Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 67~ Teka-teki Masa Lalu-part 3


__ADS_3

Happy Reader 🤩


Di perusahaan Zixte Group


Zheihan baru saja keluar dari ruang rapat bersama dengan Ricky, dan kembali ke ruangan-ruangan.


“Zheihan." seru Ricky setelah sampai di ruangan Zheihan.


“Iya ada apa?" tanya Zheihan santai, lalu duduk di sofa.


“Kemarin aku tidak sengaja menemukan foto ini, awalnya aku kira Rania, tetapi aku lihat dengan teliti bukan Rania." ujar Ricky menunjukkan selembar foto pada Zheihan.



Zheihan pun mengamati foto tersebut dengan teliti, dan ia dapat menyimpulkan bahwa wanita yang ada didalam foto memang sedikit mirip dengan Rania, tetapi dia bukanlah Rania.


“Bagaimana menurutmu?" tanya Ricky pada Zheihan.


“Iya sangat mirip, tapi dia terlihat lebih anggun dari pada Rania.” ujar Zheihan menahan tawanya.


“Hahaha, Rania kan memang orangnya terlihat tomboi sejak SMA, tapi tetap cantik dan mempesona.” ujar Ricky tanpa sadar, sehingga membuat Zheihan menatapnya garang.


“Kamu suka sama Rania?” tanya Zheihan dingin.


“Tentu saja. Tapi sayangnya aku di tolak." ujar Ricky lirih.


”Tunggu, kamu pernah nembak dia?" tanya Zheihan penasaran.


“Sudahlah, itu sudah berlalu, kamu tidak perlu bahas itu lagi." ujar Ricky berusaha tenang, padahal hatinya sudah berkecamuk tidak karuan dan takut Zheihan akan murka.


“Jawab aku!" hardik Zheihan membuat Ricky terkejut.


“Astaga Zheihan! Jangan teriak-teriak dong."


“Kapan kamu menembak Rania?!"


“Haish, dihari terakhir ujian.”


“Owh."


Zheihan pun hanya ber-O ria.


Tapi Rania kok gak pernah bilang padaku? batin Zheihan.


“Oiya, kamu dapat foto itu dari mana?" tanya Zheihan kemudian.


“Owh, itu aku gak sengaja nemu di restoran Wolverine Food, dan kalau tidak salah, itu terjatuh dari sakunya Tuan Jack's."


“Apakah Tuan Jack's menyembunyikan sesuatu dari Rania?" tanya Zheihan.


“Bisa jadi."


“Kamu sudah pernah baca dokumen yang pernah aku kasih?" tanya Ricky.

__ADS_1


“Dokumen?" tanya Zheihan penasaran.


“Jangan bilang kamu lupa?"


“Yeah mungkin saja, karena aku juga belum sempat baca dokumen yang darma berikan padaku." ujarnya cengengesan.


“Sudahlah, aku capek. Kamu orang yang jenius sekarang jadi orang bodoh.” celetuknya.


“Oiya, besok kita ada perjalanan bisnis ke Swiss.”


“Hah?? Kenapa mendadak gitu?" seru Zheihan.


“Lah kenapa? Bukannya kamu sudah terbiasa?"


“Sekarang aku ada Rania dan mexty.”


“Ya ampun Zheihan, cuman sebentar kok."


“Baiklah."


****


“Rania sayang!!" serunya sambil menekan tombol pintu berkali-kali.


Ceklek


Pintu pun terbuka, dan menampakkan seorang wanita cantik, yang mungkin seumuran dengannya, dan berbalut hijab di kepalanya.


“Iya Mas, cari siapa yaa?" tanyanya lembut.


“Ada Rania?" tanya Raihan tanpa basa-basi.


“Bu guru cantik, ada siapa?" tanya seorang anak kecil dari dalam.


“Bu guru tidak tahu, tapi dia mencari Mama mu." ujarnya.


Karena penasaran anak itu pun muncul dari belakang.


