
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
Rania yang masih belum fokus alias melamun, sampai ia tidak sadar bahwa ia sedikit meremas miliknya.
“Awwhh sayang, tinyku kejepit!! eh sakitt!" seru Zheihan tidak karuan.
“Akhhh maaf!" seru Rania langsung menarik tangannya.
“Papa, Mama, ada apa?" tanya Mexty yang baru saja muncul ditengah pintu.
Kedua insan itu pun saling pandang, bahkan suasana terasa canggung. Hal itu membuat Mexty merasa ada yang aneh dengan sikap kedua orang tuanya.
“Kenapa kalian diam?" tanya Mexty sedikit curiga.
“Tidak apa-apa sayang," jawab Rania dengan cepat. “Oiya, apa Kakak Auraf sudah bangun?" tanya Rania mengalihkan pembicaraannya.
“Iya sudah. Tapi Mama sama Papa tadi kenapa saling diam?" tanya Mexty menatap heran. Lalu berjalan mendekati mereka.
“Papa tidak macam-macam pada Mama kan?" tanya Mexty dengan tatapan dingin.
Zheihan menelan ludah dengan susah payah, tatapan putranya itu bisa-bisa membuatnya mati kutu.
“Sayang, Papa tidak melakukan kesalahan apapun." ujar Zheihan lembut tapi ia masih menahan rasa sakit di bagian bawahnya.
“Terus ekspresi Papa kenapa seperti sedang kesakitan?" tanya Mexty mengintrogasinya.
”Tidak ada, hanya saja benda berharga Papa tadi kejepit." ujar Zheihan sedikit berbohong.
__ADS_1
“Apa itu?" tanya Mexty penasaran.
“Mexty sayang, kamu tunggu dibawah dulu yaa, Mama sama Papa mau siap-siap dulu." ujar Rania meminta Mexty keluar kamar, karena ia tidak ingin hal-hal aneh terjadi lagi.
“Okay siap!" seru Mexty lalu berlari keluar kamar.
Hah ..., Zheihan menghela nafas lega, lalu ia merebahkankepalanya diatas paha Rania.
“Zhei, aku mau mandi!" seru Rania.
“Keringkan rambutku dulu." ujar Zheihan manja.
“Tidak, nanti Mexty akan marah." ujar Rania sekenanya.
“Sayang, kamu sudah membuat Tinyku bangun, dan tidak bisa tanggung jawab, jadi kamu harus menurut okay!" ujar Zheihan mengedipkan sebelah matanya.
“Tidak mau!"
“Sayang!"
Zheihan pun tersenyum puas, lalu menarik tekuk Rania dan ...,
Cup.
Cup.
“Makasih sayang."
****
Tuan Jack's yang sudah berjanji pada Tuan Cody untuk membawanya bertemu dengan Hazna, kini ia pun telah sampai di mansion kecil di pulau Anggrek.
Tuan Cody merasa ada yang aneh ketika masuk kedalam Mansion itu, yang mana terlihat sangat sepi, hanya terdapat beberapa pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu.
“Kak, kita mau kemana? Lalu Hazna?" tanya Cody bingung.
__ADS_1
“Kau hanya perlu ikut aku." ujarnya santai.
“Okay."
Tuan Cody pun mengikuti langkah Tuan Jack's sampai pada akhirnya tiba di taman bunga dibelakang Mansion.
Seulas senyuman terukir indah di wajah Tuan Cody, saat melihat sosok wanita yang sedang membelakanginya sibuk mengurusi bunga mawar.
“Itu dia." ucap Tuan Jack's. “Aku pergi dulu." sambungnya.
Tuan Cody pun menganggukan kepalanya. Setelah Tuan Jack's pergi, ia melangkahkan kakinya untuk mendekati wanita itu. Sampai ia berada tepat dibelakang wanita itu.
“Hazna!" panggilnya lembut.
Hazna yang awalnya fokus memotong bagian yang tangkai kering pada pohon mawar dihadapannya. Sontak ia langsung menghentikan aktivitasnya ketika ia mendengar namanya di panggil oleh suara yang sangat familiar baginya. Ia pun menoleh karena penasaran, lalu ia membisu saat mendapati sosok pria tampan di hadapannya.
“Ini aku. Cody." ucap Tuan Cody lembut dan tersenyum sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.
Hazna pun langsung memeluk tubuh kekar yang sedang berdiri dihadapannya. Sampai ia tidak bisa lagi menahan air matanya.
“Kenapa kamu sangat lama? Aku sudah menunggumu kembali." ujarnya lirih.
“Maaf, maafkan aku yang bodoh." ujar Tuan Cody, ia pun memberikan sedikit jarak agar ia bisa menangkup wajah Hazna.
“Apakah kau kesepian?" tanya Tuan Cody lembut.
Hazna pun menganggukan kepalanya.
“Maafkan aku sayang." ujarnya lembut dan memberikan bertubi-tubi kecupan diseluruh wajahnya. “Aku janji tidak akan meninggalkanmu." Tuan Cody pun memeluknya dengan erat.
**TBC
Like dan Komen 🤩
Satu like sangat berarti untuk author, karena itu adalah penyemangat Author buat update 🤩**
__ADS_1