
Happy Readers 😍
.
.
.
Di sebuah ruangan yang sunyi dan sepi, ia masih termenung meratapi nasibnya, ia masih dalam keadaan bingung dan bimbang, padahal dalam hatinya ia sangat ingin bertemu dengan dirinya. Dia adalah Zhaif.
Meskipun ia sudah sampai dari kemarin, tetapi ia tidak melihat wajahnya sama sekali, karena gadis itu terus mengurung dirinya di dalam kamar dan tidak ingin menemuinya.
Tidak, aku tidak bisa seperti ini, batinnya.
Kemudian ia pun bangkit dari tempat duduknya, berjalan keluar dan menuju kamar yang tepat berada di sampingnya.
tok tok tok
Zhaif mencoba berkali-kali mengetuk pintunya agar cepat di buka.
Ceklek
Pintu pun terbuka, dapat ia lihat wajah sendu gadis cantik yang kini berasa dihadapannya.
“Boleh aku masuk?" tanya Zhaif pada gadis itu.
“Masuklah."
Zhaif pun masuk ke dalam kamar gadis itu, dan gadis itu pun menutup pintunya kembali, sebenarnya ia tidak ingin mengizinkannya, entah mengapa hatinya menginginkan hal itu. Perasaan gugup memenuhi hatinya, ia sangat merindukan pemuda yang kini tengah duduk di sofa kamarnya, wajah yang tampan dan dingin bahkan terlihat tenang.
__ADS_1
Kenapa aku bisa terjatuh dalam jebakan ini, batin gadis itu berusaha untuk tidak menangis. Kemudian ia pun ikut duduk dihadapannya.
“Ada apa kau datang kemari?" tanyanya datar.
“Apa tidak boleh?" sautnya acuh dan tidak acuh.
“Apa misinya selesai?" tanya Zhaif dingin.
“Iya." jawabnya singkat.
“Lalu kenapa kamu inginkan sekarang?"
“Bolehkah aku pergi?"
“Apa itu yang kamu inginkan sekarang?" tanya Zhaif sedikit kesal, dan menyimpan seribu amarahnya.
“Iya." jawab gadis itu singkat.
“Kenapa?" tanya gadis itu penasaran. “Bolehkah aku tahu apa alasannya?" tanyanya sedikit ragu.
“Karena kamu tawanan ku,"
“Lalu apa aku tidak memiliki kebebasan? Apa aku tidak berhak untuk bahagia? Aku hanya meminta satu hal saja, bolehkah aku bebas?" ucapnya sambil menahan amarahnya di hatinya.
“Roselle aku harap kamu tidak melanggar aturan," seru Zhaif lalu bangkit dari duduknya dan melangkah. Namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakkan dari Roselle.
“Zhaif, aku tahu aku tawananmu!! Lalu apakah kamu pernah berpikir bahwa aku bahagia selama ini!! Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku?? Tidak kan?! Aku sudah menjadi tawananmu sejak enam tahun lalu! Bukankah kamu yang memintaku untuk melakukan semua pekerjaan mu?! Sampai aku tidak bisa melanjutkan kuliahku, itu semua karena mu!! Aku ingin sekali egois! Tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya semua itu karena aku mengikuti peraturan mu! Apakah kamu peduli bahwa aku hampir mati karena tertembak saat menjalani semua misi bodoh mu itu!! Tidak pernah!!" teriak Roselle penuh amarah, ia merasa tenang telah mengeluarkan semuanya yang pernah ia pendam selama beberapa tahun terakhir.
“Aku hanya ingin bahagia, memiliki keluarga yang sempurna," ucapnya irih.
__ADS_1
Zhaif menghentikan langkahnya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, hatinya juga merasa sesak mendengar ucapan Roselle. Zhaif pun menghela nafas panjang, lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah mendekati Roselle.
“Maaf," ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya. “Maaf, jika selama ini aku membuatmu tertekan, mungkin ini saatnya aku melepaskanmu, jadi, pergilah, aku tidak akan pernah melarang mu lagi," ujarnya lembut.
Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita, aku yang telah membuatmu terluka, sekarang aku akan berusaha merelakan kamu pergi, meskipun aku tidak ingin kamu meninggalkan aku, karena aku di matamu adalah orang yang kejam, batinnya.
“Pergilah, aku akan melepaskanmu mulai saat ini," tuturnya lirih, sambil mengusap rambut Roselle tanpa menatap wajahnya.
“Tapi aku ..." saat Roselle hendak mengatakan sesuatu, Zhaif memotongnya terlebih dahulu.
”Anggap saja ini adalah perintah yang terakhir dariku, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi, bangunlah keluarga yang kamu impikan, jangan khawatir aku akan meminta Yoga untuk mentransfer uangmu setiap bulannya." tutur Zhaif panjang lebar, lalu pergi meninggalkan Roselle yang masih terpaku dengan perkataannya.
Zhaif, bukan ini yang aku mau, bukan. Aku hanya ingin berada di sisimu tanpa ada tekanan. Aku hanya ingin kamu melihat cintaku.
Roselle yang melihat Zhaif menghilang dari pandangannya, kini tak terasa air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.
*****
“Rania sayangku, cintaku, manisku, kamu lagi masak apa?" tanya Zheihan lembut sambil memeluk tubuh Rania dari belakang.
“Zhei, bisakah kamu melepaskan pelukannya? Aku sedang masak loh," celetuk Rania kesal.
“Gak mau," ujar Zheihan dengan nada manja.
🍒🍒🍒🍒🍒
Zheihan mulai bucin wlekkk
Bagi-bagi like dong??🙏 author memohon nih 🤣🤭
__ADS_1
Yang belum like part sebelumnya, Like dulu lah 🙄
TBC**