
Happy Readers 😘
.
.
.
Raka yang diam cukup lama, karena bingung mau menjawab apa, bahkan ia tidak tahu apa ia sanggup meninggalkan gadis manjanya itu.
“Kak, aku bertanya padamu, apa kau akan meninggalkan Atika?” tanya Rania sekali lagi, sambil melambaikan tangannya di depan wajah Raka.
“Mungkin, ini yang terbaik untuk dia,” jawab Raka singkat dan tersenyum manis.
“Tapi Kakak tahu kan, kalau Atika sangat mencintai kakak, apakah kakak akan menghilangkan harapan besarnya begitu saja?” tanya Rania lembut.
“Jangan bahas itu sekarang,” kilahnya. “Aku kesini hanya ingin mengingatkan kamu saja, jangan ulangi lagi, mengerti?” ucap Raka lembut.
“Baiklah, aku tidak akan melakukannya, kecuali ada seseorang yang bikin aku emosi,” tutur Rania sedikit santai, tapi dalam hati ia memaki seseorang.
“Rania, tahan emosi kamu, jangan sampai perbuatanmu akan mengakibatkan suatu yang fatal,” jelas Raka sekali lagi.
“Iya, iya, tapi aku kan anak dari Tuan Cody, sang Mafia,” ucapnya bangga.
“Astaga Rania, karena Papa kamu itu laki-laki, dan kau itu perempuan!” ujar Raka geram.
“Apa bedanya, jika aku memang hebat seperti Papa,” sahutnya sekali lagi bangga.
“Terserah kau sajalah,” ujar Raka pasrah. “Aku ingin bertemu Mexty,” sambungnya.
“Berarti, Kakak jemput dia di sekolah,” ucap Rania tersenyum manis.
__ADS_1
“Hah, apakah kau tidak ingin menjemput dia?”
“Tidak, karena dia sudah aku pasrahkan pada Raihan,” tutur Rania sangat santai dan berjalan mendekati kursi untuk duduk.
“Kau membiarkan bocah itu menjaga Mexty? Haisshh, dia saja sering bolak-balik ke Amrik,” jelas Raka.
“Tapi ini masih tanggal sepuluh, dia kan akan ke LN kalau udah tanggal lima belas,” sahut Rania tidak mau mengalah.
“Akhh, sudahlah. Bicara denganmu tidak jelas," ujar Raka lembut.
“Ya sudah pergi sana, huess!”
“Rania!”
***
Zheihan yang merasa aneh dengan apa yang terjadi hari ini, yang mana sistem keamanannya bisa diretas oleh seseorang. Padahal, ia sudah mengontrol dengan kuat, bahkan banyak hacker yang ingin menghancurkan perusahaannya, tapi tidak pernah berhasil, kecuali seseorang yang pernah meretasnya satu tahun yang lalu, dan sekarang datang lagi, Zheihan yang memikirkan hal itu membuat ia semakin !
Hahh, kenapa aku merasa ada yang janggal? Apakah orang yang satu tahun lalu muncul lagi? batin Zheihan.
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu dari seberang sana, dengan cepat Zheihan memerintahkan untuk masuk.
“Masuk!”
Tidak lama kemudian, seseorang pun masuk ke dalam ruangan Zheihan, sambil tersenyum puas. Dengan percaya diri ia berjalan mendekati meja kerja Zheihan sambil membawa berkas di tangannya, dan tas kecil. Seulas senyum licik terlihat jelas di bibirnya, tapi sayangnya Zheihan tidak melihat senyuman itu.
Bahkan, tanpa persetujuan dari Zheihan ia duduk di sofa begitu saja, sedangkan Zheihan masih memejamkan matanya karena sedikit pusing dan bingung.
Zheihan pun menghela nafas, lalu membuka matanya. Betapa terkejutnya saat ia melihat sosok wanita yang tak ingin ia temui untuk kali ini.
__ADS_1
“Kau?! Untuk apa kau kemari?” tanya Zheihan sinis padanya.
“Zheihan, Zheihan. Kenapa kau terlihat ketakutan melihatku?” tanya wanita itu tersenyum lebar.
“Tidak ada, cepat katakan apa yang kamu mau?!”
“Kenapa terburu-buru, bukannya kita masih miliki waktu yang cukup banyak?”
“Cantika, aku tidak butuh basa-basi darimu!” hardik Zheihan kesal. Bagaimana bisa wanita itu muncul lagi.
“Astaga Zheihan, apakah Raniamu itu tidak memberimu jatah semalam?” ucapnya santai dan tersenyum sinis.
“Keluar kau!”
“Hei, aku di sini adalah tamu,” ucapnya sok lembut dan santai.
Zheihan yang mulai kesal dengan Cantika, ia pun meraih ponselnya dan menelpon seseorang
“Kemari dan bawa wanita ini keluar!”
“Siap Tuan.”
“Zheihan! Kenapa kau memanggil seseorang?” tanya Cantika kesal dan berusaha untuk mendekati Zheihan. Akan tetapi, Zheihan lebih dulu bangun dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Bagaimana Cantika bisa kemari! geram Zheihan memukul dinding.
TBC
Like dan Komen 🤩
Buat yang udah bantu like dan komen, terima kasih banyak yak 🙂. Dan buat kalian yang cuman mampir author juga berterima kasih :v.
__ADS_1