
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
Di mansion utama, Nyonya Abelia sedang berdiskusi dengan suaminya, terkait kehidupan Rania.
“Pah, apa kita tidak ingin memberitahu Rania tentang masa lalu orang tuanya?” tanya Abelia lembut.
“Mah, kita harus sabar. Rania masih amesia mah, nanti Papa takut dia akan tertekan.” ujar Tuan Jack's masih kebingungan.
“Iya juga, tapi setidaknya Rania tahu siapa orang tuanya, dia bukan lagi anak kecil Pah," tutur Nyonya Abelia.
“Kita tunggu Rania sampai sembuh, karena aku takut itu akan membuat ia semakin hancur.” ujar Tuan Jack's sambil menyeruput kopi.
“Apa Zhaif sudah mendapatkan informasi Cody?”
“Iya, Cody sekarang ada di Busan, dan aku sudah meminta Zhaif menyelidikinya." tutur Tuan Jack's terdengar geram.
“Apa yang kamu akan lakukan?” tanya nyonya Abelia khawatir. “Aku harap kamu tidak akan membunuhnya, kamu tahu kan, bahwa Hazna masih mencintainya, tapi kita yang menjauhkan mereka.” tutur Nyonya Abelia sedikit khawatir dan lirih.
“Kamu mengasihi pria bejat seperti dia?!! Kamu tahu sendiri kan, kalau Hazna kabur karena Cody ingin membunuh Rania saat masih dalam kandungannya?!” bentak Tuan Jack's penuh emosi.
“Tapi kamu harus ingat!! Dia itu ayah kandung Rania! jika kamu membunuhnya, maka Rania akan membencimu seumur hidup?!” teriak Nyonya Abelia tidak kalah sengit.
“Akhhh!!!”
“Tenangkan dirimu, kita harus menemui Hazna di pulau Anggrek (Hanya fiksi belaka 🤣🤣)." tutur Nyonya Abelia berusaha menenangkan suaminya.
“Apakah Rania akan menyalahkan kita, karena mengasingkan ibunya?" tanya Tuan Jack's pada nyonya Abelia sedikit khawatir.
“Tidak, Rania tidak akan membencimu, kecuali kamu menjadi pembunuh orang tuanya.” tutur Nyonya Abelia lembut.
__ADS_1
“Tapi Hazna sudah seperti orang gila! Dan aku tidak mungkin membawa orang lain masuk sembarangan ke pulau itu, kecuali Adeen." ucapnya gusar.
“Aku mengerti, aku mengerti jika kamu sangat mengkhawatirkan keadaannya, tapi ku mohon, tenangkan dirimu.”
“Terima kasih,"
“Sama-sama, aku yakin Hazna akan bahagia jika ia bertemu Rania, tapi Rania masih dalam penyembuhan, kita harus menunggu sampai waktu yang pas, karena selama ini kita selalu menundanya,"
“Kamu benar, Rania yang selama ini masih seperti anak kecil dan sangat manja.”
“Sudahlah, jangan bahas itu dulu, Raihan tadi bilang akan pulang besok.”
“Hemm.”
****
Di belahan dunia.
Di sebuah ruangan yang bernuansa Eropa, tetapi warna gelap, ia sedang mengintrogasi seseorang, dan tidak hanya itu saja, karena ia juga mengikat tangannya dengan rantai.
“Cepat katakan!!” hardiknya dengan tatapan yang menakutkan.
“Cih!” ia meludahi orang tersebut.
“Aku beri kamu satu kesempatan untuk mengatakannya, jika tidak ...," ucapnya terdengar garang, bahkan bawahannya juga ketakutan padanya.
“Cepat katakan!! Atau peluruku ini akan menembus jantungmu!”
“Saya tidak tahu Tuan!” serunya masih dalam ketakutan.
“Kau!!! Cepat katakan! Di mana kamu membawa wanitaku pergi?!!” teriaknya penuh dengan amarah, lalu ia tersenyum smirk, sambil mengarahkan pistol tepat di jantungnya.
“Sa ... saya ...,”
Orang itu tidak berani mengatakannya, dimana wanita yang sudah berpuluhan tahun ia melindunginya dan membawa pergi dari kehidupannya pria yang kini sedang mengintrogasinya, tapi kali ini nyawanya menjadi taruhannya, setelah sekian lama bersembunyi, kini sudah ketahuan.
“Cepat!!”
__ADS_1
“Sa ... saya membawanya ke kediaman Wolverine Tuan," ucapannya gugup.
“Akhhhh!!"
Brakk!!
Dor!! (Menembak tombok)
“Kenapa kamu membawanya ke sana?!! Akghhhh!!!" teriak pria itu dengan frustrasi.
Jadi, selama ini aku tidak bisa menemukannya, karena di lindungi oleh kakaknya!! Hazna, aku merindukanmu, batinnya tersiksa.
Ia tertunduk dan mengusap wajahnya dengan gusar, rasa bersalah kini menyelimuti hatinya, ia yang tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu, sampai wanita yang di cintanya pergi meninggalkannya, setelah ia kembali dari perjalanan bisnisnya.
Hazna, apakah kamu merindukanku? Apakah kamu menungguku? Hazna aku janji akan kembali padamu, tunggu aku, aku akan menemui mu, batinnya.
Pria yang di interogasi olehnya merasa ada yang aneh dengan suasana saat ini, yang mana melihat seorang ketua Mafia yang terkenal kejam, kini terlihat terpuruk.
Apa yang sebenarnya terjadi? Bukannya Tuan sendiri yang ingin menyakiti Nyonya Hazna? batin pria itu.
Yeah, dia adalah asisten pribadinya di tahun yang silam, karena ada konflik dalam keluarga majikannya dan membawa Nyonyanya pergi, agar terselamatkan dari konflik itu.
“Akhhh!!! Cody!!! Dasar kau bodoh!!!” teriak pria itu menyalahkan dirinya, “Kenapa kamu bodoh!" teriaknya terus menyalahkan dirinya.
YEAH, Dia adalah Cody Rhodes Sheifen , seorang pria yang mendalami dunia gelap sampai memiliki julukan The King Mafia in Africa, hampir 20 tahun terakhir. Dia sangat di kenal dunia dengan tempramennya kejam, sadis dan egois, tetapi hatinya hanya mencintai satu wanita selama hidupnya.
Wanita pertama kali yang berhasil meluluhkan hatinya, di masa kuliahnya.
Flashback On~
TBC
Adakah yang penasaran??
Maaf part ini tidak ada Keluarga Gajenya(Zheihan, Rania dan Mexty 🤣)
Insyaallah nanti malam kalau ada waktu aku lanjutin 😍**.
__ADS_1
Bonus 🤣