Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 39~ Keganasan Rania ~


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


.


“AYAH!!! CEPAT LACAK PONSEL MAMA!!" teriak Mexty.


“Mexty tenangkan dirimu terlebih dahulu, Ayah akan mencarinya," ucap Raka mencoba menenangkan Mexty, lalu memutuskan panggilan.


Raka yang juga di selimuti rasa khawatir, buru-buru ia Mengacak-acak rambutnya, kemudian beralih ke komputer.


satu menit kemudian ia sudah menemukan keberadaan Rania, ia pun menelpon Zhaif.


“Halo kak, Aku butuh bantuan mu," ucap Zheihan serius.


“Aih ... kamu baru saja menelpon ku, kenapa langsung serius seperti itu," tutur Zhaif dari seberang sedikit bercanda.


“KAKAK!!! AKU SERIUS!! SEKARANG AKU BUTUH BANTUAN MU!!" Bentak Raka marah.


“Baiklah cepat katakan."


“Cepat kamu kumpulkan beberapa orang menuju ke Jln. Mouse jalur tiga," ujar Raka.

__ADS_1


“Untuk apa?"


“Aku rasa Rania dalam bahaya, jadi cepat lakukan!" hardik Raka pada Zhaif.


“APA KAMU BILANG?! Rania dalam bahaya?"


“Iya." jawab Raka lalu mematikan ponselnya.


Kemudian ia pun berjalan menuju lift dan keluar dari gedung perusahaannya. Setelah itu ia pun mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi.


*****


Di sisi lain Rania yang baru saja keluar dari butiknya untuk segera pulang. Karena hari ini ia merasa tidak terlalu banyak pekerjaan, jadi ia berniat untuk menghabiskan waktu bersama dengan Mexty, namun di pertengahan perjalanan pulang ia melihat dari spion mobil ada mobil yang mengikutinya dari belakang.


Kenapa orang itu terus mengikutiku? batin Rania penasaran, dan perasaannya mulai tidak beraturan.


“Owh tidak, aku salah jalur." umpat Rania kesal sambil memukul setir mobilnya. Sekilas ia melirik ke arah spion mobil, dan mobil itu terus mengikutinya sampai pada akhirnya mendahului mobil Rania, sehingga Rania mengerem mendadak.


Lima orang berbadan kekar keluar dari dalam mobil yang menghadang Rania.


“Astaga, padahal aku tidak ingin berkelahi," Gumam Rania.


Sekelompok orang itu datang menghampiri mobilnya, bertepatan dengan ponselnya berdering.


Ia pun melihat nama yang tertera di layar ponsel, dan itu adalah sang buah hatinya. Namun, saat ini ia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, jadi ia pun mematikan ponselnya.


“CEPAT KELUAR!!!" hardik salah satu dari mereka sambil memukul pintu mobil.

__ADS_1


Rania pun keluar, sebelum keluar ia sudah mengambil senjata dan di sembunyikan di dalam sakunya.


“Cepat bawa dia!" Teriak salah satu dari mereka yang masih berada di samping mobilnya.


“Kalian ingin menangkap ku? Jangan bermimpi?" ucap Rania ketus.


“Hei dasar bocah, cepat ikut kami!" ucap si badan kekar lalu menarik tangan Rania dengan paksa, akan tetapi hal yang tidak terduga saat Rania menendang persendiannya di bagian lutut dengan keras membuat si badan kekar tersungkur di aspal. Kemudian ia melompat dan menendang bagian leher orang yang berada di sampingnya.


Rania pun berhasil lolos dari mereka, tetapi tidak sejauh yang di pikirkan saat orang-orang itu terus mengejarnya tanpa lelah.


“Cepat tangkap dia?!!"


Mereka mendekati Rania dengan senyuman yang meremehkan, akan tetapi Rania mengambil senjata yang ia sembunyikan di dalam sakunya, inilah cara satu-satunya ia bisa terlepas dari mereka.


“Sampai kapan pun kalian tidak akan bisa menangkap ku." ujar Rania tersenyum sinis, lalu ia mengarahkan senjata pada mereka, membidik dengan teliti seperti sedang mencari masangnya.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Kecepatan peluru yang di gunakan oleh Rania adalah 0,1 detik. sehingga dalam sekali tembakan mereka terluka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2