Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 33~ Gara-gara Mexty Menghindar


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


Rania yang masih di selimuti rasa takut, ia pun memilih untuk menemani Mexty sampai bangun tidur.


“Mama ... Apa Mexty ketiduran?” tanya Mexty, saat baru bangun sambil mengucek matanya berkali-kali.


“Iya, putra Mama sangat pulas.” ujarnya sambil mencium kedua pipi gembul milik Mexty.


“Kalau begitu ayo pergi, Mexty ingin membelikan baju yang bagus untuk Mama.” seru Mexty kegirangan, meskipun ia baru saja bangun tidur.


“Tapi Mama tidak mau baju lagi, Ayah Raka sudah membelikannya.” tutur Rania lembut seraya mengelus rambut Mexty dalam dekapannya.


“Kalau begitu ... buang saja yang di belikan oleh ayah!.” ujar Mexty ketus.


“Sayang, tidak boleh seperti itu.”


“Baiklah Mexty minta maaf.” ujarnya lalu mengeratkan pelukannya.


“Mama ...,“ Belum sempat Mexty mengatakannya, tiba-tiba pintu kamar terbuka.


Rania menoleh ke arah pintu dan ...


Deg ...


Jantungnya berdetak kencang saat ia mengetahui siapa yang datang. Dan dia adalah Zheihan, bukannya ia sudah menghindarinya? Kenapa dia bisa sampai di sini? Itulah yang ada di pikiran Rania kali ini.


Zheihan yang mendengar suara kecil Mexty dan Rania, ia pun merasa yakin bahwa mereka adalah di dalam dan ternyata itu benar.

__ADS_1


Dengan berani ia masuk dan menutup pintunya kembali, lalu melangkah mendekati mereka.


“Mama siapa yang datang” Tanya Mexty penasaran, karena posisinya membelakanginya dan masih berada di pelukan Rania.


Zheihan pun melangkah semakin dekat dan berhasil membuat jantung Rania tidak berhenti berdetak.


Rania masih diam dan tidak berkata apa-apa, karena penasarannya kini tidak lagi beraturan.


“Mama ... Ada apa?” Tanya Mexty kebingungan saat Rania diam.


Entah keberanian dari mana yang di peroleh Zheihan sehingga ia ikut berbaring di sebelah kanan Mexty.


Mexty yang merasa ada seseorang yang ikut berbaring di sebelahnya ia pun menoleh ke belakang.


“Apa pekerjaan ayah sudah...” Perkataan Mexty terhenti saat melihat Zheihan di sebelahnya sambil tersenyum.


“Apa kamu tidak merindukan paman?” Tanya Zheihan sambil tersenyum. Ia sengaja tidak mengatakan “Papa” karena ia takut Mexty membencinya.


“Mexty ... Apa kamu ingin jalan-jalan? Paman akan membawamu pergi ke taman hiburan, kemudian membeli banyak mainan, bagaimana?” Zheihan mengabaikan pertanyaan dari Rania, ia memang sengaja sebab ia sudah lelah berdebat dengan Rania.


Mexty hanya bisa diam, melihat keduanya secara bergantian.


Apakah Papa sengaja mengabaikan Mama? batin Mexty.


“Karena Mexty sudah bangun, Jadi Mama mau pergi.” Ujar Rania lalu bangkit dari tempat tidur. Namun sebelum Rania menginjakkan kakinya di lantai, sebuah tangan mencekal pergelangannya.


“Jangan pergi, Aku mohon tinggallah sebentar saja.” Ujar Zheihan lirih. Rania pun menoleh dan menatap Mexty.


“Kalau Mama ingin pergi, pergi saja, Mexty akan mengurus Paman jelek ini.” Tutur Mexty sangat santai.


Sedangkan Zheihan yang mendengarkan hal itu, seakan-akan ia merasa sesuatu ada yang aneh.


“Baiklah, Mama pergi.” Ujar Rania lalu Menundukkan kepalanya untuk memberikan Mexty sebuah ciuman.

__ADS_1


Cup


Mata Rania membulat lebar saat ia merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya, dan itu bukanlah milik Mexty, melainkan milik Zheihan.


Bagaimana bisa? Lalu di mana Mexty? Pertanyaan demi pertanyaan terbesit di pikiran Rania. Apa yang terjadi? Kenapa ia bisa mencium Zheihan begitu saja.


Mexty yang merasa Rania akan menciumnya, dengan terpaksa ia merosot ke bawah dan bersembunyi di balik selimut demi menghindari ciuman itu.


Tapi nas, saat ia mengintip dari balik selimut ia malah melihat keduanya saling berciuman di depan mata Mexty secara live.


Aku rasa sudah melakukan kebaikan untuk mereka, batin Mexty kegirangan. Akan tetapi ...


Rania yang menyadari bahwa yang di cium bukanlah Mexty ia pun menarik bibirnya.


“Mexty!!!!” Teriak Rania memenuhi ruangan itu.


Mexty pun menyembulkan kepalanya dari balik selimut dengan ketakutan.


“Siapa yang mengizinkanmu menghadiri Mama!!” Teriak Rania kesal.


Sampai ia pun lupa jika masih ada Renzo di sana yang sedang tersenyum melihat tingkah laku Zheihan.


“Mama ... Kapan lagi Mexty berbuat baik lagi.” ujarnya santai dan polos.


“Mexty!!!”


TBC


Di Part 01, 02 & 03


ada perubahan yaa, silahkan kalo mau baca ulang 🥳🥳🥳


See You 🥳

__ADS_1


__ADS_2