Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 60~ Pelukan Hangat


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Mexty yang sudah pulang ke rumah, karena Rania dan Zheihan menjemput Mexty. Akan tetapi, sesampai di rumahnya, Mexty mengoceh tidak jelas seperti burung kenari setelah duduk di sofa ruang tamu.


“Papa, Mama, apakah kalian tahu? Tadi aku bertemu dengan gadis jelek, dan mengatakan kalau Mexty itu cantik, padahal aku bukan anak perempuan, apalagi dia selalu bikin Mexty kesal di sekolah, tapi untungnya tadi ada Bu guru cantik yang membantu Mexty, dan ...," celoteh Mexty panjang lebar tanpa henti, sehingga membuat Zheihan dan Rania ingin tertawa lepas. Tapi mereka takut akan mendapatkan amukan dari Mexty.


“Sayang, apa sudah berceramahnya?” tanya Zheihan.


“Papa!!! Mexty lagi kesal!! Pokoknya Mexty tidak mau sekolah lagi!!!” teriak Mexty kesal dan cemberut.


Zheihan pun berjalan mendekati Mexty dan menggendongnya.


“Mau ikut Papa pergi ke kantor?” tanya Zheihan lembut.


“Tidak!!! Pokoknya Mexty tidak mau sekolah!!" celetuk Mexty cemberut.


“Ya udah, nanti malam kita jalan-jalan gimana?” ujar Zheihan berusaha membujuk singa kecilnya.


“Tidak mau! Oiya, apa Papa sudah membuat adik untuk Mexty?” tanya Mexty seketika, dan berhasil membuat Rania dan Zheihan terbukam.


“Khemm, belum jadi sayang, karena itu butuh proses yang lama." tutur Zheihan lembut. “Dan Papa masih belum menikah dengan Mama, bagaimana jika Mama Rania meninggalkan Papa lagi hemm?" bisik Zheihan di telinga Mexty.


Rania yang melihat keduanya berbisik-bisik, membuat ia kesal.


“Apa yang kalian bicarakan?!!!" teriak Rania kesal.


Mexty dan Zheihan mendengar suara Rania yang begitu menakutkan, dan mereka hanya bisa cengengesan.

__ADS_1


“Tidak ada kok sayang, jangan marah-marah gitu dong." seru Zheihan berjalan mendekati Rania dan merangkul pinggangnya.


“Awas kalau menyembunyikan sesuatu dariku! Kalian berdua akan aku cincang!!" seru Rania cemberut.


“Papa!! Cepat antarkan Mexty ke rumah ayah!! Mexty tidak mau di cincang!!!" seru Mexty ketakutan, karena ia sangat takut jika mengingat Rania saat di penuhi oleh Amarah dan menjadi sangat ganas.


“Jangan ..., Mama minta maaf sudah menakuti sayangku, Mama janji tidak akan melakukannya pada Mexty, jangan pergi yaa?" ujar Rania sendu.


“Siap Mama!!” seru Mexty kegirangan.


“Mexty jaga Mama di rumah ya, Papa harus pergi ke kantor, karena ada rapat mendadak." tutur Zheihan sambil mengecup kening Mexty dengan lembut.


“Siap komandan!" seru Mexty mengangkat tangannya untuk hormat.


“Katanya tadi gak mau ke kantor?" tanya Rania lirih.


“Maaf sayang, aku harus pergi, sebentar kok, paling hanya tiga jam.” ujar Zheihan cengengesan.


“Itu namanya lama bodoh!" seru Mexty kesal.


“Tidak ada." jawab Mexty singkat.


“Dasar anak nakal!” seru Zheihan.


“Mexty nakal juga anak Papa!" saut Mexty tidak mau kalah.


Rania yang melihat keduanya beradu mulut sudah terbiasa, dan tidak tahu harus bagaimana.


“Sudaj jangan bertengkar, Zheihan, katanya mau pergi ke kantor?" seru Rania.


“Ya ampun sayang, aku hampir lupa.” seru Zheihan menepuk jidatnya.


“Itu tandanya Papa sudah pikun!” seru Mexty.


“Hussh, gak boleh gitu sayang.” ujar Rania, lalu mengambil alih menggendong Mexty.

__ADS_1


“Tuh dengerin kata Mama." seru Zheihan pada Mexty.


“Aku pergi dulu sayang, Cup." ujar Zheihan, lalu mengecup kening Rania dengan lembut.


“Mexty juga mau!" seru Mexty kegirangan.


“Baiklah pangeran, Cup, Cup." Zheihan pun memberikan bertubi-tubi kecupan manis di wajah mungil Mexty.


“Bye!" seru Zheihan, lalu meninggalkan keduanya.


****


Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 siang. Seorang pemuda yang berada di depan gerbang sekolah dengan menggunakan helm dan sepeda motor sport berwarna putih putih. Sehingga menjadi bahan perhatian semua siswa-siswi di sekolah tersebut.


“Eh buset keren banget njirr!"


“Sumpah, gue mimpi apa coba, bisa melihat pangeran ganteng!" sambung satunya.


“Btw, dia ngapain di sekolah kita?" tanya satunya lagi.


Semuanya berbisik-bisik membicarakannya, sampai pada akhirnya seorang gadis imut berjalan beriringan dengan siswa tampan membuat pemuda itu sedikit kesal.


Ia pun turun den menerobos kerumunan, lalu menarik tangan gadis itu, dan menyuruhnya naik. Gadis itu pun hanya mengikutinya.


Kemudian, pemuda itu pun menghidupkan mesin dan melajukan sepeda dengan kecepatan sedang.


“Paman!!! Kenapa pakai motor?!” tanya gadis itu sedikit berteriak, dan dia yang tidak lain adalah Atika.


“Jangan banyak bicara! Pegangan yang kuat!"


Atika yang mendapatkan peringatan seperti itu, dan ia tidak ingin menyia-nyiakannya, kemudian, ia pun memeluknya dengan erat.


Aish ... kenapa pelukannya hangat? batin Raka.


Like & Komen adalah penyemangat Author 🤩

__ADS_1


__ADS_2