Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 38~ Rania Menghilang


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


Kedua bocah yang berusaha menyeret tubuh kekar Zheihan masuk ke dalam mobil, dan mereka yang tak lain adalah Mexty dan Atika.


“Kamu yakin mau menculik kakak ini?" tanya Atika penasaran.


“Kenapa tidak?" saut Mexty dingin.


“Kalau aku perhatikan dia mau menikah, lalu kenapa kamu mau menculiknya?"


“Aku tidak rela , jika Papa menikah lagi!!" teriak Mexty marah.


“Papa? Dia Papa kamu?" tanya Atika sekali lagi tidak percaya.


“Cepat pergi ke rumah ayah," ucap Mexty sedikit dingin.


“Baiklah," lagi-lagi Atika mengikutinya.


Bagaimana kabarnya Zheihan?


Zheihan yang sudah terbius kini hanya bisa menutup matanya, dan tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.


Berbeda di dalam gedung yang mana orang-orang yang sedang menunggu pengantin prianya tak kunjung datang. Sedangkan pengantin wanitanya sudah siap menunggu di pelaminan.

__ADS_1


“Di mana pengantin prianya?"


“Apakah pengantin prianya belum datang?"


“Aku sudah menunggu satu jam lebih."


Keluhan para tamu yang sudah bosan menunggu, begitu juga dengan pengantin wanitanya yang mulia gelisah karena pengantin prianya tidak datang.


“Papa, kenapa Mexty belum datang?" tanya Cantika pada tuan Arya.


“Papa juga tidak tau," ujarnya sedikit lirih.


Begitu juga dengan Nyonya Monica dan Tuan Max mulai kebingungan.


“Pa, kenapa Zheihan belum datang?" tanya Nyonya Monica pada suaminya.


“Mana aku tau Ma, lima menit yang lalu dia bilang sudah sampai." jelas Tuan Max.


“Kalau begini saya tidak akan datang," celetuk salah satu pengunjung dan pergi.


“Mendingan pulang saja,"


Hingga pada akhirnya pada tamu yang datang keluar dan tidak tersisa sama sekali kecuali mereka dan para pelayan.


****


Sesampainya di rumah Raka Mexty dan Atika meminta tukang kebun untuk membawa Zheihan masuk ke dalam kamar tamu.


“Sudah beres," celetuk Mexty, lalu keluar dari kamar tamu dan mengunci pintunya.

__ADS_1


“Mexty kamu yakin ingin mengunci pintunya?" tanya Atika sedikit khawatir.


“Iya tidak apa-apa hanya untuk beberapa jam saja,"


“Lalu bagaimana kalau dia lapar?"


“Tenang saja bibi, dia tidak akan mati kelaparan." ujar Mexty dingin, lalu ia berjalan duduk di sofa, kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


“Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jakauan". Mexty pun mencoba untuk yang kedua kalinya, karena ia tahu bahwa ibunya tidak pernah mengabaikan telpon darinya.


“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, coba hubungi lagi beberapa saat kemudian."


Panggilan kedua juga tidak terjawab, membuat Mexty gelisah dan gusar. Ia pun mencoba berkali-kali, akan tetapi hasilnya masih tetap sama.


“Mama cepat angkat teleponnya!" seru Mexty gelisah.


Bahkan ia sudah mengabaikan pertanyaan dari Atika.


“MAMA CEPAT ANGKAT!!!" teriak Mexty mulai gelisah saat panggilan yang ke sekian kalinya tidak di angkat. Kemudian ia pun beralih menelepon Raka.


“Halo Mexty ada apa?" tanya Raka dari seberang telepon.


“AYAH CEPAT LACAK MAMA!!" teriak Mexty mulai terisak.


“Mexty, apa maksudmu?" tanya Raka mulai penasaran.


“AKU SUDAH MENELPON MAMA LEBIH DARI SEPULUH KALI, TAPI MAMA TIDAK MENGANGKAT SATU PANGGILAN DARIKU!!" Teriak Mexty.


“APA?!" Raka terkejut dan bangun dari duduknya, membuat semua orang yang ada di ruangan ikut terkejut. Ia pun melambaikan tangannya menandakan bahwa mereka harus keluar.

__ADS_1


“AYAH!!! CEPAT LACAK PONSEL MAMA!!" teriak Mexty.


TBC


__ADS_2