Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 97 ~ Kisah Kasih Antara Aku, Kau & Dia


__ADS_3

Happy Readers 😘


.


.


.


Sore ini Raka terlihat sangat lelah meskipun ia hanya lelah dengan pikirannya, bahkan ia menolak untuk menjemput Atika di kampus dengan alasan masih banyak yang harus ia kerjakan, padahal ia masih berada dalam keadaan yang membingungkan.


Sejak awal pertemuan antara ia dan dirinya, hatinya sudah menolak akan kehadiran Atika, tapi kini seakan-akan menjadi belahan jiwanya. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apakah ia sanggup melukai hatinya? Haruskah ia menghilang tanpa kabar? Sungguh, ini adalah pilihan terberat dalam hidupnya.


Atika, kenapa aku aku harus jatuh cinta padamu? Kenapa? Meskipun sejak awal aku sudah mengunci hatiku dengan rapat sejak aku kehilangan Agatha, tetapi kehadiranmu merubah kehidupanku, batinnya.


Raka yang dikenal sebagai pria yang dingin, cuek dan tanpa ekspresi, tapi kini ia meneteskan air matanya. Hatinya sakit tatkala ia mengingatkan semua waktu yang ia habiskan selama setahun terakhir.


“Paman, Atika ingin masakan Paman!”


“Paman, aku tidak mau pulang!”


“Paman, Atika rindu pada Paman!”


“Paman, tidak bolehkah Atika memeluk Paman?”


“Paman, apakah aku cantik?”


“Paman, janji tidak mau meninggalkan Atika?”


“Paman, janji harus menikahi Atika!”

__ADS_1


“Pokoknya Paman punya Atika titik!”


Kata-kata itulah yang selalu terngiang di telinganya, ingin rasanya ia kembali ke masa lalu, tapi ia tahu bahwa waktu teruslah berlalu.


“Apakah aku harus pergi?” tanya Raka pada dirinya sendiri.


Berkali-kali ia menghela nafas untuk menenangkan dirinya, tetapi ponselnya berdering untuk yang kesekian kalinya, dan itu tidak lain dari Atika. Ingin mengangkat panggilan tersebut, tapi ia butuh ketenangan sejenak, jadi ia mengabaikan begitu saja.


***


Hal yang sama seperti yang dialami oleh Anita saat ini. Sesuatu yang ia takutkan sejak dulu, kini benar-benar terjadi padanya. Namun, ia hanya bisa menahannya untuk diri sendiri, meskipun ia mengatakan yang sebenarnya tapi hidupnya mungkin tidak akan lama lagi.


“Hai, ada apa denganmu? Aku perhatiin sejak aku masuk ruangan, kau terus melamun?” tanya dokter Qinzy lembut sambil menggeser kursi, lalu duduk di sebelah brankarnya.


“Entahlah, aku tidak tahu,” jawab Anita sembari tersenyum hambar.


“Jika tidak ingin tersenyum, maka jangan paksakan tersenyum, mengerti?” ujar dokter Qinzy tersenyum, karena mengetahui semua apa yang dialami oleh Anita.


“Apakah ada sesuatu yang membebani pikiranmu?" tanya dokter Qinzy sedikit khawatir, lantas ia mengusap wajah Anita.


“Tidak, mungkin aku hanya merasa kecapekan saja,” ujar Anita santai.


“Katakan saja, jika kau tidak memberitahuku, bagaimana aku bisa membantumu?” bujuk dokter Qinzy, berharap Anita mengatakan semuanya.


Bagaimana aku bisa mengatakannya? Sedangkan hatiku saat ini sedang jatuh cinta padamu, batin Anita menahan diri agar tidak menangis.


“..." Anita hanya terdiam dan tidak menjawab sepatah katapun.


“Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menjawab pertanyaanku," ujar dokter Qinzy lembut.

__ADS_1


Anita, apa yang bisa aku lakukan untuk menyembuhkan mu? batin dokter Qinzy.


Sepuluh menit telah berlalu, keduanya sudah terdiam selama itu. Sampai pada akhirnya seorang perawat masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Permisi dokter Qinzy, pasien di kamar Alera nomer tiga belas keadaan tiba-tiba sesak nafas,” tutur perawat itu.


“Baiklah, aku akan ke sana,” jawab dokter Qinzy lembut. Lalu, perawat itu pergi begitu saja.


“Aku harus pergi, kau tidak apa-apa kan, aku tinggal?”


“Tentu saja, pergilah!”


Dokter Qinzy pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu.


Terima kasih sudah menjagaku selama ini, batin Anita.


***


Raihan membiarkan Mexty bermain komputernya, sedangkan ia berbicara dengan Audira di ruang tamu.


“Apa kau tidak ingin tinggal di sini?” tanya Raihan lembut.


“Tidak, bukannya kita menikah saat di Los Angeles hanya untuk kepentingan pribadi, jadi kau tidak memiliki hak apapun padaku,” tutur Audira santai.


“Tapi kita sudah menikah!” seru Raihan.


“Iya aku tahu kita menikah, tapi apa yang aku dapatkan setelah menikah dan tinggal bersamamu? Sedangkan hati dan kasih sayangmu masih tertinggal untuk Anita bukan diriku, aku harap kau mengerti sampai di sini, dan biarkan aku bebas seperti dulu lagi,” ucap Audira panjang lebar.


...TBC...

__ADS_1


...Like dan Komen 🤩...


NB: Di sini libur Zheihan dan Rania yakk🙂


__ADS_2