
Pulau Anggrek.
Seorang wanita cantik dan usianya sekitar 38 tahunan, kini berada di taman bunga di belakang rumahnya, ia sangat menyukai pemandangan indah itu, meskipun hanya seorang diri, setidaknya ia merasa bahagia. Tetapi kini ia sedang merindukan seseorang yang ada di masa lalunya.
“Hazna ...," seru seorang baru datang.
Yeah, wanita itu adalah Hazna Ainun Wolverine, seorang wanita yang selama ini jauh dari kata keramaian kota, karena ia diasingkan oleh Tuan Jack's.
“Kakak, kapan kamu datang?" tanya lembut sambil mencabuti rumput di sela-sela bunganya.
“Baru saja, apa kamu baik-baik saja selama aku tidak kesini?" tanya Tuan Jack's sambil melangkah menghampiri Hazna.
“Kakak tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja, aku bukan anak muda lagi." ujarnya sambil cengengesan.
Hazna pun beranjak lalu berjalan menuju pintu.
“Kamu mau kemana?” tanya Tuan Jack's datar.
“Aku hanya ingin membuat kopi untukmu.” ujar Hazna sambil tersenyum.
“Apa kamu masih memikirkan dia?" tanya Tuan Jack's berhasil menghentikan langkahnya.
Hazna pun menoleh dan tersenyum, “Kakak, kenapa Kakak selalu mengungkit tentangnya?" tanyanya.
“Tidak ada. Cepatlah buatkan aku kopi!" ujar Tuan Jack's datar. Sebenarnya ia ingin bertanya padanya tentang apa yang terjadi di masa lalu, karena ia mendengar kabar dari Zhaif tadi pagi bahwa Cody sudah menyiapkan jet pribadi untuk ke Indonesia, akan tetapi hal itu di tunda karena urusannya.
Hazna pun melanjutkan langkahnya menuju dapur, dan pikirannya pun menjadi sangat kacau.
Kakak, maaf aku berbohong, bagaimanapun aku juga merindukannya, karena dia adalah pria yang aku perjuangkan dulu, tapi aku tidak tahu, kenapa ingat di masa itu ada yang salah, yang mana aku merasa bahwa separuh ingatanku hilang, batin Hazna sambil menunggu air panas mendidih.
__ADS_1
Yeah, selama ini ia berada di tempat yang asing, tetapi ia tidak pernah bertanya tentang apapun pada Tuan Jack's, karena ia hanya bisa mengikuti ucapannya. Bahkan kini ia tidak tahu, seperti apa pria yang pernah mengisi hari-harinya penuh dengan bunga, tetapi berujung dengan tragis.
*****
Di sisi lain, Raka yang baru saja tiba di sekolahan untuk menjemput Atika, tetapi kini ia menggunakan mobil, sehingga terlihat sangat mencolok dari biasanya.
Dari kejauhan, Raka bisa melihat wajah cemberutnya, mungkin sebentar lagi dia akan mendapatkan sebuah ocehan yang tiada akhirnya.
Braakkk!!
Atika membanting pintu mobil Raka, sehingga membuat Raka terkejut dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Atika!!!” seru Raka geram.
”Apa??!” saut Atika sadis dan sedikit berteriak.
“Owh, jadi mobilnya lebih berharga dari pada Atika?” celetuk Atika cemberut.
Huhh ...,
Raka pun menghela nafas panjang, ia tidak tahu kenapa ia bisa bertemu dengan gadis seperti Atika yang sudah membuatnya semakin frustasi.
Raka pun mengabaikan ucapannya, lalu menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang.
Atika yang merasa kesal karena diabaikan oleh Raka, sehingga ia memukul Raka dengan keras.
Plakkk!!
“Atika!!!" seru Raka kesal dan menghentikan mobilnya secara mendadak.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu kenapa sih?! Kalau begini terus, aku akan mengantarmu pulang sekarang juga!" seru Raka kesal, sehingga ia tidak sadar bahwa hal itu membuat Atika terkejut dan meneteskan air matanya.
“Maaf, Kalau begitu Atika pergi.” ujar Atika dengan berat hati, lalu membuka pintu mobilnya dengan perlahan. Kemudian ia pun berjalan menelusuri trotoar.
Raka yang melihat tingkah laku Atika yang kini berubah 180°, ia terkejut lalu dengan cepat keluar dari mobilnya dan berusaha mengejar Atika yang sedang marah.
“Atika tunggu!!” teriak Raka.
Akan tetapi Atika terus mengabaikan teriakannya, sampai pada akhirnya ia ingin menyebrang jalan, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan sedang tetapi ia tidak memperhatikan jalan karena ia masih kesal, sehingga ...,
“Atikaaaaa!!!!”
Braakkk!!
Atika tertabrak mobil tersebut, sehingga kepalanya terbentur pada aspal. Raka yang sudah awal melihatnya, tetapi ia sudah terlambat. Dengan cepat ia pun berlari mendekati Atika.
Begitu juga dengan orang yang menabraknya ikut turun, karena ia merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab.
Tidak seperti yang di harapkan oleh Raka, bahwasanya orang yang menabrak Atika adalah adiknya sendiri.
“Raihan!! Apa kamu tidak bisa mengendarai mobil?!!" bentak Raka penuh dengan Amarah, sambil mendekap tubuh Atika kedalam pelukannya.
“Kakak, aku ...," ucapnya terpotong saat melihat Raka dengan terburu-buru membawa Atika kedalam mobilnya.
TBC
bagi-bagi likenya yaak.
Maaf kalau ada banyak Typo dalam ceritanya author.
__ADS_1