Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 50~ Rania Cemburu


__ADS_3

Happy Reading


“Papa! Mau aku tunjukkan bagaimana cara merayu Mamaku dengan benar?” ujar Mexty kegirangan.


“Tidak perlu! Dasar bocah ingusan!” seru Zheihan semakin kesal, menanggapi Mexty. Padahal ini baru sehari bertemu sudah membuat ia pusing.


Bukannya dulu Mexty sangat penurut saat pertama kali bertemu? Kenapa sekarang berubah drastis.


“Papa! Kamu harus belajar dari ku, seperti ini.” ujar Mexty lalu duduk di pangkuan Rania dan menangkup wajah Rania.


Zheihan yang melihat itu hanya bisa melongo dan membeku.


“Mama … Mexty minta maaf yaa, Mexty janji tidak bakalan nakal lagi, Mama jangan marah yaa?” tutur Mexty lembut, dengan menunjukkan pupy eyes dan cemberut.


Rania yang melihat tingkah laku Mexty yang sangat imut, sehingga membuatnya luluh.


“Mama tidak marah kok,” ujar Rania sambil tersenyum.


“Wleekk Mexty menang?!” seru Mexty kegirangan.


Zheihan yang sudah sangat kesal dengan ucapan Mexty.


“Tidak, Papa tidak kalah, yang benar seperti ini.” ujar Zheihan kemudian menarik tekuk Rania dan mengecup bibir mungil milik Rania.


Cup …


Cup …


Zheihan tersenyum penuh kemenangan.


“Papa!!!” seru Mexty kesal dengan Zheihan, lalu menampar pipi kanannya.


Plak!

__ADS_1


“Astaga Mexty!!” geram Zheihan, menoyor kepala Mexty.


Berbeda dengan Rania yang masih terpaku dengan perbuatan Zheihan secara tiba-tiba menciumnya. Detak jantungnya berdegup kencang lebih dari biasanya.


Rania pun menoleh kearah Zheihan, dan menatap bibir sexynya. Zheihan yang sudah menyadari bahwa Rania menatap dirinya ia pun pura-pura tidak menyadarinya.


“Apakah masih kurang sayang?” ucap Zheihan secara tiba-tiba dan mengedipkan matanya.


“Ti … tidak!” ujar Rania gelagapan.


“Kenapa Papa tidak pergi kerja saja!” seru Mexty.


“Aku seorang CEO tampan dan menawan, aku memiliki banyak bawahan, jadi suka-suka dong,” ujar Zheihan santai. Kemudahan merangkul pundak Rania.


Plak!


Mexty memukul tangan Zheihan. “Jangan sentuh Mamaku!!” seru Mexty, lalu memeluk tubuh Rania dengan erat.


“Baiklah, aku rasa mulai besok kamu akan tinggal di asrama anak-anak.” ujar Zheihan.


“Astaga kalian ini!! Bisa tidak jangan bertengkar seperti Tom and Jerry??” tegur Rania, karena sudah mulai pusing menanggapinya.


“Papa duluan yang mulai,” ujar Mexty sekenanya, padahal dari awal sudah jelas, bahwa dirinya yang mulai lebih dulu.


“Kamu ini!! Jelas-jelas kamu mulai duluan.” geram Zheihan mencubit pipi imut Mexty.


“Huhuhu … Papa jahat!” seru Mexty lagi-lagi berpura-pura menangis.


“Sudahlah, aku mau tidur capek mengurus kalian.” ujar Rania, lalu merebahkan tubuhnya.


Zheihan pun ikut berbaring di sampingnya, tetapi Mexty merangkak dan berada di tengah-tengah mereka.


“Hei … kenapa kamu di sini?” tanya Zheihan.

__ADS_1


“Mexty ingin tidur.” ujarnya santai, lalu memejamkan matanya dan terlelap.


Zheihan dan Rania pun saling pandang dan tersenyum. Dan Zheihan pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Rania, lalu mencium bibirnya sekilas.


“Terima kasih sayang,” ujar Zheihan, dan mendapatkan anggukan dari Rania.


Kemudian ia beralih mencium kening Mexty dengan lembut.


“Selamat bobok sayangku.” ujarnya.


Setelah itu ia pun bangkit dari atas kasur, Rania yang menyadari hal itu, ia pun ikut bangun dan memberanikan diri untuk bertanya.


“Kamu mau ke mana?” tanya Rania sedikit ragu.


Zheihan pun menoleh ke arah Rania.


“Kenapa tidak tidur? Katanya tadi capek hemm?” tanya Zheihan lembut, sambil mengelus rambut Rania.


“Jawab pertanyaan ku dulu!” seru Rania cemberut.


“Astaga sayangku, aku tidak mau kemana-mana, aku hanya ingin ke ruang kerja saja.” ujar Zheihan sambil memberikan kecupan singkat di keningnya.


“Jadi kamu gak pergi ketemu dengan wanita yang pernah mau kamu nikahi?” tanya Rania lirih, karena ia tidak teela jika Zheihan menikah lagi.


Zheihan pun tersenyum lalu memeluk tubuh Rania untuk menenangkan pikirannya.


“Jangan terlalu banyak pikiran, aku pergi kerja dulu.” ujar Zheihan lembut mengecup puncak kepala Rania.


“Baiklah.” ujar Rania lembut.


“Tidurlah, nanti malam kita akan pergi jalan-jalan.” tutur Zheihan lembut.


Rania pun mengangguk.

__ADS_1


TBC


Like kalian sangat berarti untuk author 😉 jadi like yaa 😍


__ADS_2