
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
.
Sedangkan disisi lain, Atika sudah seperti biasa manja pada Raka sehingga membuat Raka frustasi, dan tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan untuk Atika, yang kini sikapnya seperti anak kecil, karena kini ia meminta disuapi pada Raka.
”Paman aa ...," seru Atika sambil membuka mulut mungilnya, agar disuapi bubur oleh Raka.
Huh, Raka pun menghela nafas panjang, karena itu semua kesalahannya, sampai membuat Atika terluka.
Entah mengapa hatiku lebih tenang bersama gadis ini, daripada dulu saat aku masih bersama Agatha Christie, batin Raka.
Raka yang terbawa oleh lamunannya, sampai tidak menyadari bahwa Atika mendekatkan wajahnya dengan Raka, dan tentunya hanya selisih beberapa senti saja.
”Paman, Paman kenapa bengong?" seru Atika sambil melambaikan tangan didepan wajah Raka.
“Ah, iya.” seru Raka terkejut, lalu dengan buru-buru menyuapi Atika.
“Paman kenapa bengong? Paman banyak kerjaan ya? Maafkan Atika ya, sudah merepotkan Paman." ujarnya polos sambil memanyunkan bibirnya.
“Tidak, Paman hanya memikirkan Rania." ujar Raka berbohong.
“Uh, Kakak Rania kenapa?" tanya Atika penasaran, dan wajahnya masih dekat dengan Raka.
__ADS_1
“Mundur sedikit." ujar Raka lembut, sambil mengalihkan pandangannya karena takut Atika akan melihat wajahnya yang merah.
“Paman, Kak Rania kenapa?" tanya Atika sekali lagi.
“Sudah tidak apa-apa, nanti kamu juga akan tahu. Ini cepat habiskan!" ujar Raka sambil menyuapi Atika.
“Tidak mau! Atika sudah kenyang!" seru Atika sambil menggelengkan kepalanya.
“Haish," seru Raka, lalu menyuapi bubur itu pada mulutnya sendiri, kemudian menarik tekuk Atika dan ...,
Cup
Atika yang mendapatkan serangan mendadak, ia pun terkejut, bahkan ia tidak bisa menolaknya, sehingga mau dan tidak mau ia harus menelannya.
Glup
Raka pun melepaskan pangutannya, dan mengusap bibir Atika yang masih ada sisa buburnya.
“Paman!!” seru Atika memukul dada bidang Raka.
“Hahaha, kenapa? Bukannya kamu juga menyukainya gadis nakal?" ujar Raka sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Tapi Atika hampir kehabisan nafas!” seru Atika kesal.
“Gemes!" ujar Raka mencubit pipi tembem Atika.
“Paman!!!" geram Atika.
“Hahaha ...," Raka pun tertawa.
****
__ADS_1
Berbeda dengan Mexty yang disekolah merasa kesal, karena harus bertemu dengan Auraf yang sudah membuatnya mati kutu, yang mana setiap harinya tanpa henti memanggil Mexty cantik. Seperti saat ini juga.
“Hai cantik! Mau makan bersamaku?" tanya Auraf dengan suara cutenya, sambil memukul bahu Mexty.
“Jangan menyentuhku!” seru Mexty menghempaskan tangan Auraf.
“Huh, dasar anak sombong!" celetuk anak gadis itu.
“Dasar jelek!" seru Mexty kesal.
“Aku tidak jelek bodoh!" teriak Auraf kesal sambil menghentakkan kakinya. Kemudian ia pun berlari kecil mengejar Mexty dan ...,
Bugghh ...,
Mexty terjungkal kebelakang, karena Auraf menarik bahunya dengan kuat kebelakang.
“Auwhh, sakit." seru Mexty merintih kesakitan.
“Wleekk, rasain tuh!" seru Auraf lalu hendak pergi.
Mexty yang memiliki ide cemerlang dalam otaknya, karena dia memanglah anak yang jenius, ia pun menghadang langkah Auraf dengan kakinya dan hasilnya, Auraf pun ikut terjatuh.
“Auwhh ..., kau!!” geram Auraf.
Auraf yang lebih tua dari Mexty satu tahun, dan tentunya sekarang umurnya dia 6 tahun, sedangkan Mexty masih 5 tahun, sehingga ia berani untuk menjahili Mexty.
“Aku Mexty! Anak jenius yang tidak bodoh sepertimu wlewkkk!!" ujar Mexty berbalik mengejek Auraf, lalu pergi.
“Awas saja kau!!! Dasar banci!!” teriak Auraf kesal dan kesal.
**TBC
__ADS_1
Like & Komen 😍**