
Happy Readers 😍
.
.
.
Kembali lagi pada Zheihan yang kini duduk di kursi sebelah bangsal Rania dan terus menatapnya. Sedangkan yang ditatap terus memerhatikan wajah Mexty yang comel.
“Zheihan, apa dia putraku?" tanya Rania sambil mencubit pipi gembul Mexty.
“Bukan."
“Tadi kamu bilang ...," belum sempat Rania melanjutkan ucapannya, Zheihan terlebih dahulu memotong ucapannya.
“Putra kita sayang," ujar Zheihan memotong perkataan Rania.
Blush ...
Wajah Rania mulai merona saat mendengar penuturan Zheihan yang memanggilnya dengan sebutan sayang.
“Mama, apakah Mama bisa melepaskan cubitannya?" seru Mexty datar tanpa ekspresi, dua sedikit kesal karena Rania tidak mengingatnya, di tambah lagi dengan tingkah Rania yang terus mencubit dan menciumnya dengan gemas.
“Utututu ... Sayang Mama cup ..." ujar Rania lagi-lagi mencium Mexty.
“Papa, panggil ayah sekarang juga, aku tidak ingin di sini." celetuk Mexty kesal.
“Mexty tidak suka sama Mama?" tanya Rania lembut. “Zheihan, kenapa sayangku tidak mau di sini?" tanya Rania sendu menatap wajah Zheihan.
“Sayang, bukan seperti itu, dia marah karena kamu melupakannya." ujar Zheihan lembut sambil mengelus rambut Rania.
__ADS_1
“Oiya Zheihan, kapan kita menikah?" tanya Rania heran, karena dalam ingatannya sekarang adalah bahwa dirinya dan Zheihan masih sekolah.
Zheihan pun mendekatkan kepalanya di telinga Rania. “Bagaimana kalau kita menikah lagi, dan memberikan adik untuk Mexty, bagaimana?" bisik Zheihan ditelinga Rania..
Rania terpaku dan terdiam, mencoba untuk mencerna ucapan Zheihan, sesekali ia mengedipkan matanya berkali-kali.
“Menikah lagi?" ulang Rania.
“Papa!!! Cepat telpon ayah!" seru Mexty kesal.
“Baiklah sayang, sebentar," ujar Zheihan lalu mengambil ponselnya dan menelpon Raka untuk menjemput Mexty.
*****
Di belahan dunia, seorang gadis cantik sedang menatap ke arah jendela, ia menunggu seseorang selama sepuluh hari lebih.
“Apakah dia tidak akan pernah kembali lagi?" tanyanya pada dirinya sendiri.
“Sudahlah, sekarang asalkan misiku sudah selesai, jadi, setelah itu aku tidak perlu menjadi asistennya lagi," ucapnya berusaha untuk tersenyum.
“Halo," sapa seseorang dari seberang dengan suara beratnya.
“Aku sudah menyelesaikan tugasku, apakah aku boleh mengundurkan diri?" tanya gadis itu pada seseorang di seberang telepon.
“Apakah gaji yang aku berikan masih kurang?" tanyanya mencoba untuk selembut mungkin.
“Tidak, tapi aku sudah tidak ingin terlibat dalam dunia Mafia, bolehkah aku berhenti?" tuturnya mencoba untuk tegar.
“Roselle kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanyanya dari seberang.
“Tidak, biarkan aku hidup tenang, tanpa harus terlibat dalam dunia Mafia, bolehkah kamu melepaskan aku?" ujar Roselle berusaha untuk tidak menangis.
__ADS_1
“Tidak. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan mu! Kamu itu adalah tawanan ku!" hardiknya dari seberang.
“Aku sudah tidak sanggup lagi Zhaif, biarkan aku pergi, ku mohon," ujarnya lirih.
“Kamu jangan pergi ke manapun, tetap di situ! Aku akan berangkat sekarang!" ucapnya dengan nada tinggi, lalu mematikan panggilannya.
Roselle Merqury Hans, gadis cantik berusia 26 tahun, dia adalah asisten pribadi Zhaif, tetapi gadis itu bukanlah asisten yang di rengkrut secara resmi, tetapi secara paksaan. Karena dia adalah seorang anak dari komplotan Mafia, yang mana sudah menjadi musuh Zhaif. Jadi, Zhaif menjadikan asistennya hanya ingin memperalatnya.
Tuhan ... bisakah aku menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kebahagiaan? batinnya.
Di sisi lain, Zhaif yang mendapatkan panggilan dari Roselle dan ingin mengundurkan diri, dengan cepat ia pergi menggunakan jet pribadi.
Roselle sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu pergi, batin Zhaif.
Jika boleh jujur, ia sangat takut untuk kehilangannya, meskipun pada awalnya dia hanya ingin memperalatnya saja. Tapi seiring berjalannya waktu, cinta itu hadir di hatinya, sehingga ia tidak berani untuk mengatakannya.
*****
LiKe dari atas Yee 🤧
Visual
Zhaif Markeu Wolverine (28 tahun)
Roselle Merqury Hans (26 tahun)
Ini Visual pilihan Author yaak 🙄🤣 terserah kalian mau haluin siapa saja boleh.
__ADS_1
*****
TBC