
Happy Reader 🤩
Tuan Jack's yang mendengar kabar bahwa Cody sedang berada di Indonesia, ia berharap bahwa Rania tidak bertemu dengannya. Sedangkan dirinya kini berada di pulau Anggrek untuk menemui adiknya.
“Kak, apakah Zhaif tidak datang?" tanya Hazna lembut. “Andaikan aku memiliki seorang anak, mungkin aku tidak akan kesepian disini." ujarnya lirih.
Tuan Jack's yang mendengar hal itu, ia merasa menjadi kakak yang tidak berguna untuknya, yang mana ia menyembunyikan buah hatinya darinya. Andaikan dulu tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya, mungkin sampai saat ini, ia tidak akan menyembunyikannya.
“Tidak, Zhaif masih belum kembali, jika kamu merindukannya, aku bisa meminta dia datang, atau kamu bisa bertemu dengan Raka." tutur Tuan Jack's lembut.
“Sejak kapan Raka disini? Bukannya dia tinggal di Belgia bersama neneknya?" tanya Hazna.
“Sebulan yang lalu."
“Baiklah, aku ingin bertemu dengannya." ucap Hazna lembut.
Hazna yang tidak menunjukkan bahwa dirinya merindukan seseorang, bahkan dia ingin bersamanya kini. Tapi dia tidak berani menentang Tuan Jack's, karena Tuan Jack's masih mengira bahwa Hazna masih mengalami gangguan jiwa.
Kejadian 24 tahun yang lalu, membuatnya hampir gila bertahun-tahun, bahkan jiwanya merasa hampa dan seperti boneka hidup. Bahkan ia tidak tahu bahwa dirinya telah melahirkan seorang bayi. Tapi yang ia ingat jelas, bahwa cintanya hanya untuk satu pria. Dan kini ia berharap disisa hidupnya bisa bertemu dengan orang yang ia cintai dimasa lalu, meskipun baginya itu adalah hal yang sangat mustahil.
Dunia yang ia lewati setiap malamnya terasa sunyi dan sepi, tinggal di sebuah mansion kecil dan mewah serta hanya beberapa pelayan, meskipun demikian, hatinya masih terasa kosong.
Hazna tidak tahu, kenapa masa lalunya begitu mengerikan, yang mana Tuan Jack's melarangnya untuk meninggalkan pulau itu. Dengan alasan bahwa pria yang dulu ia nikahi ingin membunuhnya, sampai ia harus kabur dari pria itu.
Tetapi berbeda dengan hatinya, yang mana ia masih berharap kehadirannya, meskipun ia menyadari bahwa ia sempat ingin di bunuh olehnya di masa lalu.
Aku tidak tahu, mengapa aku mengharapkan bahwa kamu akan hadir disisa hidupku, meskipun aku tahu bahwa aku yang dulu mengejarmu, seharusnya aku menerimanya jika kau pergi begitu saja dari hidupku. batin Hazna.
****
Mexty yang baru keluar dari kelas, kini ia menunggu seseorang untuk menjemputnya di gerbang sekolah.
“Hai adik cantik!" seru seseorang dari belakang, dan tentunya ia sudah tahu siapa dia.
“Dasar jelek! Aku tidak cantik!!" seru Mexty kesal.
“Hahaha ..., aku becanda, bukannya kata Momy aku harus memanggilmu adik?" ujar Auraf santai dan sedikit mencubit pipi Mexty.
__ADS_1
“Auraf!!!" seru Mexty kesal.
“Hahaha, kenapa kamu sangat lucu." ujar Auraf tertawa puas.
“Baby Mexty!" seru seseorang langsung menghampiri Mexty.
“Kenapa Uncle yang jemput Mexty?” tanya Mexty cemberut.
“Mama lagi sibuk, jadi Mama minta Uncle jemput Mexty sama dedek Auraf." ujarnya.
“Tapi Mexty tidak mau pulang sama dia!" seru Mexty kesal.
“Tidak boleh begitu sayang." ujar Raihan lembut.
“Yeay, aku dijemput Paman ganteng! Paman, kalau besar nanti nikah sama Dedek ya?" seru Auraf kegirangan memeluk lengan Raihan.
Raihan yang mendengar hal itu, dia hanya bisa cengo.
Ya ampun, kenapa ada bocah lebih parah dari Atika? batin Raihan menderita.
“Tapi Paman sudah punya pacar." ujar Raihan lembut.
“Dasar cewek genit!" umpat Mexty mencibir.
“Kamu sudah datang?" tanya seseorang yang baru datang, dan dia yang tidak lain adalah Audira.
Raihan pun mendongakkan kepalanya, dan tersenyum. “Tentu saja, apa aku akan membiarkan anak-anak pulang sendirian." ujar Raihan lembut.
“Cih, dasar modus!" seru Mexty mencibirnya.
“Haua, pacar Paman ternyata Bu guru cantik?" seru Auraf kesal.
“Hah?" Audira terkejut mendengar ucapan dari Auraf. “Rai, apa yang kamu katakan?"
“Sudahlah, kita pulang saja." ajak Raihan mengalihkan pandangannya.
“Uncle, Mexty ingin ke rumah ayah!"
__ADS_1
“Baiklah.”
****
Sedangkan dirumah sakit, seorang gadis berusia 19 tahun, kini berbaring lemah diatas brankar, dia adalah Anita.
“Kau butuh sesuatu?" tanya seorang pemuda disampingnya, yang tengah mengenakan Jaz dokter.
“Tidak, terima kasih dokter Qinzy.” ujar Anita lirih.
“Tidak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf. Ini memang tugasku." ujarnya lembut.
“Aku benar-benar minta maaf soal yang kemarin." ujarnya Anita lirih.
“Aku baik-baik saja, tapi mengapa kamu menghindar darinya? Apakah dia mantanmu?” tanya dokter Qinzy.
Anita terdiam, dan mengalihkan pandangannya, dia tidak tahu apa yang harus ia katakan, tapi ia tidak ingin melihat Raihan mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya.
“Tidak apa-apa, karena sahabatku mencintainya, dan dia lebih baik dariku.” ujar Anita lirih.
“Ku harap kamu tidak akan pernah menjadi lilin kecil itu." ujar dokter Qinzy menunjuk pada lilin mati di atas nakas.
“Maksudmu?”
Dokter Qinzy hanya bisa tersenyum tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari Anita. Lalu menggenggam tangan Anita.
“Maksudku, janganlah terbakar demi orang lain, tapi jadilah dirimu sendiri seperti air yang tenang, mengikuti alur aliran demi aliran yang tiada ujungnya, jadi kamu harus berusaha untukmu sendiri, mengerti?"
Anita pun terharu mendengar ucapannya, dan meneteskan air matanya.
Kenapa kamu baru hadir dalam hidupku? batin Anita.
TBC
Maaf, dalam cerita ini tidak terlalu fokus sama tokoh utama seorang yaak 🙈Nanti part selanjutnya ketemu lagi kok sama keluarga gaje 🙈
__ADS_1
(Mampir di novelnya author yang ini yaak 😍, tapi ingat ini novel remaja 🙈)