
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
.
Zheihan yang merasa Rania sudah tenang, ia pun melepaskan pangutannya dan menangkup wajah Rania. Tiba-tiba ...,
“Zheihan!!" seru mereka secara bersamaan, kecuali Tuan Cody dan Hazna yang menahan tawanya.
“Aduh! Papa, Om, ada apa sih teriak-teriak." ujar Zheihan tanpa dosa.
“Apa kamu sudah buta, sampai tidak lihat di sini masih ada kami!" seru Nyonya Monica.
“Gak ada cara lain Ma, dari pada sayangku marah-marah." ujar Zheihan santai.
“Ya ampun! Anak ini!" seru Tuan Jack's geram.
“Ini lagi serius Zheihan, kamu ini!" protes nyonya Abelia.
“Iya Tante maaf." ujar Zheihan cengengesan, sambil memeluk Rania.
Rania masih terdiam, bahkan perasaannya bercampur aduk, antara marah dan malu menjadi satu. Ia marah karena Tuan Jack's dan Nyonya Monica berbohong kepadanya, tetapi dia malu karena Zheihan menciumnya secara tiba-tiba di hadapan mereka.
“Rania, kamu sudah tenang?" tanya Tuan Jack's.
Rania pun mengangguk, “Maaf Pa, barusan Rania marah-marah tidak jelas." ujar Rania menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Jadi begini Nak, setahun sebelum kamu lahir, ada masalah perselisihan, mungkin kami tidak bisa menjelaskan lebih rinci padamu, tapi kamu sekarang lihatlah mereka." ujar Tuan Jack's pada Tuan Cody dan Hazna. “Mereka adalah orang tuamu, dan mereka tidak membuang mu, melainkan mereka memperjuangkan mu." jelas Tuan Jack's lembut.
“Rania yang terus menerus menatap ke arah Hazna dan Cody dengan perasaan aneh, tapi ia merasa dekat.
“Apa Papa tidak bohong?" tanya Rania sekali lagi.
“Kenapa kamu ragu?" tanya Zheihan penasaran.
“Karena aku melihat Om Cody di komputer mu, bahwa dia adalah ketua Mafia di Afrika. Aku hanya belum yakin, kenapa aku bisa memiliki ayah sekejam itu?” ucap Rania sekenanya.
Sedangkan Zheihan sudah mendapatkan tatapan maut dari sekelompok orang dewasa.
“Jadi kamu menerima mereka?" tanya Nyonya Abelia lembut.
“Apakah dia adalah wanita ini?" tanya hanya menunjukkan foto yang ia temukan saat bertemu dengan Tuan Cody di depan restoran.
“Iya. Itu adalah dia." sambung seseorang dari belakang. Sontak semuanya menoleh ke sumber suara itu.
“Zhaif, kenapa kamu kesini?" tanya Tuan Jack's.
“Aku tidak mau Rania ku sayang emosi, jadi ...,"
“Sudah terlambat!" seru orang yang ada di sana memotong ucapan Zhaif, kecuali Zheihan dan Rania yang tersipu malu.
“Hah?" Zhaif bingung.
“Sudahlah kau duduk saja." titah Tuan Jack's.
“Baiklah." berjalan mendekati sofa dan duduk disebelah Rania.
“Hei! Jangan menatapku begitu, aku ini kakak iparmu!" protes Zhaif saat Zheihan menatapnya dengan tatapan aneh.
Zheihan hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya. “Kakak dari awal sudah tahu?" ujar Rania cemberut.
__ADS_1
“Iya tentunya." ujar Zhaif mengedipkan matanya. “Kamu gak mau samperin mereka?" tanya Zhaif pada Rania.
“Apakah mereka orang tuaku?"
“Astaga!" seru semua orang menepuk jidatnya.
Rania yang paham, langsung berjalan menghampiri Tuan Cody dan Hazna. Kemudian ia memerhatikan wajah keduanya secara seksama dari dekat.
“Apakah kamu ayahku yang kejam itu?" tanya Rania sekenanya, dan sontak membuat semua orang tertawa.
“Hahaha ..., Rania kamu ini sudah lama tidak bertemu, tapi masih bercanda!" seru Zhaif tertawa lepas.
“Aku tidak bercanda!" teriak Rania kesal membuat Zhaif terbukam.
“Kamu tidak ingin memeluk kami?" tanya Hazna lembut dan tersenyum hangat.
Rania pun langsung berhambur ke dalam pelukan keduanya. “Kalian, janji jangan tinggalkan Rania." seru Rania lirih.
“Maafkan kami." ujar keduanya memeluk Rania dengan erat.
****
Masalah yang sudah selesai, Rania pun sangat tenang, karena semua masalah dalam hidupnya telah berakhir, dan yang terakhir adalah pernikahan yang sudah dijanjikan oleh Zheihan.
Malam ini Zheihan mengajak Rania untuk makan malam bersama dengan suasana yang romantis layaknya sepasang kekasih yang sedang pertama kali kencan.
“Will you marry me." ucap Zheihan lembut dan berjongkok dihadapan Rania.
Dengan senang hati, Rania pun menganggukan kepalanya. Kemudian Zheihan menyematkan cincin di jarinya. Lalu bangkit merengkuh tubuh Rania ke dalam pelukannya, tanpa aba-aba ia pun langsung melayangkan sebuah ciuman lembut di bibir Rania, dan Rania pun membalas ciumannya dengan senang hati.
**End ~~
Like dan komen 🤩**
__ADS_1