
Happy Readers 😍
.
.
.
“Kau pikir hidupku juga baik?! Tidak?! Karena kamu yang menghancurkan masa depanku?! Dan sekarang kamu datang hanya untuk menyalakan aku??!! Lalu siapa yang egois??!! Jawab aku Zheihan??!! Kamu yang menghancurkan harapan yang ada di hatiku ... Dan aku berusaha untuk baik-baik saja selama ini ... Tapi ... Kamu datang dengan sejuta Amarah dan ke egoisanmu ... Lalu apa kau pernah berpikir bagaimana aku menjalani hidup selama ini?!!! Jawab Aku Zhei??!!” Bentak Rania mengeluarkan semua isi hatinya, Karena ia sudah tidak tahan lagi.
Sungguh kali ini hati Rania benar-benar hancur. Air mata yang tak seharusnya mengalir kini pun pecah seketika.
Zheihan membisu saat Mendengar setiap ucapan yang di lontarkan oleh Rania padanya. Dia dapat merasakan kehancuran dari hatinya.
Jadi dia menghilang selama ini adalah kesalahanku? Batinnya
Lalu ia pun berjalan mendekati Rania, Namun, sebelum ia benar-benar mendekat seseorang di bawah mencegahnya.
“ Uncle ... Tolong tinggalkan kami ... " Ucap Mexty lirih dengan tatapan sendu. Jelas ia tidak terima jikalau Mamanya menangis.
Zheihan pun berhenti melangkah,lalu berjongkok di hadapan Mexty.
“Apa kau tahu jika aku adalah Ayahmu? Sehingga kau sengaja mendekatiku?” Tanya Zheihan pada Mexty lembut seraya mengelus rambutnya.
“Uncle bukan Papa Mexty!! Mexty tidak punya Papa seperti Uncle!!” Bentak Mexty pada Zheihan.
“Baiklah Uncel pergi.” Ujar Zheihan, lalu bangkit dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Papa ... Maafkan Mexty ... Mexty tidak bermaksud mengusir Papa ... Tapi ... Mexty hanya tidak ingin Mama menangis. Batinnya, Lalu berjalan mendekati Rania yang sedang terpuruk.
__ADS_1
“Mama ... Uncle jahat sudah pergi!” Ujar Mexty, seraya mengelus-elus rambut Rania. Sontak Rania pun mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Mexty yang tersenyum.
“Maafkan Mama sayang ... Seharusnya Mama tidak membuatmu melihat Mama dan Papa bertengkar” Ujar Rania lirih.
“Mama tidak perlu minta maaf ... Karena Mexty selalu sayang Mama.” Ujar Mexty lembut.
Rania pun memeluk tubuh mungil Mexty dengan erat.
Sayang maafkan Mama yang bodoh ini ... Maaf karena mama terlalu lemah. Mama janji akan selalu membuatmu bahagia . Batin Rania
🥀🥀🥀🥀
Di sisi lain, Atika yang sudah rapi dengan pakainya dengan mengunakan hodie berwarna putih dan jeans levis, sehingga membuatnya terlihat sangat imut dan cantik.
Dia pun berjalan keluar kamarnya sambil celingak-celinguk mencari seseorang.
Karena ia penasaran, ia pun berjalan menuruni menuruni anak tangga. Yeah, Raka lebih suka tidur di kamar bawah dari pada di lantai dua.
Dengan perlahan-lahan Atika mendekati gagang pintu Raka dan mengendap-endap masuk. Huhhh ... Atika menghela nafas lega, karena kamar itu kosong dan terlihat sangat rapi. Atika yang di selimuti rasa penasaran ia pun berjalan menuju balkon.
“Waww ... Ternyata kamar paman rapi bangeeeeet" Seru Atika kegirangan dan terus melangkah ke arah jendela. Lalu membuka tirai agar cahaya mentari dapat memasuki ruangan.
Sedangkan Raka yang baru saja selesai mandi, dan hanya mengenakan handuk, sehingga nampakan dada sixpacknya. Ia terlihat santai keluar dari kamar mandi dan mengusap kepalanya mengunakan handuk kecil. Sampai ia tidak menyadari seseorang yang tengah menatap tubuhnya penuh takjub di balik tirai.
Omaigaaaatttt ... Paman ganteng bangeeeeet ... Kalo gitu ... aku mau deh jadi istri mudanya ... eh apaan sih gak jelas banget hehehe ... Tapi paman beneran ganteng ... ahh bundaaa ... Atika pengen karungin Paman ... Huaa ... Paman bener-benar tampan . Batin Atika penuh dengan imajinasi.
Raka terus berjalan mendekati lemari yang ada di dekat jendela. Ia pun membuka pintu lemari dan masih tidak menyadari bahwa Atika ada di dekatnya, dengan perasaan yang tidak menentu.
Saat ia menutup pintu lemari, seketika jantungnya berhenti berdetak, saat ia merasa ada seseorang di balik tirai. Dan ..
__ADS_1
“Kyaaaa!!! Dasar bocah!!! Ngapain di sini?!!” Teriak Raka dengan suara cemprengnya, sehingga membuat burung citcuit sedang pacaran langsung lari dari ranting pohon yang ada di samping rumahnya.
“Hehehe ... Aku kira paman tidak ada.” Ujar Atika cengengesan, dan tidak merasa bersalah sama sekali.
“Keluar gak!!!" Bentak Raka
“Baik Paman!!!” Seru Atika, lalu berlari keluar secepat kilat.
Haissh dasar bocah!! Hah ... kenapa aku jadi deg-degan begini yaa?? Batin Raka.
.
.
.
.
TBC
**Like
komen
Favorit
Hadiah
Hanya itu yang author minta 😌**
__ADS_1