Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 72 ~ Rindu Sekonyong Koter


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


Sepulang dari Bandara, Rania pun kembali masuk ke butik untuk menyelesaikan pesanan dan design gaun pengantin yang dipesan oleh keluarga Rockefeller. Yeah, selama ini Rania terus menjalankan butik tersebut dengan baik.


“Maaf mbak, saya ijin pulang duluan boleh?" tanya Anita pada Rania sedikit ragu dan menundukkan kepalanya.


Rania pun mendongakkan kepalanya, melihat Anita yang sedikit heran. Tiba-tiba pikirannya teringat saat Anita menceritakan tentangnya bertemu dengan sang adiknya.


“Boleh, kamu harus menjaga kesehatanmu, karena aku liat akhir-akhir ini wajahmu pucat." ujar Rania lembut.


“Terima kasih Mbak, kalau begitu aku pamit dulu.” Anita pun melangkahkan kakinya menuju pintu. Akan tetapi, baru selangkah Rania mengatakan sesuatu dan membuat ia menghentikan langkahnya.


“Apakah kamu tidak ingin bertemu dengan Raihan? Dia sudah kembali kemarin, aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian, tapi aku harap kamu bisa jujur pada hatimu sendiri. Temui dia, sebelum dia kembali." ucap Rania lembut, lalu beranjak dari duduknya.


Anita yang mendengar pernyataan seperti itu, ia pun hanya bisa diam dan membisu, ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan disisa hidupnya.


“Tidak apa-apa mbak, saya bukan siapa-siapa bagi Tuan Raihan." ujar Anita tersenyum manis.


“Kau yakin tidak menyesalinya?" tanya Rania sambil menepuk pundaknya.


“Saya ...," ucapan Anita terpotong, tatkala ia mendengar suara yang sangat familiar baginya.


“Kakak!!" seru orang itu masuk kedalam ruangan Rania dengan langkah santai.


“Maaf Mbak, kalau begitu aku pergi dulu." ujar Anita menundukkan kepalanya, lalu pergi begitu saja.


Raihan yang baru sampai, ia pun merasa ada yang aneh dengan gadis yang barusan. Namun, ia tidak terlalu jelas melihatnya, karena ia lebih fokus melihat kearah Rania.


“Siapa dia Kak?" tanya Raihan penasaran.


Rania yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, ia pun terdiam sejenak.


Apakah aku bertanya pada padanya tentang Anita?


Rania yang terbawa oleh lamunannya, sehingga ia tidak menyadari bahwa Raihan melambaikan tangannya didepan wajahnya.


“Kak, Kakak, hello!!” seru Raihan kemudian lalu mencubit hidung Rania.


“Awhh ..., dasar adek tidak tahu diri!" celetuk Rania seketika, saat tersadar dari lamunannya.


“Makanya jangan bengong!" celetuk Raihan. “Sampai-sampai aku bertanya tidak dijawab.” ujar Raihan lalu duduk di sofa.


“Maaf, tadi Kakak sedikit bingung, Oiya kamu kenal sama Anita? Katanya dia tahu Kakak dari kamu?" tanya Rania pada Raihan.

__ADS_1


Raihan yang awalnya duduk ia pun beranjak dari duduknya, lalu menghampiri Rania dan meletakkan tangannya di bahu Rania.


“Kakak bilang yang barusan Anita?!" tanya Raihan sedikit bersemangat.


“Iya, dia bilang mengenalmu, apakah diantara kalian terjadi sesuatu?” tanya Rania penasaran.


“Raihan jawab nanti kak, aku harus mengejarnya!" seru Rania berlari keluar dari ruangan Rania.


Kenapa kehidupan ini seperti puzzle, yang mana harus merangkai satu persatu sampai tersusun sempurna, seperti kehidupanku yang aku jalani selama ini. Apakah Zheihan sudah sampai di Swiss? Kenapa dia tidak menghubungiku? batin Rania cemberut.


****


Sedangkan Raihan yang mengejar Anita sampai diparkiran, ia tidak menemukan siapapun, kemudian ia pun melihat ke sekeliling sampai ia menemukan seseorang yang sedang berdiri di tepi jalan, ia pun dengan cepat berlari menghampirinya.


Kini ia pun berada tepat di belakang Anita “Anita!" serunya lirih.


Anita yang mendengar suara itu, ia pun menoleh seketika.


“Raihan." ucapnya tidak percaya.


“Kemana saja kau selama ini? Kenapa kamu menghilang dariku?" tanyanya sedikit lembut, lalu mengangkat tangannya untuk mengusap wajahnya.


“Aku tidak kemana-mana." ujarnya lembut, lalu menepiskan tangan Raihan dari pipinya.


“Maaf, aku harus pergi." ujarnya lalu berbalik.


