Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 79 ~ Patsuri Bucin


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Keesokan harinya, seperti biasa Mexty pergi ke sekolah, dan kali ini bukan diantar oleh Rania dan Zheihan melainkan Raihan.


Setelah sampai di sekolah, Raihan kembali bertemu dengan Audira. Tapi kali ini ia ingin menanyakan sesuatu hal yang penting padanya.


“Audira," panggil Raihan menghentikan langkahnya dan Audira pun menoleh.


“Iya ada apa Raihan?" tanya Audira lembut.


“Eumm, apakah kamu tahu dimana rumahnya Anita?" tanya Raihan sedikit ragu.


Audira terkejut saat mendengar nama yang sangat familiar baginya, dan tentunya itu adalah nama sahabatnya.


“Anita? Apakah kamu bertemu dengannya? Katakan padaku dimana kamu bertemu?" bukannya pertanyaan dari Raihan, Audira lebih panik dari Raihan.


“Jangan bilang kamu tidak bertemu dengannya?" tanya Raihan mencoba untuk menebak.


“Bukannya dia menghilang sejak hari dulu? Bahkan aku sangat merindukannya." ujar Audira lirih.


“Hah? Kenapa dia menghilang dari kita? Apakah ada yang dia sembunyikan?" ucap Raihan merasa frustasi.


“Apa kamu masih mengharapkannya?” tanya Audira lirih dan menundukkan kepalanya.


Seketika Raihan membisu dan terdiam, bagaimana ia bisa mengalami keadaan yang sesulit ini, bahkan saat di Los Angeles, ia hanya bisa berpura-pura menikah dengannya, demi mendapatkan surat WNA.


Namun ternyata kini ia serasa terjebak dalam dua hati secara bersamaan, sebab ia menyembunyikan semuanya dari keluarganya. Bahkan ia tidak tahu hatinya milik siapa, tapi yang jelas ia masih menunggu penjelasan dari Anita yang menghilang dari kehidupannya.


Keduanya terdiam, sampai pada akhirnya Audira harus masuk kelas.


“Maaf, aku harus pergi." ujar Audira lirih, lalu pergi meninggalkan Raihan yang masih terdiam.


Audira, maafkan aku, karena aku masih belum bisa memberikan hatiku padamu sepenuhnya, walaupun aku tahu kamu mencintaiku, tapi aku sadar kita memiliki banyak perbedaan, batin Raihan.


****


Raka yang mengantar Atika sekolah, dan sampai disana ia bertemu dengan Gaiden, bersama temannya.


“Paman, ini Gaiden! Ganteng kan?" ujar Atika kegirangan.

__ADS_1


Gaiden yang merasa diprovokasi oleh Atika, ia hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, saat matanya bertemu dengan tatapan Raka yang menurutnya sangat mengerikan.


Eh buset dah, apa dia Paman Atika? Sampai- sampai gue merasa ingin menerkam ku, batin Gaiden.


“Hai Paman! Paman ganteng banget!" seru teman Atika.


“Tidak boleh! Wleek." seru Atika menjulurkan lidahnya pada temannya itu.


“Bisakah kau lepas tanganmu?” tanya Raka lembut.


“Eh iya.” ucap Atika gelagapan lalu melepaskan tangannya.


“Baiklah aku akan pergi ke kantor sekarang, sekolah yang benar." ujar Raka sambil mengelus rambut Atika dengan lembut.


“Siap Kapten!" seru Atika memberikan hormat pada Raka.


Sehingga hal itu membuat Raka dan temannya ingin tertawa, tetapi mereka menahannya.


“Aku pergi.” ujar Raka dan berlalu.


“Dadah Paman!” seru Atika melambaikan tangan.


“Aku rasa si bocah dimanja oleh Paman raka.” cibir Gaiden.


“Kalau iri bilang bos!" seru Atika sekenanya.


****


Berbeda dengan Zheihan yang tidak mau berangkat kerja, karena ingin berada dirumah bersama Rania, sampai Rania sendiri bingung harus bagaimana? karena ia sendiri harus pergi ke butik, tapi Zheihan melarangnya.


“Zheihan! Berikan kuncinya!" teriak Rania yang kesekian kalinya, bahkan ia kini terlihat kesal.


Sedangkan Zheihan hanya duduk santai didepan TV menonton acara sambil ngemil, sampai ia tidak menghiraukan ocehan Rania yang sedang kesal.


“Zheihan!!! Aku ingin pergi bekerja!" teriak Rania kesal.


Zheihan masih saja cuek.


Rania yang sudah lelah karena kesal pada Zheihan, pada akhirnya ia pun menyerah dan duduk disampingnya Zheihan dengan wajah cemberut.


“Cie ... cie lagi ngembak!" goda Zheihan sambil menoel pipinya Rania.


“Jangan sentuh aku!"


“Cie ..., marah.” goda Zheihan sekali lagi.


“Zheihan!! Kau ...,” awalnya Rania yang ingin teriak pada Zheihan, namun saat ia menoleh, matanya saling bertemu, dan kesekian kalinya Rania semakin terpana pada Zheihan, karena menurutnya, Zheihan semakin tampan.

__ADS_1


“Kenapa? Apa aku sangat tampan kan?” tanya Zheihan menggoda Rania.


Rania yang hampir terbuai, ia pun mempertahankan diri kalau lagi marah padanya.


“Siapa juga hem!" seru Rania cemberut.


“Jangan marah yaa, nanti mukanya jelek.” ujar Zheihan sambil mencubit hidung Rania.


“Bodoh amat!" seru Rania kesal.


“Ihh kok gitu sih, jangan marah, nanti malam kita jalan-jalan yaa, sama baby Mexty juga." ujar Zheihan mencoba untuk membujuk Rania.


“Pergi saja sendiri!"


”Tapi aku akan mengajak Mexty ke tempat yang paling indah." seru Zheihan sambil merentangkan tangannya, sehingga dengan sengaja mengenai wajah Rania.


“Zheihan!!!” Rania pun kesal dan kesal.


“Hahaha ..., lucunya!" geram Zheihan, lalu menarik Rania ke dalam dekapannya.


“Zheihan! Stop it!"


“Tidak mau, sekarang aku ingin menikmati sehari bersamamu, tanpa ada bocah nakal itu.” ujar Zheihan tersenyum manis, dan mengeratkan pelukannya.


“Kamu yang nakal!" seru Rania kesal dan mencubit pipi Zheihan dengan kuat.


“Awwhhh ..., sakit sayang." seru Zheihan mengaduh kesakitan.


“Bodoh amat!”


“Utututu jangan marah.” ujar Zheihan mencium kening Rania dengan lembut.


“Hemm!”


****


Berbeda dengan Tuan Cody kini tengah berdiri di depan pintu mansion kediaman Wolverine, karena ia ingin memastikan bahwa istrinya ada di dalam, dan ia akan mencoba untuk menjelaskan semua tragedi di masa lalu, yang mana informasi itu ia baru dapatkan semalam. Dan ia harap tidak ada perselisihan di antara keduanya.


Ting tong ...


Ting tong ...


**TBC


Like dulu Baru lanjut 😊


Like dan komentar yaak 😊

__ADS_1


Maaf, kalau baca novelnya serasa nonton sinetron yang berbelit-belit🙈**


__ADS_2