
Happy Reader 🤩
“Baiklah, Mexty minta maaf, dan cepat teleponkan ayah untuk!” ujarnya santai, lalu turun di atas kasur dengan santainya.
“Telepon saja sendiri!” Teriak Rania kesal.
Rania yang ingin mengejarnya tetapi di tahan oleh Zheihan, ia pun menoleh.
“Dan kamu!!!” Bentak Rania pada Zheihan.
“Aku sudah bilang tidak ingin bertemu denganmu lagi!!” Sambungnya.
“Rania ... tenangkan dirimu terlebih dahulu, aku tahu aku salah, aku minta maaf tapi ...” Zheihan masih belum selesai mengatakannya, Rania sudah lebih dulu memotong ucapannya.
“Aku bilang pergi!” Bentak Rania sekali lagi.
Zheihan pun turun dari atas kasur dan berdiri di belakang Rania, kemudian memeluknya erat dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundak Rania.
“Meskipun kamu mengusirku berkali-kali, aku tidak akan pergi.” ujarnya lirih.
“Bukannya kamu bilang akan menikah, maka pergilah!” ucap Rania dingin.
“Tapi aku mencintaimu, bukankah Mexty sangat mirip denganku?” bisik Zheihan di telinganya.
“Ta ... tapi dia putraku!!” ucapnya gagap.
“Benarkah? Tapi aku rasa di juga putraku?” ujarnya sedikit lirih, sambil membalikkan tubuh Rania menghadapnya.
__ADS_1
“Rania ... Bisakah kamu meninggalkan Raka demi diriku.” tuturnya lembut.
“Apa maksudmu?” tanya Rania tersentak kaget saat mendengar Zheihan memintanya untuk meninggalkan Raka.
Kenapa Rania harus meninggalkan Raka?
“Aku mohon ... pergilah denganku dan tinggalkan Raka.” Ucapnya terdengar sangat tulus.
“Maaf ... aku tidak bisa meninggalkannya.” Ujar Rania, lalu melepaskan tangan Zheihan di pelukannya.
“Tidak apa-apa, maaf, seharusnya aku tidak terlalu berharap banyak kamu bisa menerimaku lagi.” saut Zheihan, kemudian menundukkan kepalanya dan mundur selangkah lalu menghapus air matanya yang mulai mengalir di wajahnya.
Rania diam dan terpaku mendengar ucapan Zheihan. Ia tidak tega melihatnya terluka, tetapi ia benar-benar tidak bisa meninggalkan Raka.
Rania pun mencoba untuk mendekati Zheihan dan ingin mengusap sisa air matanya. Namun Zheihan terlebih dahulu menepisnya.
“Jangan sentuh aku!” hardik Zheihan. Membuat Rania mengurungkan niatnya dan mundur selangkah.
“Pergilah, aku tidak akan mengganggumu lagi.” ujarnya memotong perkataan Rania.
Rania pun meninggalkan Zheihan begitu saja, dadanya terasa sesak mendengar ucapannya, tapi bukankah ini semua yang ia inginkan, tapi mengapa hatinya begitu sakit.
Jelas, Rania menolak untuk meninggalkan Raka, karena Raka sendiri adalah kakaknya.
Zheihan ... aku harap kamu akan cepat menyadari dan mengetahui semuanya. Batinnya.
★★★★
__ADS_1
Atika yang merasa kesal karena ia diturunkan di tengah jalan oleh Raka. Bahkan ia tidak diberikan uang sepeser pun, membuat ia merasa lapar, tetapi ia harus menahannya.
Karena sudah tidak sanggup jalan lagi, jadi Atika duduk di trotoar menatap jalanan dengan wajah lesu dan dia benar-benar seperti gelandangnya.
Atika yang merasa kesal ia pun memaki-maki Raka sekenanya.
“Dasar paman pelit!! paman jahat!!! Atika benci paman!!”
Atika mencabik bibirnya dan memoyongkan ke depan. Sehingga ia pun menjadi pusat perhatian di saat orang berlalu lalang.
Tiba-tiba tanpa ia mengundang seseorang untuk menemaninya, kini datang seorang pemuda tampan yang sempurna duduk di sampingnya.
“Sejak kapan Adek Kakak jadi pengemis?" celetuknya santai.
Atika terkejut saat mendengar suara yang ia kenali, ia pun menoleh ke arahnya dan ternyata seorang pemuda tampan
“Haii ..." sapanya sambil melambaikan tangan.
“Hehehe ... Bang Alan, apa kabar?" saut Atika sambil cengengesan.
Pemuda itu adalah Alan Fatahillah, kakak kandungnya sendiri. Dia seorang pemuda yang mendalami dunia Entertainment. Dan sekarang ia sudah berhasil mendirikan perusahaan entertainment sendiri berkat kerja kerasnya. Dan kin.i ia menjadi seorang CEO entertainment Haxy
“Ngapain di sini? Mau jadi pengemis?" ujarnya ketus.
“Ihhh... kalo cuman mau marahin Atika mendingan Abang pulang sono!" ucap Atika kesal.
“Udah, gak usah galak-galak, nanti imutnya ilang loh." Alan mencoba menghibur sang adiknya.
__ADS_1
Atika masih saja cemberut. “Atika lapar kak," icapnya lirih dengan raut wajah memelas.
TBC