Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 36 ~ Mama janji? (Mexty)


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


.


“Dia paman yang kamu maksud?” tanya Alan.


“Iya.”


Raka yang mendengar namanya di panggil ia pun menoleh, ia melihat Atika yang begitu akrab dengan pemuda di sampingnya, membuatnya merasa tidak suka.


Siapa laki-laki yang bersamanya? Gumamnya dalam hati.


“Akhirnya Paman datang juga hehehe ...” ucap Atika cengengesan,


“Aku hanya takut jadi tersangka kalau kamu hilang,” sahutnya dingin, dan terus menatap tidak suka pada pemuda di samping Atika, karena Atika yang terus merangkul lengan pemuda itu.


“Wah ... Paman memang yang terbaik!” seru Atika kegirangan. Berbeda dengan Alan yang merasakan suhu dingin menjalar di seluruh tubuhnya.


“Atika, kamu bilang di lebih muda dariku? Tapi kenapa aku rasa di lebih tua di bandingkan aku?” bisik Alan pada Atika.


Atika pun tertawa lepas mendengar penuturan sang kakaknya.


“Kamu mau di sini atau mau pulang?!” ucap Raka dingin.


“Pulang,” serunya. “Kalau begitu Atika pergi dulu ya Abang ganteng emmuach ...” ujar Atika lalu mencium pipi kanan Alan.


“Aishh ... Dasar bocah,” seru Alan, kemudian mendaratkan kecupan di kening Atika.

__ADS_1


“Ya udah baik-baik ya,”


“Siap!”


Raka mengepal kuat tangan, saat melihat keduanya bermesraan di hadapannya, karena kesal ia pun menarik tangan Atika. Sedangkan Atika yang polos hanya mengikutinya, sambil melambaikan tangan pada sang kakak.


“Paman, tangan Atika sakit.” seru Atika saat tangannya di genggam kuat.


Raka pun melepaskan tangannya.


“Maaf, seharusnya aku tidak kasar barusan,” ujar Raka, lalu menundukkan kepalanya dan meniup tangan mungil milik Atika.


Atika yang merasakan jantungnya mulai jedag-jedug tidak beraturan. Ia memerhatikan wajah Raka yang sedang meniupi tangannya.


Kenapa paman sangat tampan, dan romantis!!! Batin Atika kegirangan,


“Apakah masih sakit?” Raka mendongakkan kepalanya untuk bertanya, akan tetapi hal itu membuat keduanya saling bertatapan.


Atika pun menggelengkan kepalanya.


“Paman, kita naik motor?”


“Kamu tidak suka?”


“suka.”


Raka pun naik ke atas sepeda dan Atika pun menyusul duduk di belakangnya. Kemudian tanpa diminta oleh Raka, ia melingkarkan tangannya diperut Raka dengan erat dan menempelkan kepala di pundak Raka.


Hangat, batin Raka.


***


Beberapa hari kemudian, Rania dan Zheihan pun tidak saling bertemu. Membuat Rania sedikit tenang, apalagi ia di sibukkan dengan butik, karena Nyonya Abelia memberikan butik itu padanya.

__ADS_1


“Mama!! Apa hari ini mau pergi ke butik?” seru Mexty saat meletakkan makanan di atas meja makan.”


“Apa Mexty ingin ikut?” tanya Rania lembut, sambil mengelus kepalanya.


“Tidak bukan begitu, tapi Mexty punya firasat buruk.” Tuturnya lirih.


Rania pun berjongkok di hadapan putranya.


“Kenapa anak Mama bilang seperti itu?”


“Apa Papa akan menikah lagi hari ini?” tanya Mexty lirih, Rania hanya menganggukkan.


“Kalau begitu Mama tidak boleh pergi!” hardik Mexty, lalu menundukkan kepalanya.


“Hei ... Kenapa? Mama hanya ingin bekerja.” tutur Rania lembut dan berusaha tersenyum.


“Mexty takut ada orang yang ingin melukai Mama,”


“Tenang saja, Mama bisa melawan mereka, Mama bisa bela diri Mexty.”


“Kalau begitu Mexty ikut mama saja!”


“Tidak sayang, kamu pergi temui bibi Atika saja.”


“Tapi Mama janji tidak akan terluka demi Mexty,” ucapnya sangat lirih.


Membuat Rania ingin meneteskan air matanya, tetapi itu tidak mungkin.


“Baiklah, Mama janji.” Rania pun mengecup kening Mexty lembut.


“Ayo kita sarapan, sebentar lagi Mama akan mengantarmu bertemu bibi Atika." ucap Rania lembut.


“Baiklah."

__ADS_1


TBC


Author masih mempersiapkan adegan yang menegangkan part selanjutnya 🤩**.


__ADS_2