
Happy Reading 🥰
.
.
.
“Gak becus!” seru seorang wanita penuh amarah. “Kenapa kalian melakukan hal sekecil itu tidak bisa hah?!” bentaknya sekali lagi.
“Maaf Boss, tapi wanita itu sangat hebat, bahkan dia menyembunyikan sebuah pistol di dalam tasnya,” tutur dari salah satu anak buahnya.
“Halaah kalian memang tidak berguna, padahal hanya menghabisi seorang wanita lemah seperti dia saja tidak mampu!” ucapnya marah. “Percuma saja aku membayar kalian dengan mahal, ckckck,” sambungnya sinis.
“Kami tidak berbohong boss, dia sangat hebat!” celetuk satunya lagi.
“Sudahlah, kalian lanjutkan rencanaku,” titahnya.
“Siap boss!”
“Hemm.”
Setelah kepergian mereka berdua, ia memukul meja dengan perasaan kesal, senyuman sinis terlihat jelas di wajahnya.
Rania, aku akan membalas semua perbuatanmu!
***
Zheihan baru selesai rapat bersama para dewan direksi, setelah itu ia pun kembali keruangannya. Ia mulai memejamkan matanya, memikirkan banyak hal yang terjadi belakangan ini.
“Aku tidak bisa membiarkan Rania sendirian, tapi aku harus menyelesaikan pekerjaanku selama satu Minggu,” ucapnya bermonolog pada dirinya sendiri.
Dringg ~~~
Ponselnya berdering nyaring hingga membuat ia tersadar dari lamunannya. Dengan cepat ia mengangkat ponselnya.
__ADS_1
“Halo, apa kamu di perusahaan?” tanya seseorang dari seberang telepon.
“Iya, kenapa?” tanya Zheihan penasaran.
“Berhati-hatilah, kedepannya kalian akan mendapatkan banyak masalah.”
“Kak Raka, apa maksudmu?” tanya Zheihan bingung.
Benar. Raka yang sedang menelponnya saat ini, karena ia mendengar dari anak buahnya bahwa seseorang yang akan datang ke Indonesia hanya demi menghancurkan keluarga Zixte.
“Aku tidak tahu dengan jelas, tapi orang itu berasal dari masa lalu kalian, tenang saja aku akan membantu kalian,” tutur Raka bijak.
“Kak Raka, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?” tanya Zheihan penasaran.
Raka pun terdiam, bagaimana ia bisa memberi tahu bahwa ia sudah banyak mengendalikan sistem di Indonesia. Bahkan ia merahasiakan semua itu dari Rania.
“Tidak, hanya seseorang yang memberitahuku,” jawab Raka santai. “Baiklah, ku tutup dulu telponnya.”
Panggilan pun selesai, ucapan Raka berhasil membuatnya berpikir keras. Siapa orang yang berasal dari masa lalu mereka?
“Permisi Pak!” seru seseorang dari pintu.
“Iya masuk!”
“Dokumen untuk proyek minggu ini, mau saya letakan dimana?” tanyanya.
“Taruh saja di atas meja!”
“Baik!”
Jiwa sebagai bawahannya merasa takut tatkala mendengar suara dingin darinya.
Glekk. Kenapa Pak Zheihan hari ini menakutkan?
***
__ADS_1
“Mexty sayang, apa kamu ingin ikut dengan Bu guru?” tanya Audira lembut pada Mexty.
“Aku ikut!” seru Auraf tiba-tiba.
“Tapi Auraf sebentar lagi di jemput oleh Mommy,” tuturnya.
“Tidak mau! Aku mau ikut dengan Bu guru cantik!” seru Auraf cemberut.
“Ya sudahlah, kau saja yang ikut Bu guru, aku mau ikut Paman saja!” cibir Mexty.
“Hahh, iya iya Mexty ikut Paman,” sahut Raihan pasrah.
Semoga aku tidak terkena oleh omelan dari singa kecilku, batin Raihan.
“Hemmm.”
Sepuluh menit kemudian, mereka telah tiba di Villa tempat tinggal Raihan dan Audira. Kedua bocil tadi saling bertatapan sinis satu sama lain.
Auraf si gadis cilik yang tidak pernah lelah mengejek orang lain, sampai ia memberikan tatapan mata dan senyuman mengejek Mexty.
“Yeyy, akhirnya aku tetap bisa bermain dengan Dedek Mexty!” seru Auraf lalu memeluk tubuh mungil Mexty.
“Lepaskan aku!” (😵)
Audira dan Raihan melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya.
Tidak pernah akur, batin keduanya.
TBC
Like dan Komen
See you next time
Thanks for all, sudah mau mampir dan memberikan likenya🥰
__ADS_1