“Uncle!" seru Mexty berhamburan memeluk kaki Raihan.


Dengan cepat, Raihan pun membawa Mexty kedalam gendongannya.


“Hello baby, are you okay?" tanya Raihan pada Mexty.


“Yes Uncle, Mexty always be alright!" seru Mexty kegirangan.


“Mama di mana?" tanya Raihan.


“Mama ke rumah Grandpa.” ujar Mexty.


“Hah??" Raihan terkejut, jadi dia sama Rania ke salip.


“Hahaha, Uncle terlalu bodoh, kenapa tidak menelepon Mama?" ujar Mexty sambil tertawa, begitu juga dengan wanita yang di panggil Bu guru cantik oleh Mexty juga menahan tawanya.

__ADS_1


“Uncle lupa.”


“Uncle, mau makan?” tanya Mexty kegirangan. “Tadi Mexty sudah masak bersama Bu guru cantik," ujarnya sambil menunjuk pada wanita itu.


Raihan pun melihat ke arah wanita itu yang sedang menundukkan kepalanya. Kemudian tersenyum.


“Baiklah, aku akan makan bersama." ujarnya menyanggupi permintaan Mexty.


“Yeeeey!!" seru Mexty kegirangan.


“Apa kau yang di minta Kak Rania untuk menjaga Mexty?" tanya Raihan pada gadis itu.


”Iya Mas eh Tuan." ujarnya gugup.


“Mexty masuklah lebih dulu."


“Okay!"


Raihan pun menurunkan Mexty dari gendongannya. Lalu berlari masuk ke dalam.


“Kapan kau kembali?" tanya Raihan padanya.


“Kenapa anda penasaran?"


“Baiklah, aku tidak akan memaksamu."


“Lalu kapan kamu tiba?" wanita itu berbalik bertanya pada Raihan.


“Tadi pagi. Apa kamu sudah merindukan aku?" ujarnya sedikit menggoda.


“Ti ... tidak." ujarnya gugup.


Raihan pun tersenyum. “Lain kali jangan kabur tanpa persetujuan dariku." ujarnya lembut.


“Ta ...,"


“Uncle! Bu guru! Ayo makan!!"


****


Rania yang baru saja tiba di Mansion Utama untuk bertemu dengan Nyonya Abelia, akan tetapi langkahnya terhenti di pintu saat mendengar seseorang dari dalam sedang berbincang-bincang.


“Pah, apa kamu yakin tidak ingin memberitahu tentang Hazna pada Rania? Bukannya dia sudah dewasa? Tapi Pah, semakin lama kita menyembunyikan kebenarannya, maka kita akan menjadi orang yang memisahkan mereka. Iya Mama tahu Pah, kita tidak mungkin berbohong terus pada Rania kan?"


Itulah perbincangan yang Rania dengar, dengan cepat ia menutup mulutnya, karena tidak percaya apa yang ia dengar.


Hazna? Siapa wanita itu? Lalu apa hubungannya denganku? Kenapa Mama bilang berbohong? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku jadi bingung? Padahal ingatanku baru saja kembali, walaupun hanya sebentar, jikalau aku tidak pergi ke rumah sakit gara-gara sakit kepala, aku tidak akan tahu bahwa aku amnesia. Dan ..., Zheihan tidak pernah mengatakan apapun. Tapi aku ingin membuktikan, apakah akan mencintaiku, sampai mengajakku menikah. Tapi sampai di sini, aku masih belum tahu, bahwa Mama dan Papa menyembunyikan sesuatu. Jika aku bertanya, maka mereka tidak akan memberi tahuku, apa aku harus menyelidiki semuanya? Akkhhh!! Lama-lama aku menjadi gila!! batin Rania kacau dan frustasi.


**TBC


Maaf adegan keluarga gaje di skip dulu 🤣


Like & Komen sangat berarti buat author, rajin di like author Semangat update loh 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2