
“Ini?” tanya Raka menunjuk pada handuk kecilnya.
Dengan cepat Atika mengangguk antusias. Raka yang tidak tahu apa alasan Atika, sehingga ia hanya bisa menurutinya dan memberikan pada Atika.
Ketika ia hendak mengambil kemeja di dalam lemari. Tetapi tangannya lebih dulu di tarik oleh Atika. Dan duduk di pinggir ranjang.
“Hei apa yang mau lakukan?” tanya masih mode loading.
“Paman hanya perlu duduk dan diam, Atika akan membantu Paman mengeringkan rambutnya.” ujar Atika sangat polos, lalu mendekatkan diri pada Raka.
“Hah??” Raka kebingungan, “Sudahlah, tidak perlu.” seru Raka, lalu hendak bangun.
“Paman duduk!!” teriak Atika sambil menarik tangan Raka. Sehingga dengan terpaksa Raka pun kembali duduk.
Atika yang merasa senang, ia pun dengan cekatan menundukkan kepalanya Raka, dan meletakkan handuk di kepalanya.
Kemudian, secara perlahan ia mengusap rambut Raka dengan lembut.
Raka yang hanya bisa menunduk dan menatap kearah sprei.
“Kenapa kamu mau melakukannya?” tanya Raka pemasaran, dan masih dalam posisi yang sama.
“Karena Paman sudah janji mau menikahi Atika kalau sudah dewasa,” ujar Atika dengan polosnya sambil mengusap rambut Raka.
“Bukannya kalau orang dewasa melakukan seperti ini?” ujar Atika.
Raka terkejut mendengar perkataan dari Atika, ia pun langsung mendongakkan kepalanya.
Deg,
Deg,
Deg,
Jantung Raka berdetak kencang, karena jarak antara dirinya dan Atika begitu dekat. Sehingga dapat ia lihat dengan jelas sepasang mata kelinci milik Atika yang sangat bersinar, hidung mancung, bulu mata yang lentik, kulit yang mulus dan yang terakhir adalah bibir mungil Atika dan terlihat sexy.
Kenapa dia sangat cantik? Akhh .... lama-lama aku terkena serangan jantung, astaga?!! sumpah pengen di terkam!! batin Raka, jantungnya masih tidak normal, dan terus berdetak kencang.
Begitu juga dengan Atika, jantungnya yang mulai berdetak kencang lebih cepat dari biasanya, tatapan Raka membuat dirinya terbuai oleh ketampanannya.
__ADS_1
Ya Ampun ... Paman sangat tampan pengen cium lagi, batin Atika, sambil memainkan bibirnya.
Raka yang sudah kehilangan akal sehatnya, sehingga tanpa disadari, ia pun mendekatkan wajahnya kemudian menempelkan bibirnya dengan milik Atika.
Paman menciumiku? batin Atika kegirangan.
Raka tersadar saat bibirnya sudah menempel, ia bahkan mengumpat malu dihatinya. Dan dengan cepat ia pun melepaskan ciumannya.
Astaga!!! Kenapa aku menciumnya?!! umpatnya kesal, kemudian menundukkan wajahnya dan mengusap dengan kasar.
“Paman mencium Atika?” seru Atika tersenyum senang, (alias saking polosnya dia🤣).
Raka yang mendengar suara Atika, ia pun mendongakkan kepalanya.
“Atika sayang Paman!!” seru Atika langsung berhambur ke dalam pelukan Raka, tanpa memperhatikan Raka yang masih menggunakan bathrobe saja.
Raka masih terdiam dan membisu, tanpa ada niatan untuk membalas pelukannya. Sampai ada akhirnya Atika merenggangkan pelukannya dan menatap Raka dari dekat.
“Paman! Atika gak mau sekolah.” ujar Atika cemberut.
“Lah kenapa?” tanya Raka penasaran.
“Tidak. Kamu harus sekolah!" seru Raka berusaha melepaskan pelukan Atika. Tetapi Atika semakin mengeratkan pelukannya.
“Gak mau!! Pokoknya Atika mau jalan sama Paman!” celetuk Atika cemberut.
“Atika ... ka ...”
“Pokoknya gak mau sekolah!!” teriak Atika kesal.
Astaga, kenapa aku merasa inilebih sulit membujuk dia dari pada Mexty, batin Raka tersiksa.
“Gimana kalau sepulang sekolah hmm??” ujar Raka sambil mengelus rambut Atika.
“Pulang sekolah?”
Raka mengangguk.
“Paman janji?” seru Atika.
__ADS_1
“Iya janji.”
*****
Di sisi lain, Rania dan Zheihan pun sudah mengantar Mexty ke sekolah.
“Sayang, kamu gak boleh nakal di sini, nanti sepulang sekolah Mama jemput.” ujar Rania lembut.
“Mama, Mexty tidak mau sekolah!!” seru Mexty berhasil membuat semua orang menoleh ke arahnya.
Rania hanya bisa menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskan kembali. Lalu ia menyenggol lengan Zheihan.
“Gimana?” tanya Rania lirih.
“Sebentar.”
Zheihan dan pun berjongkok di hadapan Mexty.
“Kalau Mexty sekolah yang benar, nanti Papa bikinin adek gimana mau? Jadi nanti Mexty punya teman di rumah,” bisik Zheihan agar tidak didengar Rania.
Mexty masih berpikir maksud dari ucapan Zheihan, ia baru saja teringat kata-kata Adek yang diucapkan oleh Raka beberapa Minggu lalu.
Kalau aku punya adek, berarti aku tidak jadi obat nyamuk sendirian di rumah kan? Kalau begitu Mexty mau dong, tapi bagaimana Papa bisa membuat adik untukku? Apa menggunakan tepung terigu, mantega, margarin, coklat terus apa lagi? batin Mexty sambil memikirkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.
( Aduh sayangku Mexty, bukan begitu sayang!!! Lama-lama author juga gemes!😵😵🤣)
“Papa serius kan?!” tanya Mexty menyakinkan sekali lagi, bahwa ucapan Zheihan tidak berbohong.
“Iya sayangku.” ujar Zheihan mencium pipi tembem Mexty.
“Kalau begitu DEAL!!” seru Mexty sambil mengulurkan tangannya.
“DEAL!” seru keduanya.
TBC
Boleh minta like gak??
__ADS_1
Owh gak boleh yaa? Gak apa-apa kok, author gak marah 😉 Malah author mau bilang makasih 😘 udah mau mampir di novel recehan milik otor ini 🤣