Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 103 ~ Janji Zheihan


__ADS_3

Happy Readers 😘


.


.


.


“Kapan kalian datang?” tanya Zheihan santai, lalu duduk di sofa panjang.


“Sudah satu abad yang lalu,” sahut Mexty santai dan sembarang. Sedangkan Raka hanya bisa menahan tawanya.


“Mexty, Papa serius sayang,” ujar Zheihan lembut.


“Aku tidak bercanda,” jawab Mexty masih santai.


“Haissh, dasar bocah, Papa serius Mexty!” seru Zheihan geram.


“Hellow Papa, Mexty sudah dua jam yang lalu di sini, Papa saja yang tidak melihat kita!” celoteh Mexty.


“Dua jam yang lalu? Tapi Papa baru pulang dua puluh menit yang lalu?” tanya Zheihan kebingungan.


“Tahu ah, capek ngomong sama Papa!” seru Mexty menepuk jidatnya.


“Ada masalah?” tanya Raka tiba-tiba, membuat Zheihan terdiam.


“Tidak, hanya masalah pekerjaan yang membuatku sedikit kurang fokus,” tutur Zheihan seadanya, meskipun sebenarnya ia ingin mengatakan bahwa Cantika muncul secara tiba-tiba. Padahal tuntutan pada tahun lalu masih belum berakhir, entahlah kenapa dia muncul tanpa di undang.


“Baiklah aku mengerti, setidaknya kau banyak istirahat,” ujar Raka lembut.


Zheihan pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


“Aku pulang!” seru Rania sembari menutup pintu.


Mexty yang sudah menunggu Rania pulang, ia pun turun dari sofa dan berlari menuju Rania.


“Mama! Mexty kangen!” seru Mexty merentangkan kedua tangannya. Dengan cepat Rania pun menggendongnya dan Mexty pun langsung mencium kedua pipi Rania.


“Giliran Mama pulang ditungguin, kalau Papa diabaikan,” cibir Zheihan.


“Papa sendiri yang mengabaikan Mexty hemm!” seru Mexty cemberut dan memeluk Rania. “Mama, ayah melarang Mexty bermain game lagi,” adu Mexty pada Rania.


“Itu lebih baik,” ujar Rania.


“Mama!” seru Mexty kesal dan cemberut.


“Nanti Mexty main kalau pas hari Minggu saja ya?” ujar Rania lembut sambil mengelus rambut Mexty.


“Hemmm.”


Rania pun duduk di sebelah Zheihan dan tentunya masih memangku Mexty. Ia menatap ke arah Raka dan Zheihan bergantian.


“Tidak ada, aku rasa aku harus pergi, jaga diri kalian baik-baik saja,” ujar Raka langsung bangkit dari duduknya.


“Kakak, kapan berangkat ke Belgia?” tanya Rania tiba-tiba.


“Ayah ingin kembali?” tanya Mexty sedikit terkejut mendengar pertanyaan Rania.


“Mungkin nanti malam, iya ayah ingin kembali,” jawab Raka singkat.


“Ayah akan ke sini lagi kan?” tanya Mexty cemberut.


“Ayah melarang Mexty bermain karena ayah mau pergi? Bagaimana jika Mexty merindukan ayah?” celoteh Mexty tiba-tiba dan berusaha turun dari pangkuan Rania.

__ADS_1


“Iya, ayah akan ke sini jika ada waktu. Papa Mexty orang yang hebat, jadi dia akan mewujudkan keinginan Mexty hemm.” Raka mengelus rambut Mexty.


“Aku merindukan Dady, tapi Papa tidak pernah mengajak Mexty ke Korea Selatan!” tuturnya.


“Karena Mexty tidak pernah memberitahunya, jadi anak yang baik ya?”


“Siap Kapten!” ujar Mexty hormat. Kemudian Raka mencium pipi tembem Mexty.


“Aku pergi dulu.”


“Hemmm.”


Rania menahan air matanya agar tidak menangis, karena ia tahu bahwa Raka sedang menghadapi hal yang sangat sulit untuk saat ini.


“Kau ingin menangis?" bisik Zheihan sambil memeluk Rania dari belakang.


“Tidak,” ujar Rania santai.


Sedangkan Mexty cemberut menatap kepergian Raka. “Sayang, mau jalan-jalan?” tanya Zheihan lembut.


“Aku ingin ikut ayah,” ujarnya lirih.


“Tapi, di sini aku sudah punya Papa yang sangat hebat, meskipun hasil culikan,” ujar Mexty lembut berhasil membuat Rania dan Zheihan tertawa.


Bahkan, mereka menahan air matanya agar tidak menangis, saat mereka mengingat kejadian satu tahun yang lalu. Karena kebodohan dan kesalahan mereka perbuat masa lalu, membuat hati kecil itu menangis.


Apakah kita sebodoh itu? batin Rania dan Zheihan bersamaan.


“Baiklah, Papa janji tidak akan pernah meninggalkan kalian,” ujar Zheihan memeluk keduanya.


...TBC...

__ADS_1


...Like dan Komen 🤩...


......dan terima kasih banyak untuk semuanya 😇......


__ADS_2