
Happy Reader
.
.
.
Keesokan harinya, Rania terbangun, secara perlahan ia membuka matanya agar bisa melihat dengan jelas. Namun saat ia hendak bangun, tubuhnya ada tangan yang melingkar di atas perut.
Zheihan ...
Rania pun membalikkan badannya menghadapnya dan dapat ia lihat lekuk wajah Zheihan dengan jelas, bahkan terlihat sangat tampan.
Perlahan ia pun mengangkat tangan Zheihan secara perlahan, agar Zheihan tidak terbangun, begitu juga dengan sang buah hatinya.
Kalian sangat menggemaskan kalau sedang tidur , batin Rania. Kemudian mencium kening Mexty dan Zheihan secara bergantian.
Setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Setelah dari kamar mandi ia pun keluar kamar tanpa membangunkan keduanya.
Kedua insan yang sedari tadi berpura-pura tidur dan terus mengintip Rania dari balik selimutnya. Kini mereka membuka selimut dan saling berhadapan.
“Tosss!” seru Zheihan dan Mexty sambil tertawa kecil.
Yeah, mereka hanya berpura-pura tidur, karena sebelumnya Mexty terbangun lebih dulu dan ingin pergi memasak. Tetapi Zheihan lebih dulu mencegahnya. Sehingga mereka pun kembali tertidur saat Rania mulai bergerak.
“Papa, apakah Mama benar-benar bisa masak?” tanya Mexty sedikit ragu, karena selama ini hanyalah dirinya yang sering memasak untuk Rania.
“Iya tenang saja, sekarang Mexty tidak perlu masak lagi, cepat mandi karena hari ini kamu akan sekolah.” ujar Zheihan lembut sambil mengecup kening Mexty.
“Apa?!” seru Mexty terperanjat kaget dan langsung duduk, setelahmendengar pernyataan dari Zheihan.
Zheihan pun ikut bangun.
“Hei kenapa?” tanya Zheihan lembut.
“Papa, Mexty tidak ingin sekolah huaa ...” seru Mexty pura-pura menangis.
“Yakin tidak mau sekolah?” tanya Zheihan sekali lagi.
Mexty pun mengangguk kegirangan.
“Kalau begitu aku akan mengantarmu ke asrama.” ujar Zheihan santai sambil bangun.
“Tidak!!!” teriak Mexty seketika dan langsung menahan tangan Zheihan untuk bangun.
__ADS_1
“Baiklah Mexty sekolah saja." ujarnya lirih dan pasrah.
“Itu baru anak Papa!” ujar Zheihan, langsung mengangkat tubuh mungil Mexty ke atas.
“Papa!! Cepat turunkan Mexty!!” teriak Mexty karena takut akan terlepas dari tangan Zheihan.
Zheihan pun membawa Mexty ke dalam gendongannya, tanpa ada niatan untuk menurunkan Mexty.
“Cepat mandi, Papa akan membantu Mama masak,” ucap Zheihan lembut.
“Baiklah, tapi turunkan aku dulu.” pinta Mexty.
“Cium Papa dulu dong.” ucap Zheihan manja.
Cup
Mexty pun mendaratkan ciuman di pipi kiri Zheihan. Sedangkan Zheihan yang masih belum puas dengan ciuman dengan Mexty.
“Lagi, di sini.” tunjuk Zheihan pada pipi kanannya.
Cup
Mexty pun menurutinya.
“Kok sebentar?” tanya Zheihan seakan-akan kecewa.
Cup
Cup
Cup
Cup
Mexty pun memberikan bertubi-tubi kecupan di wajah Zheihan.
“Sudah.” seru Mexty datar.
“Makasih sayang."
“Kalian sudah bangun?” tanya Rania secara tiba-tiba, membuat keduanya menoleh kearahnya.
“Mama.”
“Sayang.” seru keduanya secara bersamaan.
__ADS_1
“Kompak banget sih.” ujar Rania berjalan menghampiri mereka.
“Sudah ayo sarapan.” ajak Rania.
“Tapi Mexty belum mandi." ujar Mexty cengengesan.
“Setelah sarapan ya sayangku.” ucap Zheihan lembut.
“Okay Mom!” seru Mexty kegirangan.
“Sayang, apa kamu tidak apa-apa?” tanya Zheihan lembut.
“Memangnya kenapa?” tanya Rania berbalik tanya.
“Tidak ada.” ujar Zheihan tersenyum.
Mereka bertiga pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan, sehingga Zheihan merasakan bahwa pagi ini, di penuhi oleh sejuta kebahagiaan dan terlihat harmonis.
Rania, setelah ingatanmu kembali, aku harap kamu tidak akan meninggalkan aku lagi, batinnya.
****
Raka yang sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi menggunakan Bathrobe. Ia pun mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Tiba-tiba ...
Ceklek
Pintu kamarnya terbuka lebar, karena dia lupa untuk mengunci pintunya semalaman.
“Paman!!!” seru Atika menerobos masuk, sedangkan Raka hanya diam mematung menatap ke arah Atika di hadapannya, yang mana jarak mereka hanya lima langkah.
“Ouwh ... Paman baru selesai mandi hehehe ...," ujar Atika cengengesan sambil menatap k arah Raka yang menurutnya sangat tampan.
“Ada apa?” tanya Raka dingin, lalu pergi menuju lemari untuk mengambil baju.
“Mau Atika bantuin gak?” tanya Atika polos, lalu berjalan mendekati Raka.
Raka yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Atika, dia hanya bisa loading sementaranya.
“Bantuin apa?” tanya Raka penasaran.
“Berikan handuknya padaku.” pinta Atika polos sambil menjulurkan tangannya pada Raka.
“Hah??”
**TBC
__ADS_1
Like dulu baru lanjut 😍**