Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 108 ~ I Love You


__ADS_3

Happy Reader 😍


.


.


.


Raihan perlahan mendekati Audira dan berdiri dihadapannya. Sedangkan Audira hanya mencoba untuk tersenyum sebisa mungkin, meskipun kini dadanya terasa sesak saat melihat keduanya berpelukan begitu saja di depan matanya. Ingin marah, tapi tidak tahu harus marah pada siapa, sedangkan ia sadari bahwa hubungannya dulu adalah berawal dari keterpaksaan.


“Kenapa kau ada di sini?” tanya Raihan lembut.


“Aku menjenguk Mexty,” ujarnya lembut.


Raihan mengangguk mengerti, ia tidak tau mau berbicara apalagi, hatinya yang sedang bingung tak tau apa yang harus ia lakukan.


“Eummm, aku akan pindah rumah bulan depan,” ujar Audira tiba-tiba membuat Raihan terkejut dan menatapnya.


“Kemana?”


“Kamu tidak perlu tahu, tapi tenang saja. Aku akan baik-baik saja kok,” ucap Audira lembut.


“Tidak boleh!” seru Raihan tidak rela jika ia harus ditinggalkan oleh gadis itu.


“Kenapa? Ini hidupku, lalu untuk apa kau melarangku?” tanya Audira berusaha sabar.


Tanpa basa-basi lagi, Raihan meraih tangan Audira dan memeluknya dengan erat.


“Jangan tinggalkan aku,” bisiknya lembut.


Audira hanya diam dan membisu, tidak tau harus bagaimana, hatinya yang hancur bahkan kini dadanya terasa sesak nafas.

__ADS_1


“Raihan, kau yang tidak bisa mencintaiku, kau pikir aku ini apa?” ucapnya mulai terisak.


“Tidak lagi, untuk saat ini aku ingin mencintaimu, jadi tolong jangan pergi,” ucapnya lembut sambil memeluk tubuh mungil Audira dengan erat.


“Aku capek mendengar perkataanmu yang selalu seperti itu, tapi kamu tidak benar-benar mencintaiku,” ujar Audira lembut.


“Tidak, aku ingin bersamamu,” ucapnya lirih.


***


Zheihan kembali sambil membawa makanan, lalu duduk di sofa. Sedangkan mexty berada dipangkuan Rania.


“Mama, Mexty ingin pulang,” ujar Mexty cemberut.


“Gak boleh!” seru Zheihan santai.


“Papa, mexty udah baik-baik saja, jadi boleh ya?” ucap Mexty memohon.


“Sudah jangan banyak bicara, kita makan lebih dulu,” ujar Rania lembut.


Mereka pun mulai menikmati hidangannya, bahkan tidak ada yang berbicara sedikitpun. Berbeda dengan Mexty yang terus mengumpat dalam hatinya. Berharap ia bisa pulang daripada di rumah sakit. Bahkan ekspresi mewakili dirinya bahwa ia tidak bersemangat.


“Ada apa dengan ekspresimu?” tanya Zheihan saat mulai menyadarinya.


“Aku ingin pulang," seru Mexty cemberut.


“Baiklah, habis ini kita pulang,” ujarnya lembut berhasil membuat Mexty kegiatan.


“Makasih Papa!” seru Mexty dan memberikan kecupan di pipi Zheihan.


“Iya sama-sama.”

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di rumah, Rania pun membawa Mexty masuk ke dalam kamarnya.


“Ma, Mexty mengantuk,” ujarnya lirih.


“Ya udah, anak Mama yang baik, sekarang tidur ya?” ucap Rania lembut sambil memakaikan selimut pada tubuh mungilnya.


“Selamat tidur siang sayangku,” ucapnya lembut lalu mencium kening Mexty.


Setelah selesai mengurus Mexty, ia berjalan menemui Zheihan di ruang kerjanya.


“Zheihan, apa kamu sudah tahu siapa yang membuat Mexty keracunan?” tanya Rania lembut sambil menutup pintu.


Zheihan hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian beranjak bangun dari tempat duduknya menghampiri Rania. Tanpa basa-basi lagi, Zheihan langsung memeluk dan menyambar bibir seksi milik Rania.


Sedangkan Rania yang mendapatkan serangan mendadak, ia hanya bisa membelalakkan matanya karena terkejut. Bahkan ia tidak membalas pangutan darinya. Sehingga pada akhirnya Zheihan melepaskan pangutannya dan mengusap bibir basah Rania karena ulahnya.


“Kok gak dibalas?” tanya Zheihan sedikit kecewa.


“Aku kaget loh, tiba-tiba kamu menciumku begitu saja,” ujar Rania malu dan wajahnya mulai bersemu merah.


“Kenapa? Apakah jantungmu berdetak kencang? Sayang, ayolah kita sudah satu tahun, kenapa harus malu?” ucap Zheihan berbisik di telinga Rania, sedangkan tangannya mulai beraksi.


“Hei, jangan lakukan, Mexty ada di sini!” seru Rania mulai panas dingin.


“Sayang, dia baru saja tidur, dan tidak akan bangun okay, sekarang kita mencoba di sini,” bisik Zheihan sekali lagi.


Kemudian, ia mengendong Rania ala koala dan mendudukkan diri di sofa, sedangkan Rania berada di pangkuannya dan tanpa basa-basi lagi ia mulai mencium Rania. Setelah ia puas menikmati bibir seksinya, ia pun turun ke leher dan menciptakan kissmark.


“I Love You,” bisik Zheihan lembut.


......TBC......

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Komen yaak 🙂...


NB: Maaf baru bisa lanjut ngetik, soalnya habis sakit dan sibuk di reallife 🥰 semoga kalian masih suka yaak sama ceritanya.


__ADS_2