Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 106 ~ Mexty keracunan


__ADS_3

Happy Readers 😘


“Mexty sayang, bangun udah pagi,” seru Rania membangunkan Mexty sembari membuka gorden di jendela.


Sudah tiga kali Rania membangunkannya, tetapi Mexty tidak bangun sedikitpun. Bahkan Zheihan yang baru saja keluar dari kamar mandi ikut heran.


“Ada apa sayang?" tanya Zheihan lembut.


“Aku panggil Mexty dari tadi tidak bangun, coba kau periksa dia, soalnya sejak pulang dari restoran dia terlihat aneh,” jelas Rania sambil mengingat tali gorden.


Zheihan pun langsung menghampiri Mexty dan menyentuh keningnya.


“Astaga Mexty!” seru Zheihan seketika.


“Ada apa?” tanya Rania panik.


“Dia demam, kulitnya sangat panas!” seru Zheihan panik sambil mengangkat tubuh mungil tersebut. Lalu melangkah keluar kamar, Rania yang bingung langsung mengejar dan menghentikan langkahnya.


“Kau mau kemana?” tanya Rania penasaran.


“Mexty demam, ya tentunya ke rumah sakit!” ujar Zheihan berjalan menuruni anak tangga.


“Iya aku tahu dia demam, tapi apa kamu ingin menggunakan bathrobe ke rumah sakit?” tutur Rania berhasil menghentikan langkah Zheihan.


Zheihan pun menundukkan kepalanya melihat pakaiannya. Oh god, seru Zheihan saat menyadarinya.

__ADS_1


“Aku akan membawanya ke mobil, kau bawa dia ke rumah sakit terlebih dahulu, aku akan menyusulnya,” ucap Zheihan panik dengan nafas memburu.


“Iya, tapi cobalah tenang sedikit,” ujar Rania mengikuti langkah Zheihan yang begitu cepat.


“Hemm.”


Sesampainya di garasi, Zheihan pun memberikan Mexty pada Rania. “Kau gendong dulu, aku akan ganti baju,” ujar Zheihan lalu pergi.


“Astaga Zheihan,” seru Rania menghela nafas, lalu masuk ke dalam mobil sambil memangku Mexty.


“Sayang, bertahan sebentar,” bisik Rania sambil mengecup kening Mexty. Kemudian mengemudi mobilnya dan kecepatan tinggi.


Sedangkan Zheihan yang baru selesai berpakaian dan hanya menghabiskan waktu lima menit, dan menurutnya itu waktu yang sangat cepat. Akan tetapi ia sudah di tinggal oleh Rania.


***


Rania yang terburu-buru mencari dokter sambil menggendong Mexty, hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Dokter Qinzy.


“Dok, tolong anak saya,” ujar Rania gemetar dan membaringkan Mexty di atas brankar.


“Kau tenang saja, kami akan menanganinya,” ujar Dokter Qinzy dan mempersilahkan para perawatnya membawa Mexty ke dalam ruangan.


Rania pun duduk di kursi sambil menunggu kedatangan Zheihan. Namun, pandangannya tertuju pada sosok yang ia kenal berada di taman rumah sakit.


Anita? Apakah dia itu Anita? Tapi, apa yang dia lakukan di sini? batin Rania penasaran. Ingin menghampirinya, tapi ia takut pemeriksaan Mexty selesai dengan cepat.

__ADS_1


“Sayang, bagaimana keadaan Mexty?” tanya Zheihan yang baru saja tiba, tapi cara pakaiannya sedikit berantakan.


“Dokter masih belum  keluar,” jawab Rania masih fokus melihat ke arah seseorang.


Zheihan yang merasa aneh dengan Rania, ia pun mengikutinya arah pandangannya. Tetapi ia tidak tahu siapa yang berhasil membuat Rania terus menatapnya.


“Siapa yang kau lihat?” tanya Zheihan  penasaran.


“Ah iya kenapa?” tanya Rania seakan-akan baru sadar dari dunia lain.


“Aku tanya, siapa yang kamu lihat?”ulang Zheihan sekali lagi.


“Gadis itu, aku sudah satu tahun tidak bertemu dengannya, tapi pertemuan kali ini aku merasa ada yang janggal,” tutur Rania.


“Siapa namanya?” tanya Zheihan lembut.


“Anita, wanita yang dicintai oleh Raihan, tapi aku tidak tahu jelas dengan hubungan mereka yang berbelit-belit,” jelasnya.


“Ya sudah, jangan pikirkan mereka,” sahut Zheihan santai. Dan Rania pun mengangguk.


Tidak lama  kemudian, dokter pun keluar dan memberitahu pada mereka.


“Mohon maaf Tuan, Nyonya. Putra anda keracunan,”


TBC like dan Komen

__ADS_1


__ADS_2