk tubuh Mexty.


“Jangan memelukku!" teriak Mexty kesal, karena tidak terlalu suka.


****


Malam yang sunyi dan sepi membuat Rania sedikit bosan, karena Mexty benar-benar tidak pulang, sedangkan Zheihan tidak mau pulang, dengan terpaksa Rania tidur seorang diri.


Kalian jahat! seru Rania kesal, lalu memejamkan matanya.


Rania yang sulit untuk tidur, karena tidak ada yang menemaninya, sehingga membuat ia berusaha untuk tidur. Sampai pada akhirnya ia pun terlelap.


Jam yang berputar begitu cepat, dan membuat Rania terbawa oleh mimpi indahnya, sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.


Orang tersebut pun melepaskan Jaz yang ia kenakan, lalu setelah itu, ia pun ikut berbaring disampingnya Rania sambil memeluk tubuh Rania.


Rania yang merasa terganggu, ia pun secara perlahan membuka matanya dan terkejut saat mendapati ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Namun saat ia hendak berteriak, orang tersebut membukam mulut Rania dan membisikkan sesuatu.


“Ini aku, bukan hantu.” bisiknya.


Rania yang mendengar suara itu, ia pun membalikkan tubuhnya untuk menghadapnya. Tanpa basa-basi, Rania pun langsung mendaratkan kecupan singkat di bibir Zheihan.


“Sayang, kamu tahu apa yang kamu lakukan hem??” tanya Zheihan sedikit menggoda dan menyentuh bibir mungil Rania.


“Aku kangen!"seru Rania lirih.


Zheihan pun menangkup wajah Rania, lalu mendekatkan wajahnya dan ia pun mendaratkan ciuman di bibir Rania. Rania pun membalasnya, karena ia pun terbawa suasana.


“Sudah ayo bobok." ujar Zheihan setelah melepaskan pangutannya, dan memeluk Rania dengan erat.

__ADS_1


TBC


Like dan Komen 🤩


__ADS_2