
Happy Readers 😍Like 💗 Komen 💗
.
.
.
.
Senja sore pun telah tiba, Mexty yang sedari tadi berada di rumah Raka dan bermain bersama Atika. Jangan tanyakan di mana Raka, karena dia masih berada di kantornya.
Rumah yang awalnya rapi dan bersih, kini terlihat seperti kapal pecah. Yang mana bantal sofa biasanya ada di tempat kini sudah berada di lantai, bahkan sampah sisa makanan pun berada di atas meja dan tidak beraturan sehingga ada sebagian yang jatuh. Siapa pelakunya? So pasti Atika dan Mexty bermain kejar-kejaran dari ujung sana sampai ujung sini. Sungguh rumah Raka sekarang kayaknya kandang ayam yang tidak pernah di rawat.
“Bibi ... !!!Tangkap Mexty!!” Seru Mexty sambil berlari menuju pintu keluar.
“Hah hah...” Atika masih mengatur nafasnya karena sudah kelelahan. “Mexty awas saja kau!!!” Teriak Atika kembali mengejar Mexty. Tetapi pada akhirnya ia menabrak seseorang.
Bughh ...
Atika memegang keningnya karena terasa sakit dan begitu juga dengan hidungnya.
“Awwhh ...” Ia merintih kesakitan, dan masih menunduk, akan tetapi pandangannya tertuju pada sepasang sepatu yang ia kenal. Kemudian ia mendongakkan kepalanya, seperti yang ia duga bahwa ia sudah mendapatkan tatapan maut dari sepasang mata rajawali miliknya. Dia yang tak lain adalah Raka.
Raka yang emosinya sudah memuncak ketika Atika menabraknya, di tambah ruang tamu yang begitu acak-acakan dan di penuhi sampah lebih tepatnya bagaikan kandang ayam.
“Atika!!!!! Mextiiiiiiii!!!” Teriak Raka menggelegar di setiap sudut.
__ADS_1
Di kejauhan Mexty hanya bisa menahan tawanya, sedangkan Atika menundukkan kepalanya di hadapan Raka. Sungguh ia tidak ingin melihat wajahnya Raka yang sedang marah.
“Atika! Kamu bukan anak kecil lagi!! Bersihkan semuanya!!!” Hardik Raka lalu pergi.
“Dan kamu lagi!!! Kenapa tidak ikut sama dengan Papa mu itu!!” Hardik Raka kesal.
“Mexty tidak punya Papa!!!” Bentak Mexty membuat Raka terpaku. Saat ia melihat wajah Mexty yang sendu membuat Raka tidak tega, dan ia pun berjongkok di hadapan Mexty.
“Maafkan ayah, Ayah tidak bermaksud memarahi mexty.” Ujar Raka lembut seraya mengelus rambutnya Mexty. “Apakah Mexty marah sama Papa?” Sambungnya. Mexty pun mengangguk kepalanya.
“Kenapa harus marah?”
“Karena Papa bikin Mama nangis terus!!” Bentak Mexty
“Mana dong Mexty ayah yang pemberani?” Ucap Raka lembut, dan mencoba menenangkan Mexty. “Masih ingat tidak? Tujuan Mexty ikut ayah kemari?” Sambungnya.
“Yeah itu masih ingat, Jadi harus semangat dong, gak boleh lemah.” Tutur Raka memberikan semangat kepada Mexty.
“Lalu ... Apakah Mexty harus meretas sistem perusahaan Papa sebagai hukumannya?” Tutur Mexty dengan wajah polosnya. Raka yang mendengarkan seperti itu hanya bisa mengedipkan mata berkali-kali karena bingung. Soalnya dia tidak pernah mengajari Mexty meretas sistem, siapa yang mengajarinya? itulah pertanyaan Raka kali ini.
“Siapa yang mengajarimu tentang meretas?” Tanya Raka pemasaran
“Ayah?” Ujar Mexty kegirangan
“Hah??” Seketika pikiran Raka buntu, bisa-bisa Mexty berkata seperti itu, padahal dirinya tidak pernah mengajarkan sama sekali.
“Tapi ayah tidak pernah mengajarimu meretas sistem”
__ADS_1
“Tapu Mexty tau tentang IT dari ayah.”
“Atika mau juga dong!!” Celetuk Atika tiba-tiba di tengah-tengah pembicaraan mereka.
Raka pun menoleh ke arah Atika dengan tatapan sadisnya.
“Apa kamu sudah membersihkannya?!” Hardik Raka pada Atika.
“Kenapa harus Atika?!! Padahal Mexty juga ikutan huh!!” Ucap Atika kesal lalu pergi menuju kamarnya.
“Haisshh ... Dasar bocah!” Celetuk Raka, sambil menepuk jidatnya saat melihat tingkah laku Atika yang kekanak-kanakan.
“Ayah! Kenapa ayah tidak menikah saja di Bibi!” Ujar Mexty
”Mexty sayang ... Paman masih belum bisa menikah.” Ujarnya lembut
“Apakah Ayah masih mencintai bibi Agata?” Selidik Mexty, karena ia tau siapa Agata itu.
“Bukan seperti itu ... Hanya saja ayah tidak ingin saja.”
“Baiklah. Mexty pergi mandi dulu, Mexty sayang ayah emmuuuuaaachh.” Ujar Mexty lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Raka.
“Goodboy!”
🥀🥀🥀🥀🥀
TBC
__ADS_1