Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 73 ~ CEPAT PULANG!!


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


“Rindu Sekonyong Koter!" seru Mexty dengan suara cemprengnya, hal itu membuat Rania tertawa terbahak-bahak, sedangkan Zheihan terlihat kesal.


“Hahahah ...,” Rania tertawa terbahak-bahak.


“Mexty!!!” seru Zheihan kesal.


Dasar bocah nakal!! Apa dia tidak pernah merindukanku? umpat Zheihan kesal.


“Mama! Mexty mengantuk, mau dipeluk!" seru Mexty manja pada Rania, mengabaikan teriakan Zheihan yang kesal padanya.


”Haissh ... baiklah, kemari." ujar Rania mengangkat tubuh Mexty ke dalam pangkuannya.


“Mexty! Kau sengaja ingin membuat Papa marah?!” seru Zheihan kesal dan frustasi.


Sedangkan Mexty tersenyum nakal, dan menjulurkan lidahnya pada Zheihan dibalik layar.


“Wleek, Mexty tidur sama Mama!" seru Mexty kegirangan dan langsung memeluk, tentu saja ia melakukan itu karena ingin menjahili Zheihan yang berada di kejauhan.


“Mexty! Awas aja, kalau nanti Papa pulang! Papa lempar kamu ke asrama!" seru Zheihan kesal dan tersenyum puas.


“Tidak mau!!!!" teriak Mexty membuat Rania menjauhkan diri dari Mexty.


“Sayang, bisakah kamu tidak teriak-teriak, ini sudah malam, dan telinga Mama sakit mendengar suaramu." protes Rania sambil mencubit pipi Mexty.

__ADS_1


“Mama!" seru Mexty mengaduh kesakitan.


“Apa kalian tidak ingin tidur?" tanya Zheihan lembut.


“Apa kau yakin tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Rania sambil tersenyum manis.


“Sayang, kenapa kamu semakin menggoda." ujar Zheihan cemberut.


“Makanya cepat pulang." ujar Rania cengengesan.


“Sayang, awas aja kalau aku pulang, langsung aku nikahin, dan membuat kamu gak bisa lari dariku.” ujar Zheihan kesal.


“Emangnya kapan mau nikahin aku?" tanya Rania penasaran.


Zheihan tersenyum puas, karena mendapatkan kartu hijau, “Maunya kapan?" tanya Zheihan lembut.


“Emangnya kamu serius mau nikahin aku?" tanya Rania sekali lagi basa-basi.


“Tidak, siapa tau kamu di sana berpaling dariku setelah melihat wanita yang mengenakan pakaian seksi." ujar Rania.


“Sayang, jangan gitu dong, aku sayang sama Rania ku sejak pertama kali bertemu, Rania yang selalu ada untuk Zheihan disaat sendirian, Rania yang tidak pernah mengeluh meskipun Zheihan berbuat salah, Rania yang sudah menjadi tempat ternyaman dalam hidup Zheihan, Rania yang selamanya ada di hati Zheihan sampai kapanpun, dan Rania adalah berlian yang paling berharga untuk Zheihan seorang." tutur Zheihan lembut, ia mengutarakan semua yang selama ini ia rasakan saat bersama Rania.


“Yeah, walaupun Zheihan pernah membuat Rania marah dan pergi, tapi Zheihan sangat mencintai Rania, Zheihan gak mau kehilangannya lagi." ucap Zheihan sekali lagi, sampai ia tidak membiarkan Rania berbicara sedikit pun.


Rania yang baru mengetahui apa arti dirinya untuk Zheihan, sampai ia tidak menyadari bahwa air matanya sudah membasahi pipinya. Ia merasa menyesal karena telah pergi meninggalkan Zheihan begitu saja, sedangkan Zheihan dengan kesabarannya masih mau menunggunya.


“Zheihan, kenapa kamu tidak pernah mengatakan sejak awal?" tanya Rania lirih.


“Sayang, jangan nangis, aku hanya mengatakan hal itu agar kamu percaya aku mencintaimu. Jikalau aku mengatakan dari dulu, aku tidak akan yakin hubungan kita akan sampai seperti ini." ucap Zheihan lembut mencoba untuk menenangkan Rania.


“Cepat pulang hiks ..., hiks ...," ujar Rania sambil terisak.

__ADS_1


“Sayang, aku bilang jangan menangis, okay, besok aku usahakan untuk pulang, tapi tolong jangan nangis, jelek tau." ujar Zheihan mencoba untuk menghibur Rania.


“Sungguh besok kamu pulang?" tanya Rania lirih dan mencoba untuk tidak menangis.


“Iya, sudahlah jangan nangis lagi, nanti Mexty bangun."


“Baiklah, janji harus pulang!" seru Rania cemberut.


“Iya janji sayang, sudah bobok ya, jangan lupa untuk memimpikan ku." ujar Zheihan menggoda Rania.


“Kalau itu aku tidak janji." ujar Rania cengengesan. Suasana hati Rania kembali mood.


“Baiklah, terserah kamu saja, dan selamat malam istriku emuuuachh ...," ucap Zheihan sambil mencium layar ponselnya.


Rania yang mendapatkan perlakuan seperti itu, jantungnya berdetak kencang dan pipinya juga merona.


“Selamat malam juga calon suamiku." ujar Rania sedikit malu.


“Kok gak ada Kiss Bye-nya?" tanya Zheihan cemberut.


“Eummuaach ...,”


Zheihan yang mendapatkan Kiss Bye dari Rania, sangat bahagia, bahkan hatinya berbunga-bunga dan wajahnya semakin memerah.


Ya ampun, kenapa dia sangat manis, batin Zheihan kegirangan.


TBC


****


NB: Maaf kalau author update malam terus😣, soalnya kalau siang author sibuk 😭 sekali author minta maaf 🙏, dan juga minta maaf kalau alurnya berbelit-belit dan membosankan, karena hanya ini kemampuan author 🙏.

__ADS_1


__ADS_2