
Semua orang tertawa lepas melihat Raka marah karena kesal. Yeah, karena Raka orangnya selalu dingin dan paling tidak bisa marah. Wajah tampan yang terlihat dingin berbalik menjadi wajah yang sangat menggemaskan bagaikan anak kecil yang sedang merajuk.
Atika yang menyadari hal itu, dia rasa juga ingin tertawa tetapi ia tahan dalam-dalam, karena suasananya lagi tidak mendukung untuknya.
Raka yang menyadari kelakuannya, ia pun melangkah pergi keluar. Atika yang melihat itu ia pun mengikuti Raka keluar dari belakang dan meninggalkan kumpulan mereka.
“Hei bocah!!! Istri kecilmu jangan di tinggal!!!" Teriak Tuan Jack's menahan tawanya. Itulah sikap Tuan Jack's, meskipun terlihat sangat tegas di juga orang yang suka bercanda.
“Baiklah. Aku pergi." Ujar Zhaif bangkit dari duduknya.
“Siapa yang menginginkanmu pergi!!" Hardik Tuan Jack's padanya. Zhaif yang mendengar hal ia pun berhenti dan berbalik.
“Papa ... Aku butuh istirahat" Ujarnya Santai.
“Duduk kamu!!" Dengan terpaksa ia pun duduk kembali.
“Berhentilah jadi Mafia dan menikahlah!?" Seru tuan Jack's berhasil membuat ia mendongakkan kepalanya.
“Bisakah Papa tidak mendesak ku untuk menikah!." Protesnya dengan nada sedikit meninggi
“Kamu ini suka membantah! Lihatlah umurmu hampir kepala tiga!!" Hardik Tuan Jack's, mengingatkan bahwa Zhaif sudah berusia 28 tahun.
“Dady ... Jadi dewa Krisna dong!" Celetuk Mexty di tengah-tengah pembicaraan mereka. Dan berhasil membuat semua orang yang ada di sana menghela nafas, dan begitu juga dengan Tuan Jack's yang mengusap wajahnya kasar karena frustasi.
“Sayang diamlah, kakekmu sedang marah." Ujar Rania memperingati Mexty.
“Oiya Rania, kamu jadi ikut Mama Pergi ke butik." Kini Nyonya Abelia angkat bicara.
“Jadi dong mah, Mexty juga ikut Mama gak?" Tanya Rania pada Mexty yang masih sibuk dengan gamenya.
__ADS_1
“Iya. Mexty ingin membelikan baju yang bagus untuk Mama!" Serunya penuh kegirangan.
“Memangnya Mexty punya uang?"
Mexty pun turun dari sofa lalu berjalan mendekati Tuan Jack's.
“Kakek!! Berikan aku satu kartu!" Seru Mexty bersemangat.
“Dasar bocil perampok!" Ujarnya sambil mengelus rambut Mexty, kemudian memberikan black card. “Ini untukmu."
“Terima kasih kakekku!" Seru Mexty.
“Cium kakek dulu dong." Pinta Tuan Jack's.
“Eummmmuuuuuaacchhh ... " Mexty memberikan ciuman di pipi kanan Tuan Jack's.
“Good boy!" Ujar Tuan Jack's, lalu memberikan kecupan di kening Mexty.
“Berikan Mexty uang Dady terlebih dahulu!" Ujar Mexty menjulurkan tangannya.
“Haishhh ... ini!" Zhaif pun memberikan 2 lembar berwarna merah pada Mexty.
“Tapi bo'ong!" Seru Mexty, kemudian berlari ke arah pintu.
“Hei bocah kembalikan uangku!!" Teriak Zhaif, karena ia tidak terima di bohongi oleh seorang bocah. “Hah ... Dasar bocah!" Gumamnya.
“Mama!! Nenek ayo pergi!" Seru Mexty laksana seorang pemimpin pasukan yang siap bertempur.
“Baiklah. Ayo pergi!"
__ADS_1
Mereka pun keluar dan meninggalkan Tuan Jack's dan Zhaif berdua.
“Bagaimana? Apa kamu sudah menyelidiki keberadaannya Codi?" Tanya Tuan Jack's langsung pada topik.
Sedangkan yang tadi hanyalah sebagian rencana mereka agar Rania dan Nyonya Abelia tidak mengetahui rencana mereka berdua.
“Iya, Beberapa hari lalu anak buah ku menemuka dia berada di Busan. Tetapi saat aku ingin menangkapnya tiba-tiba Raka menelpon ku, dan memberi tahu bahwa Rania dalam suasana hati yang buruk. Jadi sekarang kami masih mengawasi dari kejauhan. Agar tidak ketahuan oleh anak buahnya." Jelas Zhaif terperinci.
“Kerja bagus." Ujar Tuan Jack's. “Oiya ... bagaimana dengan Rose? Apa kau ingin menikahinya?"
“Papa!!! Rose itu Asisten Pribadiku!!"
“Papa tahu kamu tidak bisa melepaskannya. Jadi jangan pernah sia-siakan kesempatan, sebelum kamu kehilangannya."
“Baik."
.
.
.
.
.
TBC
Like 😍 komen 😍 Vote 😍 Hadiah 💗 Favorit
__ADS_1
Thank You 🥳