Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 90 ~ Kehadiran Seseorang Dari Masalalu


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


.


Rania sempat terkejut karena melihat seseorang yang pernah ada di masa lalunya, dan dia adalah Malvin.


Ini adalah pertemuan pertama mereka sejak 8 tahun terakhir, di mana Malvin pernah mengatakan cintanya pada Rania di hati sebelum Ujian Nasional, tetapi Rania menolaknya, entah bagaimana mereka bisa di pertemukan kembali dengan cara seperti ini.


“Rania, kenapa kamu jadi bengong?" tanya Malvin melambaikan tangannya di depan wajah Rania.


“Eh iya," Rania pun tersadar dari lamunannya, “Oiya, ada apa kesini?"


“Kenapa tidak boleh? Bukannya kita berteman?" ucapnya lembut sambil menyunggingkan senyumannya.


“Hehehe iya, kalau gitu kita ngobrolnya duduk aja," ajak Rania pada Malvin.


Mereka pun duduk secara berhadapan, Malvin yang terus tersenyum menatap wajah Rania, sedangkan Rania merasa canggung dengan tatapannya itu.


“Rania, apa kau menikah dengan Zheihan?" tanya Malvin.


Pertanyaan yang membuat Rania bingung alur pembicaraannya, kenapa Malvin menanyakan hal seperti itu padanya?.


“Iya, bagaimana denganmu?" ucap Rania santai dan tersenyum kaku.


“Aku belum menikah, karena aku dulu pernah berharap bahwa setelah kembali dari Norwegia, aku bisa menikahi mu, tapi aku tidak menyangka bahwa kamu sudah menikah," tuturnya tersenyum hambar.

__ADS_1


“Malvin, aku sudah pernah bilang bukan? kalau aku tidak akan pernah jatuh cinta ...,"


“Selain Zheihan kan?" seru Malvin memotong perkataan Rania.


“Iya."


“Ran, aku tidak tau kenapa kamu bisa jatuh cinta padanya, sampai kau terus menolaknya, bahkan dia tidak lebih baik dariku?" ucap Malvin sekenanya, dan berhasil membuat Rania menyunggingkan senyum yang sinis.


“Kau bilang dia lebih baik darimu? Kamu salah Malvin, Zheihan adalah pria yang bertanggung jawab, tidak seperti dirimu yang terus mencampakkan wanita setelah kau pakai." Rania yang sudah tahu tentang kehidupan Malvin sejak mereka masih berada di bangku SMA.


Malvin hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, bahkan ia sedikit menyesal karena telah mengatakan kata-kata yang berujung tertuju padanya. Bagaimana bisa Rania tahu tentang hal itu?.


“Maaf, aku salah," ujar Malvin lirih.


“Tidak apa-apa, tapi aku harap kamu bisa melupakan kenangan yang membuatmu terluka, dan cobalah untuk benar-benar mencintai seorang wanita, sekarang kamu bukan lagi anak remaja yang masih butuh didikan."


“Aku tidak tahu, aku saja masih belum bisa melupakan kejadian delapan tahun yang lalu," ucap Malvin sambil menundukkan kepalanya, “Tapi aku yang berharap lebih terhadapmu."


“Aku tidak tahu Rania, tapi menurutku wanita lebih suka uang dari pada cinta,” ujarnya lirih sambil menunduk.


“Tapi Anisa tidak kan?” tanya Rania tiba-tiba teringat pada adik kelasnya dulu, yang diam-diam menyukai Malvin.


“Anisa? Kenapa kamu mengungkit itu lagi? Aku sudah tidak pantas untuk dia,”


“Maka belajarlah mencintai wanita dengan tulus,” ujar Rania lembut.


“Rania, meskipun kita tidak pernah bertemu selama ini, tapi hatimu tetap seperti malaikat, dan tentunya, Zheihan akan beruntung memilikimu,” ucapnya tersenyum.


“Terima kasih,” jawab Rania sambil tersenyum manis, “Sebenarnya kamu kesini untuk apa?” tanya Rania penasaran.


”Tidak ada,”


“Jangan bilang kau ingin melamar ku?” tanya Rania tiba-tiba menahan tawanya.

__ADS_1


“Jangan ketawa tidak lucu!” seru Malvin malu.


Rania benar-benar tidak bisa menahan tawanya, ia yang sudah menyadari dari sebelumnya kalau Malvin ingin melamarnya, tapi ia yang mengalihkan pembahasan terlebih dahulu.


Malvin yang tidak tahu lagi mau bilang apa? karena Rania benar-benar memahami dirinya.


Rania, kau malaikat tanpa sayap yang hadir di dunia ini, untuk mengubah beberapa hal yang kita lalui, bahkan kau wanita yang tangguh, lalu siapa yang tidak ingin memilikimu? Tapi aku harap kau akan terus bahagia, batin Malvin menatap Rania yang sedang tertawa.


****


Sedangkan di Perusahaan Zheihan yang masih diruang rapat, padahal ia sudah merindukan istrinya dan ingin menelponnya. Tetapi ia masih terjebak di dalam ruangan yang membosankan itu.


Apalagi pertemuan kali ini adalah dengan teman sekolahnya waktu SMA dulu, dia adalah seseorang yang pernah ingin menjebak dirinya di saat hari perpisahan, dan ia masih mengingat sandiwara wanita tersebut saat itu.


Berbeda dengan wanita itu tersenyum puas karena bisa bertemu dengan Zheihan setelah sekian lama tidak bertemu dengannya.


Zheihan, jika dulu aku gagal memilikimu, tapi kali ini aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, batin wanita itu.


“Bagaimana Tuan Zheihan tentang perusahaan kami? Apakah anda tertarik untuk kerja sama?” tanya wanita itu.


“Nona Alvina, presentasi anda terkait proyek ini sangat luar biasa, tapi saya masih mempertimbangkan terlebih dahulu,” jawab Zheihan santai dan tenang.


“Baik Tuan Zheihan," jawabnya sambil tersenyum smirk.


Lihat saja Zheihan, aku pasti mendapatkan mu kali ini, batin wanita itu.


Setelah rapat selesai, Zheihan pun langsung meninggalkan ruangan.


Entah bagaimana dia bisa datang ke sini? Akhhhh, padahal selama 8 tahun terakhir kita tidak pernah bertemu, bisa-bisanya dia muncul sekarang akhhh, Zheihan pun mengacak-acak rambutnya.


Like dan Komen 🤩


TBC

__ADS_1


__ADS_2