Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 58~ Aku bukan perempuan!!!


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Raka yang sedang fokus berkutat dengan komputernya, karena memang ia orang yang selalu bekerja keras. Namun, kemudian ada seseorang yang mengetuk pintunya.


Tok


Tok


Tok


Raka pun mengizinkan masuk ke dalam kantornya.


“Maaf, aku menggangu waktumu.” ucap orang tersebut. Membuat Raka mendongakkan kepalanya, karena ia baru mendengar suara itu.


Raka berpikir sejenak saat mendapati orang yang ada dihadapannya, dan menyunggingkan senyuman.


“Oiya, perkenalkan nama saya Alan Fatahillah,” ujarnya lembut.


Dengan senang hati, Raka pun membalas uluran tangannya itu. Kemudian mempersilahkan Alan duduk.


“Maaf, apa kita pernah bertemu? Karena aku merasa tidak asing denganmu.” ujar Raka lembut sambil menatap Alan.


“Presdir Raka, aku rasa anda sudah melupakan saya.” ujar Alan tersenyum.


“Yeah mungkin seperti itu, tapi aku tidak ingat.” tutur Raka.


“Permisi Tuan, ini kopi yang anda minta.” ujar sekertaris Raka.


“Terima kasih, kamu boleh pergi." ujar Raka.

__ADS_1


“Maaf Tuan, kalau boleh tahu anda berkepentingan apa datang ke sini?” tanya Raka sedikit santai.


Sedangkan Alan hanya bisa menyembunyikan senyuman dan ingin mengutuk dirinya.


“Saya ingin anda menjaga adik saya baik-baik.” ujar Alan sedikit serius.


Raka yang mendengar pernyataan darinya sedikit bingung dan tidak mengerti.


“Maksud anda?” tanya Raka serius.


“Presdir Raka yang terhormat dan baik hati, Atika yang di rumah anda itu adalah adik saya.” tutur Alan santai.


Raka yang mendengar penuturan seperti itu, dia hanya bisa terdiam dan terbukam. Namun, ia berusaha bersikap santai.


“Kalau begitu, bawa dia pulang.” tutur Raka datar.


”Apakah dia berbuat macam-macam dengan anda?” tanya Alan sedikit khawatir.


“Tidak ada,"


“Maaf Presdir Raka, adik saya tidak mau pulang, dia bilang ingin tinggal bersama anda. Dan saya sudah bilang pada bunda, kalau dia ada di rumah anda, tapi bunda akan menjemputnya di hari kelulusannya,” jelas Alan.


Raka yang tidak menyangka jika Atika adalah anak dari pengusaha sukses, dan maklum jika sifat Atika sedikit manja padanya. Di tambah, hatinya mulai bergerak ketika Atika selalu manja pada dirinya. Bahkan ia berusaha berbohong pada Atika, yang akan di jemput setelah satu bulan, akan tetapi ini jauh dari perkiraan.


“Baiklah Alan, aku akan menjaganya, katakan sama orang tuamu, dia akan baik-baik saja.” ujar Raka tersenyum manis.


“Terima kasih Presdir Raka, kalau begitu saya akan pergi sekarang." ujarnya lembut.


“Sama-sama.”


Mereka berdua pun saling berjabatan tangan, lalu setelah itu, Alan pergi keluar.


****


Zheihan yang membawa Rania ke apartemennya, kini ia sudah menidurkan tubuh Rania di atas kasur. Sedangkan dirinya berada diatas tubuh Rania.


Rania yang ketakutan apa yang akan dilakukan oleh Zheihan pada dirinya. Dia hanya bisa menatap wajah Zheihan dengan lekat.

__ADS_1


“Zheihan ... bisakah kamu bangun dari atas tubuhku?” pinta Rania dengan tatapan memohon.


“Tidak mau! Aku sudah janji pada Mexty sayang.” ujar Zheihan cemberut.


“ Yeah, tapi kan ... Mmmmph ...,” belum sempat Rania melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Zheihan langsung menciumnya begitu saja. Bahkan sedikit memberikan ******* lembut.


Rania yang awalnya membalas ciumannya itu, entah mengapa bayangan menyakitkan menghantui pikirannya. Sehingga kepalanya jadi sangat sakit karena bayangan itu dan ia pun memaksa melepas pagutannya.


“Zheihan ... Kepalaku sakit!!” seru Rania kesakitan.


Zheihan pun berpindah ke samping Rania dengan perasaan panik.


“Sayang, maafkan aku. Sayang katakan apa sangat sakit?" tanya Zheihan panik sambil memegang kepala Rania dengan kedua tangannya.


“Zheihan ..., sakitt!!" seru Rania kesakitan, sampai meneteskan air matanya.


“Sayang, tenangkan dirimu, semuanya akan baik-baik saja." ujar Zheihan cemas dan menarik Rania dalam pelukannya.


Rania ... maafkan aku. Seharusnya aku sadar kalau kita belum menikah, maaf ..., karena aku kamu mengingat kejadian malam yang buruk. Aku janji setelah kamu sembuh, kita akan menikah. batin Zheihan dan ia mencoba untuk menahan air matanya agar tidak menangis.


“Tiduarlah sayang, aku tidak akan kemana-mana.” ujar Zheihan menenangkan pikiran Rania.


“Kamu janji tidak akan pergi?” tanya Rania lirih.


“Iya janji.” ujar Zheihan, lalu memeluk tubuh Rania dengan erat.


*****


Di sekolah Mexty seperti orang bodoh yang tidak tahu akan kehidupan sekolah. Inilah alasannya kenapa dia tidak mau sekolah.


”Hei cantik!! Mau makan bersama?” tanya gadis mungil nan imut. Dia yang tidak lain adalah Auraf.


Mexty yang mendapatkan panggilan tersebut, membuat ia ingin marah dan berteriak.


“Aku bukan perempuan!!! Dan aku tidak cantik!!” teriak Mexty kesal.


.....

__ADS_1


**TBC


Maaf sedikit, karena author lagi gak enak badan jadi author usahain update 😍**.


__ADS_2