Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 64~ Teka-teki Masa Lalu-part 2


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Flashback On~


University Of London ~


Seorang pemuda yang di kenal dingin dan cuek, kini sedang menyendiri di perpustakaan untuk membaca buku interpretasi.


Tiba-tiba ada seorang gadis duduk dihadapannya, dan terus menerus menatap wajah pemuda itu. Sehingga membuat pemuda itu merasa risih.


Lalu, ia pun mendongakkan kepalanya ke arah gadis itu, dengan tatapan dingin.


“Uh, senior menatap ku?” ujar gadis itu dengan tatapan berbinar.


“Bisakah kamu tidak mengikuti ku!" ujarnya Kesal.


“Eumm, gak bisa." ujarnya cemberut seraya menggelengkan kepalanya.


Pemuda itu pun menepuk jidatnya, karena frustasi menanggapi juniornya yang satu ini, yang mana setiap harinya selalu menempel padanya.


“Kamu!!!" serunya geram dengan nada rendah, karena ia takut mahasiswa yang ada di sana.


“Senior jangan gitu, aku mau belajar sama senior, ya ya." serunya kegirangan.


“Hazna!!" seru pemuda itu geram, sambil mencubit pipi gemasnya.


Yeah, dia adalah Hazna Ainun Wolverine, seorang gadis cantik asal Indonesia, dan dia merupakan gadis tomboi dan manja, bahkan bertingkah lucu. Ia mudah berinteraksi dengan orang lain, tetapi ia hanya ingin menaklukkan hati pemuda yang ada di hadapannya. Kini ia masih menginjak usia 20 tahun.


“Senior kenapa marah-marah terus?” tanya Hazna.


“Sudahlah, kamu membuatku membuang waktu saja." ujarnya datar dan kembali fokus membaca buku.

__ADS_1


“Yeah!Cody Rhodes Sheifen!!” teriak Hazna, membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh.


“What's up with her?” bisik salah satu mereka.


“I think she's a crazy woman.” sambung satunya.


Cody pun beranjak dari tempat duduknya, lalu menarik tangan Hazna ke dalam pelukannya. Kemudian ia menutup telinga Hazna agar tidak mendengar ucapan mereka yang sedang membicarakannya.


Hazna yang melihat itu, ia pun mendongakkan kepalanya, karena ia tidak mengerti kenapa Cody memperlakukannya seperti itu.


Cody pun menunduk dan menatap wajah cantik Hazna, sehingga keduanya saling bertatapan. Pada akhirnya Cody larut dalam tatapan mata itu, yang mana memiliki lensa berwarna biru layaknya orang Eropa. Entah mengapa Cody merasa gadis yang ada dihadapannya memiliki banyak rahasia, tetapi ia tidak dapat membaca alur pikirannya.


Hazna, siapakah kamu yang sebenarnya? Kenapa aku ingin selalu berada di sisimu, selamanya, meskipun aku kini tidak mampu membalas cintamu, karena aku takut, orang yang mencintaimu menyalahkan aku merebutmu, batin Cody. Lalu ia pun membawa gadis itu memeluknya.


(Sampai di sini dulu, di part selanjutnya author akan ceritakan kelanjutannya)


Flashback Off


“Tuan, anda sampai kapan ada di ruangan ini?" tanya seorang pria yang bertubuh kekar padanya.


Cody pun menoleh ke arah asistennya dengan tatapan yang sendu, sedangkan tangannya masih menyentuh foto yang ada dihadapannya.


“Tapi tuan ...," ucapannya terpotong.


“Cepat!! Atau kamu mau aku bunuh!" seru Cody kesal.


“Baik tuan.”


****


Seperti biasa, pagi yang indah nan cerah, jika tanpa ada perdebatan kecil antara Mexty dan Zheihan, dan kali ini perdebatannya, karena Mexty tidak mau berangkat sekolah, sedangkan Zheihan sudah tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membujuk sang buah hatinya.


“Mama!!" seru Mexty berlari menuju dapur dan memeluknya dari belakang


“Loh sayang, tadi kan Mama bilang sama Mexty, kalau mau bersiap pergi ke sekolah sama Papa." ujar Rania lembut, sambil fokus memasak.


“Gak mau!! Mexty gak mau sekolah!! Pokoknya Mexty tidak mau ketemu gadis jelek itu!!" renggek Mexty sambil menarik-narik baju Rania.


Sungguh, kali ini Mexty berbeda dengan sebelumnya, yang mana kini sangat manja. Padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu.

__ADS_1


“Mexty!! Ayo cepat!!" seru Zheihan dari kejauhan sambil menuruni anak tangga.


“Mexty tidak mau!!!!" teriak Mexty sekeras mungkin, sambil cemberut.


“Sayang, jangan gitu loh, kamu harus nurut sama Papa." saut Rania lembut.


“ENGGAK!" teriak Mexty sekali lagi.


“Mau sekolah atau asrama?!" ujar Zheihan sambil bersedekap di samping Mexty.


Seketika Mexty diam dan tertunduk, dan kini dalam pikirannya hanya ada Raka, agar bisa membantunya.


Rania pun berjongkok di hadapan Mexty.


“Sayang, nurut sama Papa ya?" ujar Rania lembut, sambil mengelus rambut Mexty.


“Tapi Mexty tidak suka bertemu gadis jelek itu," ujar Mexty menunduk.


“Lah kenapa sayang?”


“Mexty tidak suka di panggil cantik!" seru Mexty kesal.


“Kalau Mexty mau sekolah, nanti Papa janji membawa Mexty bertemu ayah Raka, jika tidak ..., lihat saja nanti apa yang terjadi." ancam Zheihan pada Mexty.


“Baiklah!" seru Mexty, pada akhirnya dan menyerah.


****


Pulau Anggrek.


Seorang wanita cantik dan usianya sekitar 38 tahunan, kini berada di taman bunga di belakang rumahnya, ia sangat menyukai pemandangan indah itu, meskipun hanya seorang diri, setidaknya ia merasa bahagia.


“Hazna ...,"


TBC


Maaf kalau merasa di ghosting oleh author kemarin, karena author sibuk persiapan untuk keluar kota, dan sekarang author sambil mengetik di perjalanan, semoga masih suka yaak.


Bagi-bagi sedekahnya yaak😘

__ADS_1


Thanks for All to my Readers 😍😍


__ADS_2