Greebb


“Aku tidak tahu, kenapa kamu dulu menolak ku, dan kamu menghilang begitu saja, sampai aku tidak menemukan keberadaan mu, dan sekarang kamu ingin pergi dariku?” tutur Raihan dan masih memeluk tubuh Anita dengan lembut.


Maaf, aku pergi karena aku tahu, bahwa sahabatku mencintaimu, dan aku tidak ingin melihatnya sedih, karena dia adalah seorang malaikat yang lembut, dan aku tahu bahwa kalian menjalin hubungan secara diam-diam sekarang, batin Atika.


Anita yang hanya bisa berada dalam pelukannya, tanpa ada niatan untuk membalas pelukannya.


“Bisakah kamu melepaskan pelukannya?" ujar Anita lembut.


Raihan pun melepaskan pelukannya, dan menangkup wajah Anita. “Kenapa wajahmu pucat?" tanya Raihan sedikit khawatir.


“Tidak apa-apa, tolong jaga sikapmu, sebentar lagi kekasihku akan tiba." ujar Anita lembut dan tersenyum, dan itu adalah dustanya.


Deg,


Detak jantung Raihan terhenti sejenak mendengar penuturan dari Anita.


“Kau ...,” belum sempat Raihan melanjutkan perkataannya, tiba-tiba ada mobil sport berwarna hitam berhenti di depan mereka.


“Apakah kau sudah menunggu lama?" tanya seorang pemuda yang keluar dari dalam mobil tersebut, dan menghampiri Anita dengan tatapan khawatir. Ia terlihat sangat tampan dan menawan, bahkan bisa ditebak bahwa dia sudah berusia 27 tahun.


“Apakah dia?" tanya Raihan masih tidak percaya.

__ADS_1


“Iya." ujar Anita lembut. “Maaf, kalau begitu kita pergi dulu, jaga kesehatanmu." sambungnya.


“Mau pulang sekarang?" tanya pemuda itu lembut.


Anita pun mengangguk, dan meninggalkan Raihan yang masih terpaku. Setelah sampai di dalam mobil, Anita pun menatap Raihan dengan sendu, jelas ia tidak ingin pergi dan meninggalkannya lagi, namun siapa sangka jika takdirnya tidak seberuntung yang dia harapkan.


“Dokter Qinzy terima kasih, dan maaf karena tadi aku sempat mengatakan bahwa kamu adalah kekasihku padanya." ujar Anita lirih.


“Tidak apa-apa, kita ke rumah sakit sekarang." ujarnya lembut dan mengusap rambut Anita.


****


Kota Bern, Swiss 16:00 Pm (Indonesia - Swiss selisih 6jam)


Zheihan yang baru sampai disebuah Apartementnya yang sudah ia pesan semalam. Dan ia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu mengambil ponselnya. Dan mencari kontak seseorang yang ia rindukan.


Istriku 😍


Tut ...📲, Tut ...📲, Tut ...📲.


“Halo," sapa Rania dengan suara lirihnya dari seberaang sana.


Ya ampun, suaranya kenapa terdengar sangat sexy, batin Zheihan.


“Halo sayangku, apakah aku mengganggu istirahatmu?" tanya Zheihan lembut, lalu mengalihkan panggilannya menjadi video call. Sehingga satu detik kemudian menampakan wajah cantik Rania dilayar kaca ponselnya.


Akhh!! kenapa dia sangat sexy, aku jadi Tidka sabar ingin memakannya, huhh ..., kalau begitu aku pengen cepat-cepat pulang, pengen aku halalin, batin Zheihan.


“Sebenarnya aku sudah tidur, karena aku menunggumu menelpon tapi tidak kunjung menelponku." ujar Rania cengengesan, sebenarnya ia masih belum tidur karena menemani Mexty.


“Bukannya sekarang aku sudah menghubungimu." ujar Zheihan sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Ihhh, kenapa jadi genit?" ujar Rania berusaha tidak tergoda, walaupun jantungnya sudah berdisko.


“Sayang, dimana Baby Mexty?" tanya Zheihan merindukan suara putra kecilnya yang nakal.


“Kenapa?" tanya Rania penasaran sambil menoleh ke belakang (Tentunya ada si bocah kecil yang sedang asik bermain game 😌).


“Aku merindukannya, karena sehari aku merasa tidak bertemu dengannya.” ujar Zheihan lembut dan terus menerus memandang wajah Rania.


“Rindu Sekonyong Koter!" seru Mexty dengan suara cemprengnya, hal itu membuat Rania tertawa terbahak-bahak, sedangkan Zheihan terlihat kesal.


“Hahahah ...,” Rania tertawa terbahak-bahak.


“Mexty!!!” seru Zheihan kesal.


Dasar bocah nakal!! Apa dia tidak pernah merindukanku? umpat Zheihan kesal.


*Dah lah author capek 😌, ini 1k kata yaak, jadi author minta likenya😍*

__ADS_1


TBC😍


__ADS_2