Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 62~ Mexty Vs Auraf


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


“Mexty, jangan lari-lari sayang, Mama sama Papa takut kamu akan nyasar.” ujar Rania jongkok di hadapan Mexty, dan begitu juga dengan Rania.


“Mama sama Papa tenang saja, aku Mexty yang genius!" seru Mexty percaya diri.


“Jenius dari mana? Kamu aja hampir membunuh Papa!” celetuk Zheihan datar. Ia kembali teringat dengan kejadian beberapa Minggu yang lalu, saat Mexty mengancamnya untuk memotong adik juniornya dengan pisau kecil kesayangan Mexty.


"Mexty, apa yang katakan Papa benar?” tanya Rania penasaran.


“Tidak. Papa berbohong.” ujar Mexty santai sambil berkacak pinggang.


“Zheihan, jangan mengajarinya berbohong!" celetuk Rania sambil menjewer telinga Zheihan.


“Awwh sayang, sakit!!" seru Zheihan.


“Hai, Rania bukan?” tanya seseorang yang baru saja datang.


Rania dan Zheihan pun menoleh ke sumber suara itu.


“Hai Livia, apa kabar?” seru Rania langsung memeluk tubuh Livia.


“Aku baik, kalau kamu bagaimana?” tanya Livia sambil menyentuh pipi Rania.


“Seperti yang kau lihat.” jawab Rania tersenyum. “Oiya, kamu ke sini ngapain?” tanya Rania celingak-celinguk.


“Aku mengantar keponakan ku, karena kakakku sibuk." keluh Livia.

__ADS_1


“Aunty!” seru Mexty kegirangan.


Livia yang mendengar suara yang ia kenali, ia pun menoleh ke sumber suara itu.


“Ya ampun, Baby Mexty!" seru Livia kegirangan dan sambil mencubit pipi Mexty.


Zheihan dan Rania melihat itu kebingungan, pasalnya ini merupakan pertemuan pertama kali.


“Kalian kok saling kenal?” tanya Zheihan.


“Eh, Zheihan?! Kalian sudah nikah?” tanya Livia kebingungan dan penasaran.


“Iya.” ujar Rania cengengesan.


Livia pun mengangguk sebagai tanda mengerti.


“Aunty!!! Kenapa meninggalkan aku sendirian!!” seru seorang gadis mungil sambil memegang gulali.


Rania yang penasaran ingin tahu seperti apa keponakannya Livia, ia pun sedikit mengintip.


“Eh, itu kamu kan?” tanya Rania antusias.


Begitu juga dengan Mexty yang sudah mengenali suara gadis itu, ia pun berjalan mendekatinya.


“Kamu!!!” teriak Mexty dan gadis itu bersamaan.


Mereka yang melihat keduanya saling berteriak, ia hanya bisa menepuk jidatnya.


“Mama, dia yang mengatakan bahwa Mexty cantik!" ujar Mexty mengadu pada Rania.


“Tidak! Auraf hanya mengatakan yang sebenarnya Bibi, karena dia mirip seperti anak gadis.” celetuk gadis itu. Dan dia yang tidak lain adalah Auraf.


“Aku bukan perempuan!!!” teriak Mexty kesal dan tentunya sudah berkacak pinggang.


Auraf yang notabe-nya nakal, manja dan suka jahil, ia hanya bisa meladeni Mexty dengan ejekan sekali lagi.

__ADS_1


“Wlekk, anak cantik, anak cantik!” seru Auraf sambil mengulurkan lidahnya.


“Cutie, jangan seperti itu, nanti Aunty aduin sama Momy mau?” ujar Livia sambil mengancam Auraf.


“Ahh, Aunty gak asik!" seru Auraf sambil bersedekap.


“Haishh, kenapa sekarang jadi perdebatan anak kecil!” celetuk Rania menepuk jidatnya.


“Mexty mau bermain atau mau bertengkar?” tanya Zheihan pada Mexty.


“Baiklah, Mexty akan bermain saja, dari pada aku meladeni gadis jelek seperti dia.” celetuk Mexty sok bijak dan tentunya sudah kayak orang dewasa.


“Aku tidak jelek!! Aku cantik dan imut tahu!!” teriak Auraf kesal dan cemberut.


“Sabar-sabar.” ujar mereka bertiga, lalu mengelus dada masing-masing.


“Imut dari Hongkong wlewkkk!!” seru Mexty menjulur lidahnya.


“Dasar bencong!!” seru Auraf kesal dan saling jengkelnya.


“Apa kamu bilang?!!" geram Mexty.


Rania yang melihat itu, ia pun menggendong Mexty. Dan begitu juga dengan Livia melakukan hal yang sama, sebelum perdebatan sengit akan terjadi.


“Mama lepaskan Mexty!! Mexty ingin mencincangnya!!!" seru Mexty sambil memberontak dalam pelukan Rania.


“Aunty turunkan aku!! aku ingin memukulnya!” seru Auraf juga memberontak pada Livia.


Auraf yang mengatakan seperti itu, karena dia sudah di latih oleh orangtuanya bermain karate. Dan begitu juga dengan Mexty yang sudah bisa memegang senjata kecil yang berupa pisau. Tetapi Raka tidak memperbolehkannya untuk membawa kemana-mana, kecuali Mexty sudah dewasa.


“Rania, aku rasa kita akan bertemu lagi, dan tentunya tidak membawa mereka.” ujar Livia dengan wajah frustasinya.


“Yeah, aku harap begitu.”


**TBC

__ADS_1


Persiapkan hati kalian, beberapa part lagi kota akan masuk pada konflik tentang orang tua Rania 😍😍, karena ini akan bersangkutan dengan dunia Mafia 😁.


Like & komen dulu dong, biar author Semangat 😍**


__ADS_2