Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 91 ~ Let's make a Baby


__ADS_3

Happy Reading


.


.


.


Pada sore hari, Raka pun datang ke kampus untuk menjemput Atika dan mengantarnya pulang. Setelah sampai di sekolah ia menunggunya di depan kampus.


Sepuluh menit kemudian, Atika masih belum datang dan menemuinya, sehingga ia meraih ponselnya.


Tut ...,


Tut ...,


“Halo Paman,” suara cempreng dari seberang membuat Raka menjauhkan ponsel dari telinganya.


“Astaga Atika, aku sudah menunggumu di depan kampus? Kau di mana sekarang?" tanya Raka sedikit kesal.


“Hehehe ..., maaf Paman, Atika masih di atap gedung kampus, lagi Selfi sama teman baru.


“Ya ampun Atika!! Cepat turun!!”


“Iya iya, tunggu sebentar!” seru Atika langsung mematikan ponselnya.


Raka pun dengan sabar menunggu Atika datang menghampiri, karena ia masih ada urusan setelah itu.


Sepuluh menit kemudian, Atika pun langsung masuk ke dalam mobil Raka dengan wajah cengengesan.


“Hehehe, maaf ya Paman, tadi aku lagi selfi sama teman," cerocos Atika berusaha untuk menjelaskannya.

__ADS_1


“Hemm, kau lapar?" tanya Raka dengan nada datar.


Atika yang terkejut karena suara Raka yang tiba-tiba terdengar datar olehnya, sehingga hal itu ia mengira bahwa Raka sedang marah.


“Paman masih marah sama Atika?" tanya Atika sambil cemberut.


“Heh, siapa yang marah? aku tidak marah kok, ya udah sekarang mau makan apa?” tanya Raka lembut.


“Aku mau makan masakan Paman!" seru Atika kegirangan sambil mengedipkan matanya.


“Baiklah kalau begitu.” Raka pun tersenyum.


****


Rania baru pulang dari butik dan merebahkan tubuhnya diatas sofa, tidak lama kemudian suara cempreng menggelegar di setiap sudut rumah.


“Mamaaaa!” teriaknya kegirangan dari kejauhan.


“Hai kakak!" sapa seorang pemuda tampan berjalan menghampirinya.


“Ahh Raihan, ku kira siapa?” seru Rania membenarkan posisinya.


“Mama, tadi aku dengar Uncle Rai bilang sayang sama Bu guru cantik!" seru Mexty kegirangan.


“Bu guru cantik?” tanya Rania sambil melihat sang adik. “Raihan, kamu tidak melakukan hal yang aneh kan?” tanya Rania penasaran.


“Tidak kak, aku tidak melakukan hal yang aneh, hanya saja aku memanggilnya sayang, karena dia istriku,” ucap Raihan santai.


“Hah?! Kamu ini bisa-bisanya bilang anak orang istri kamu!” seru Rania sambil melempar bantal ke arah Raihan, tetapi Raihan menghindarinya, sampai pada akhirnya bantal tersebut mengenai seseorang yang baru saja pulang.


“Rania!!!” seru Zheihan kesal, baru saja pulang kerja sudah mendapatkan lempar bantal.

__ADS_1


Rania yang terkejut mendengar suara itu, ia pun berlari menghampiri Zheihan, “Hehehe, maaf.” ujar Rania menahan tawanya.


“Sudahlah, aku capek mau mandi,” ujar Zheihan mendahului Rania.


Tumben sekali dia seperti itu? Apa ada masalah di kantornya? batin Rania kebingungan melihat tingkah laku Zheihan.


“Mexty tidak ingin mandi? Atau mau makan?” tanya Rania lembut.


”Tidak, aku sudah kenyang!" seru Mexty sambil memainkan gamenya.


“Raihan, kau mau pulang atau masih ingin di sini?" tanya Rania pada Raihan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


“Aku masih ingin di sini, nanti kalau sudah bosan aku mau pulang,” ujar Raihan santai.


“Baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu," ujar Rania lembut.


Rania pun berjalan menaiki tangga, setelah sampai di depan kamarnya, ia pun membuka pintu secara perlahan, tiba-tiba Zheihan menariknya dari dalam dan memojokkan di dinding kamar, sehingga hal itu membuat Rania terkejut.


“Astaga Zheihan, kau bikin aku jantungan tahu!” seru Rania kesal.


“Sssstt, jangan teriak-teriak nanti mereka dengar,” bisik Zheihan.


“Kenapa?” tanya Rania bingung.


“Let's make a Baby,” bisik Zheihan di telinga Rania dengan suara seksinya.


TBC


Like dan komen 😍


NB: Maaf baru bisa update, karena Author sibuk UAS, habis itu baru sembuh 😁😁.

__ADS_1


__ADS_2