
Seoul, 17:00pm
Zhaif yang masih sibuk mengotak atik komputer yang ada di hadapannya. Ia terus memaksakan diri meskipun pikirannya akhir-akhir ini sangat kacau dan tidak menentu. Berkali-kali ia mencoba fokus pada layar yang didepannya, tetapi bayangan Roselle semakin menghantuinya.
Padahal baru dua hari tidak bertemu sudah membuat ia seperti orang gila. Sampai tidak sadar seseorang sudah menerobos masuk ke dalam ruangannya.
“Zhaif, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Aku perhatikan sejak dua hari lalu kamu terlihat sangat galau.” tuturnya lembut, kemudian duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Zhaif.
Zhaif pun mendongakkan kepalanya, kemudian ia menghela nafas panjang dan menengadah kepalanya menatap langit-langit ruangan.
“Aku tidak tahu, apakah dia sudah pergi jauh, ataukah tidak.” ujarnya sendu.
“Maksud kamu Roselle?” tanya orang tersebut, dan mendapatkan anggukan dari Zhaif.
“Entahlah, aku sendiri juga bingung.” ujarnya putus asa dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Kamu yakin melepaskan dia? Bagaimana jika ada sesuatu yang akan terjadi padanya?” tutur orang itu sedikit khawatir.
“Youngjae, aku membebaskan dia, karena itulah yang dia mau, mungkin selama ini aku menyiksanya, bahkan aku tidak bisa bersikap lembut padanya.” jelas Zhaif sambil menundukkan kepalanya.
“Lalu kenapa kamu tidak pulang ke mansion? Siapa tahu dia masih menunggu kamu pulang sebelum ia benar-benar pergi.” ujarnya tegas.
“Yeah, akan aku coba untuk pulang hari ini,”
“Apa kamu yakin tidak mau mengatakan cinta padanya?” tanya Youngjae apa adanya, karena ia sudah tahu tentang hati Zhaif pada Roselle, hanya saja Zhaif tidak bisa mengungkapkan dengan kelembutan.
“Tidak, mana mungkin dia akan menerima lelaki bejat sepertiku, biarkan saja dia bahagia dengan pilihannya sendiri nanti.” ujar Zhaif berusaha untuk tersenyum.
__ADS_1
“Terserahlah.” ujarnya sudah pasrah meladeninya.
“Oiya Zhaif, aku kemarin bertemu dengan Tuan Cody di depan gedung Bright Mone, tapi aku heran, kenapa kamu ingin menyelediki dia, apakah Papamu ada masalah dengan pria seperti dia?” tutur Youngjae penasaran.
“Yeah, Papaku sangat membencinya, bahkan sangat dendam padanya.” jelas Zhaif, sedetik ia membayangkan wajah seseorang yang membuat dirinya merindukan sosok malaikat tanpa sayap diwaktu kecilnya.
Youngjae yang sedari hanya nyimak, kini ia terkejut saat mendengar penuturan dari Zhaif, dendam diantara keduanya? Tunggu, bukannya mereka sama-sama Mafia yang dikenal dunia? Apakah mereka ada masalah pribadi? Akhh … sungguh kepala Youngjae ingin meledak memikirkan masalah tentang mereka. Tetapi hal itu tidak membuat penasarannya pudar, melainkan semakin menggebu-gebu.
“Tunggu, maksudnya Papa kamu punya dendam padanya? Kenapa bisa seperti itu?” tanya Youngjae semakin penasaran.
“Kau yakin ingin tahu?”
Youngjae pun mengangguk.
“Karena dia sudah membuat bibiku gila,” ujarnya.
“Bibi? Maksud kamu adik dari Tuan Jack's?” tanya Youngjae penasaran.
Zhaif pun mengangguk.
“Dah lah, semakin ke sini aku semakin tidak paham. Sudahlah, cepat selesaikan pekerjaanmu, setelah itu kamu harus bicara dengan Roselle.”
“Akhh … aku lupa.”
*****
Jakarta 15:00pm
__ADS_1
Atika yang baru sampai di depan gedung menjulang tinggi, dengan penuh percaya diri, ia pun masuk dan menghampiri resepsionis.
“Permisi nona, apa yang bisa saya bantu?” tanya sang resepsionis, dengan penampilan sedikit molek.
Atika pun celingak-celinguk mencari seseorang tetapi tidak menemukannya.
“Eumm … kalau kantor Paman Raka di mana?” tanya Atika dengan tampang polosnya.
Kedua resepsionis pun sedikit terkejut, dan saling berbisik.
'Apa dia adik Pak Presdir?'
'Aku juga tidak tahu, tapi wajahnya sangat imut'
'Sudahlah, antar saja dia, dari pada kejadian beberapa Minggu lalu terulang kembali,'
'Kamu benar'
Keduanya pun mulai menetralkan perasaan dan menatap wajah Atika.
“Anda ingin bertemu dengan Pak Presdir?” tanya sang resepsionis.
Warning!!!
Sebelum lanjut Like dan Komen
TBC
__ADS_1