
Happy Readers
.
.
.
Zheihan mulai mengotak-atik komputernya untuk mencari informasi lebih luas tentang siapa yang meracuni Mexty. Karena ia mengira bahwa semuanya terlihat aneh dan mencurigakan.
Hingga pada akhirnya ia berhasil menemukan sebuah rekaman seseorang yang terlihat asing baginya. Berkali-kali ia memutar video tersebut bahkan sampai ia melihat wajahnya dengan jelas.
“Tunggu, kenapa orang ini tidak asing bagiku?” batin Zheihan terus menatap komputer tersebut.
Krekk
“Dady, ini sudah jam dua belas malam, apakah belum mengantuk?” tanya Rania lembut sambil menutup pintunya.
Zheihan yang awalnya fokus pada komputer, kini teralihkan pada Rania. Bukannya menjawab pertanyaannya Rania ia malah berbalik tanya padanya.
“Sayang, kok kamu belum tidur?” tanya Zheihan menatap wajah Rania.
“Aku belum mengantuk, soalnya kedua bocah itu membuatku pusing,” jelas Rania tersenyum manis, lalu duduk di kursi di hadapan Zheihan.
“Apa yang kamu selidiki?" tanya Rania santai.
“Tidak bukan apa-apa kok sayang,” jawab Zheihan santai dan menyembunyikan kebenarannya. Sebab, ia tidak ingin Rania mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Hemm, sudah selesai belum?” tanya Rania.
“Kenapa? Apakah kamu tidak bisa tidur tanpa diriku?” goda Zheihan.
__ADS_1
“Dihhh, bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kamu begadang Dady,” ujar Rania santai.
“Baiklah sayangku, kita tidur sekarang,” ucap Zheihan lembut lalu beranjak dari duduknya berjalan mendekati Rania.
Tanpa basa-basi ia pun langsung membopong tubuh Rania, sehingga membuat Rania sedikit menjerit karena terkejut, lalu ia pun mengeratkan pelukannya.
“Dady, bisa turunkan aku!” seru Rania cemberut.
Cup
Cup
Cup
Zheihan mengabaikan perkataan Rania, dan memilih memberikan bertubi-tubi ciuman singkat di wajah cantiknya.
“Sayang, kita buat dedek lagi ya?”
***
Kenapa aku harus merasakan hal ini? Kenapa aku harus berada diantara dua pilihan? batinnya.
Tak lama kemudian seseorang datang duduk di hadapannya.
“Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya lembut.
Anita pun hanya bisa tersenyum tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaannya.
“Katakan saja, aku akan mendengarkanmu,” ucapnya lembut dan ia tak lain adalah Qinzy.
“Tidak ada,” jawab Anita santai. Padahal dalam hatinya tak lagi menentu, yang mana ia mencintai pemuda di hadapannya ini. Tapi ia sadar, jikalau usianya tidak akan lama lagi.
__ADS_1
Kenapa aku harus seperti ini? Apakah aku tidak bisa bahagia? Qinzy, kenapa orang yang aku cintai itu kamu? Kenapa? batin Anita pilu, bahkan tak terasa air matanya sudah membasahi pipinya.
Tanpa ia sadari, Qinzy melihatnya lalu mendekatkan diri untuk menangkup wajahnya.
“Ada apa?” tanyanya selembut mungkin.
Anita hanya menggelengkan kepalanya.
“Katakan saja, aku akan mendengarkanmu, apa kau tidak percaya padaku?” tanya Qinzy lembut, ingin memaksa Anita bercerita, tapi ia tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
Anita pun menundukkan kepalanya sampai tak terasa air matanya mulai membasahi pipinya.
“Kenapa?” ucapnya lirih sambil menatap sendu wajah Qinzy.
“Ada apa denganmu? Katakan?!” tanya Qinzy sedikit khawatir.
“Aku ...,”
***
Tak ada yang tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, dibalik rahasia masih ada rahasia yang tersembunyi. Bahkan kehidupan seakan-akan menjadi peta umpet dalam perjalanan yang panjang.
Semua orang mengira bahwa ia sangat tenang dalam bertindak, bahkan terlihat santai. Namun, siapa sangka jika dirinya yang tenang sedang bertindak dalam diam.
Ya, dia adalah Zheihan, diam-diam bertindak dalam melakukan apapun, meskipun semua orang mengira bahwa dirinya yang dingin tapi baik hati. Tapi pernah mereka melihat sisi ganasnya? Pernah mereka melihat sifat asli dari seorang Zheihan? Jawabannya adalah tidak sedikit pun.
Lalu, Siapakah dia yang sebenarnya?
...TBC...
...Like dan Komen...
__ADS_1
NB: Maaf kalo alur membingungkan 🙂 dan dalam satu part terdapat 2Pov/3Pov 🥰