
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
Di sebuah rumah mewah, mereka hidup bahagia dan menjadi keluarga yang sangat harmonis. Mereka adalah Zheihan, Rania dan malaikat kecilnya bernama Mexty.
Meskipun dalam setahun Rania dan Zheihan menikah, tapi mereka masih belum mempunyai anak lagi dengan alasannya karena Mexty masih terlalu kecil.
“Sayang, udah siap belum?" teriak Rania dari arah dapur memanggil putranya.
”Iya Mama tunggu sebentar, ini Papa yang bikin lemot!" seru Mexty dengan suara cemprengnya.
“Baiklah, jangan lama-lama!" teriak Rania lalu melanjutkan menyiapkan makanan diatas meja. Kini ia sudah menjadi dewasa, tidak seperti tahun sebelumnya yang memiliki sifat kekanak-kanakan.
Selang beberapa menit kemudian, Zheihan dan Mexty pun menuruni anak tangga, dan langsung duduk di meja makan.
“Kenapa kalian sangat lama?” tanya Rania kesal.
“Tadi Papa yang lemot, Mexty sudah selesai duluan, tapi Papa tadi masih ngaca mulu," ucap Mexty sekenanya.
“Hei bocah, mana ada aku seperti itu? kamu yang terus mengoceh tidak jelas." protes Zheihan tidak mau mengalah pada putranya.
“Sudahlah, kalian jangan bertengkar pagi-pagi, aku jadi pusing." ujar Rania lembut.
“Mama, Dady kok gak kesini lagi?" tanya Mexty tiba-tiba.
“Ngapain tanya Dady?" ucap Zheihan tidak suka.
__ADS_1
“Kenapa? Mexty lebih sayang Dady dari pada Papa wlewkkk," Mexty menjulurkan lidahnya pada Zheihan.
“Mau Papa lempar ke asrama?" tanya Zheihan tersenyum smirk.
“Tidak! Mexty tidak mau!”
“Sudah jangan pada ribut," seru Rania melerai pertikaian mereka, “Mexty, Dady udah kembali ke Korea." ujar Rania lembut.
“Yeah, padahal Mexty masih ingin bermain dengan Dady," ucap Mexty cemberut.
“Kalau begitu kita lain saja ke Korea," ujar Zheihan.
“Papa janji?" seru Mexty kegirangan.
“Iya sayang, Papa janji," ujar Zheihan lembut.
****
Di tempat lain, Raka yang mengantar Atika pergi ke kampus, dan kini mereka pun telah sampai di gerbang University of Heinz.
“Mau minta uang?" tanya Raka kebingungan.
“Bukan, aku mau salim," ujar Atika kegirangan.
“Sudahlah tidak perlu, kita masih belum menikah," Raka pun tersenyum mengelus rambut Atika dengan lembut.
“Jadi selama ini Paman tidak pernah suka sama Atika?" tanya Atika cemberut.
“Bukan begitu, kamu harus belajar yang benar, masa depan kamu masih panjang, mengerti?" tutur Raka sangat lembut, sampai membuat Atika tidak bisa berkata apa-apa.
“Kenapa sih Paman kalau ditanya sayang sama Atika pasti itu terus jawabannya, kan aku jadi kesal!" ujar Atika semakin cemberut.
“Ya sudah, kalau begitu kamu masuk kelas sana," ucap Raka lembut.
__ADS_1
“Paman, kan Atika cuman pengen tahu Paman suka gak sama Atika?!" tanya Atika kesal.
“Iya, Paman sayang sama Atika," ujarnya lembut sambil tersenyum.
“Paman gak bohong kan?" tanya Atika sekali lagi untuk memastikan bahwa ucapan Raka benar-benar tulus.
Cup
Raka pun mencium kening Atika, kemudian menangkup wajahnya dan ...,
“Sudah percaya?" tanya Raka.
“Iya, aku percaya," seru Atika kegirangan lalu mencium pipi kanan Raka.
“Atika pergi dulu!" seru Atika bersemangat keluar dari dalam mobil.
Atika, jangan salahkan aku jika aku pergi dan menghilang dari dunia mu, mungkin benar apa yang di katakan oleh bunda mu kemarin, bahwa kamu harus fokus mengejar mimpimu, sedangkan aku hanyalah seseorang yang menggangu mu, batin Raka.
****
Rania yang baru saja menyelesaikan design baju pengantin yang ke sekian kalinya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya.
“Bu Rania, ada seseorang yang mencari anda," tuturnya lembut sambil membungkukkan badannya.
“Baiklah, aku akan menemuinya." Rania pun merapihkan kertas yang menjadi coretan-coretannya.
Setelah itu, ia pun berjalan menuju ruang tamu, dan ia dapat melihat sosok pemuda yang tampan, bahkan usianya mungkin hampir sama dengan Zheihan.
“Hai, apa kabar?" sapa orang tersebut melambaikan tangannya.
“Malvin?”
**TBC
__ADS_1
Like & Komen**