
Happy Reader 🤩
.
.
.
“Hei!!! Ayo cepat masuk!!” teriak seorang gadis kecil, menarik tangan Mexty begitu saja.
Sehingga hal itu membuat Mexty kebingungan, tetapi ia tidak bisa melepaskan genggamannya. Ini adalah hari pertama kali ia masuk sekolah, lalu bagaimana bisa dia ditarik oleh gadis kecil yang tidak ia kenali.
Begitu juga dengan Zheihan dan Rania.
“Eh ..., siapa gadis itu?”
“Loh, itu anak siapa yang bawa sayangku?”
Keduanya yang masih mode bingung karena Mexty yang secara tiba-tiba dibawa pergi begitu saja.
Rania dan Zheihan saling pandang, lalu pada detik kemudian ...
“Hahaha ...,”
Mereka terbawa lepas, karena menurutnya itu sangat lucu, yang mana Mexty masih dalam mode ngambek, tetapi sudah dibawa orang lain.
“Zhei ... ini momen langka loh, hahaha ...,” ujar Rania tertawa lepas.
Zheihan pun menoleh dengan senyuman smirk. Rania yang di tatap seperti itu, ia merasa ada yang aneh dengan Zheihan.
“Kamu kenapa?” tanya Rania heran.
Namun, Zheihan tidak menjawabnya pertanyaan dari Rania. Melainkan ia mengangkat tubuh Rania ke dalam gendongannya.
“Zhei!!” seru Rania terkejut dan langsung mengalungkan tangannya di leher Zheihan.
“Cepat turunkan aku?!” seru Rania sedikit berteriak.
“Tidak akan.” ujarnya santai, lalu mendudukkan Rania di kursi penumpang. Setelah itu ia duduk di kursi bagian pengemudi. Lalu mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang.
*****
Mexty yang masih kebingungan, karena dirinya ditarik oleh orang yang tidak ia kenal begitu saja.
Mexty pun menghentikan langkahnya dan menghempaskan tangan gadis kecil itu.
“Lepaskan!” teriak Mexty kesal sambil mengusap tangannya pada bajunya.
__ADS_1
Sedangkan gadis itu terkejut saat mendengar suara itu, karena berbeda dengan suara sahabatnya. Ia pun menoleh dan ...
“Kamu siapa??” tanya gadis itu.
“Hei ... seharusnya aku bertanya padamu siapa?” ujar Mexty dingin dan datar.
“Yeah Maaf, tadi aku kira kamu sahabat aku, soalnya kamu kelihatan cantik.” ujar gadis itu sejenis.
“Aku laki-laki bukan perempuan!!” teriak Mexty kesal.
“Aduh anak-anak, kenapa kalian bertengkar?” tanya seorang wanita cantik yang baru datang.
“Dia menarik Mexty tiba-tiba Bu guru, tapi dia bilang aku cantik.” celetuk Mexty kesal.
“Gak apa-apa sayang, nama kamu Mexty?” tanya Bu guru cantik lembut pada Mexty.
Mexty pun mengangguk.
“Maafin Auraf Bu, tadi Auraf kira dia Ainun.” ujar gadis itu lirih.
“Ya sudah. Kalian masuk ke kelas ya, sebelum itu baikan dulu dong, ayo sama-sama salaman.” ujar Bu guru cantik.
Lalu mengambil tangan Mexty dan Auraf berjabatan tangan. Tetapi Mexty masih terlihat enggan.
“Hemm.” gumam Mexty kesal.
“Mexty tidak bersalah, dia yang duluan!” seru Mexty kesal.
“Astagfirullah.” ujar Bu guru cantik mengelus dadanya.
“Baiklah, Auraf minta maaf!” seru Auraf mengulurkan tangannya.
Mexty pun membalasnya.
“Nah gitu dong, Bu guru jadi senang.” seru Bu guru cantik memeluk mereka berdua.
*****
“Kita mau kemana?” tanya Rania bingung, karena sadar arah yang dituju berbeda.
“Ke apartemen.” jawab Zheihan singkat.
“Loh ngapain, kan aku mau ketemu sama Mama Zheihan!!” seru Rania kesal.
“Aku ingin memenuhi janjiku pada Mexty,” ujar Zheihan kembali fokus.
“Hah?? Janji apa?? Kok aku gak tahu?” celoteh Rania.
__ADS_1
“Mau yaa?? Tadi aku sudah bujuk Mexty loh agar mau sekolah.” tutur Zheihan lembut dan masih fokus menyetir.
Tak terasa mereka pun sudah sampai di depan gedung Bright Mone, Rania yang masih bingung apa yang di maksud oleh Zheihan ia hanya menatap Zheihan dengan tatapan bingung.
“Kenapa kesini?? Kamu gak mau kerja?” tanya Rania.
“Aku bilang sudah janji sama Mexty, jadi aku harus menurutinya.” tutur Zheihan sambil tersenyum nakal.
“Tapi kamu tidak meminta persetujuan dariku?!!” Rania kesal.
“Kamu mau Mexty tidak mau sekolah?” tanya Zheihan cemberut.
“Gak mau!!”
“Ya udah. Hayo bikin adek buat Mexty." ujar Zheihan cengengesan.
“Hah??! Jangan bilang kamu, bilang seperti itu pada Mexty?”
“Iya.” jawab Zheihan singkat dan cengengesan.
“Gak mau!!!”
“Ya udah. Nanti aku bilang sama Mexty gak bisa bikin adek. Biar gak mau sekolah.” ujar Zheihan cemberut. Lalu membuka pintu mobilnya, tanpa memperdulikan Rania lagi.
Rania pun ikut keluar dan menyusul Zheihan, karena ia tidak ingin Zheihan pergi dari kehidupannya. Ia pun berlari mengejar Zheihan dan memeluk dari belakang.
“Tunggu, jangan tinggalkan Rania lagi.” ujar Rania lirih, dan ia mengeratkan pelukannya.
Zheihan pun tersenyum puas dan bersorak gembira dalam hatinya.
YES!!! AKU BERHASIL!!! batin Zheihan kegirangan.
Zheihan pun membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh Rania.
“Jadi mau gak?” tanya Zheihan lirih dan cemberut.
“Mau!!” ujar Rania kegirangan.
“Kamu sudah menyetujuinya, jadi jangan salahkan aku okay.” ujar Zheihan penuh kemenangan.
Cup
Zheihan pun mengecup singkat bibir Rania. Sedangkan Rania terkejut, karena Zheihan menciumnya begitu saja di tempat umum.
“Zheihan!!!
TBC
__ADS_1
Like dong biar semangat 🤗