
Happy Readers 😍
.
.
.
“Rania sayangku, cintaku, manisku, kamu lagi masak apa?" tanya Zheihan lembut sambil memeluk tubuh Rania dari belakang.
“Zhei, bisakah kamu melepaskan pelukannya? Aku sedang masak loh," celetuk Rania kesal.
“Gak mau," ujar Zheihan dengan nada manja.
“Zheihan, lepaskan pelukannya, nanti masakannya aku gosong,” seru Rania kesal.
“Baiklah sayangku ... cup,” ujarnya sambil memberikan sebuah kecupan manis di kening Rania.
Rania pun kembali fokus memasak, kemudian ia menyiapkan makanan di ruang makan. Sedangkan Zheihan terus memerhatikan Rania yang begitu serius mengerjakannya, bahkan terlihat seperti seorang istri sungguhan. Meskipun kenyataannya ia mereka belum menikah.
Zheihan berjalan mendekati Rania dan lagi-lagi menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.
“Sayang, jangan terlalu serius dong, di sini masih ada aku," ujar Zheihan cemberut.
“Yeah kan aku lagi nyiapin sarapan.” saut Rania santai. “Jadi pliss lepasin pelukannya dulu.” pinta Rania.
Zheihan pun menggelengkan kepalanya, dan semakin mengeratkan pelukannya.
“Oiya Zhei, sayangku kok belum pulang?” tanya Rania pada Zheihan, karena sejak kemarin ia tidak melihat kehadirannya Mexty.
“Sudah biarin, si bocah memang seperti itu,” ujar Zheihan sambil menyisikan rambut Rania ke belakang.
“Tapi aku kangen sama sayangku,” ujar Rania sambil memoyongkan bibirnya.
“Kenapa sih, kamu panggil si bocah sayangku, kalau sama aku kok gak gitu.” protes Renzo pada Rania.
“Yeah kan dia memang sayangku,” ujar Rania.
Zheihan pun mendekatkan wajahnya untuk mendaratkan ciuman di wajah Rania.
Satu detik
__ADS_1
Dua detik
Tiga detik
empat detik
Lima detik dan ...
“Mama!!! Papa!! Mexty pulang!!”
suara cempreng Mexty berhasil membuat Zheihan mengehentikan aksinya, dan menoleh ke arah sumber suara yang sudah ia kenali.
“Mama!! Papa!!” teriak Mexty sekali lagi.
Rania yang sudah merasa bahagia karena Mexty datang, dengan cepat ia mendorong tubuh Zheihan menjauh darinya.
Rania pun berlari menuju ruang tamu dan meninggalkan Zheihan begitu saja.
Dasar bocah tidak tahu waktu!! umpat Zheihan sedikit kesal. Lalu ia pun berjalan menyusul Rania.
Rania yang sudah tidak tahan dan sangat merindukan sosok malaikat kecilnya, meskipun ia masih dalam keadaan lupa ingatan.
“Sayangku!!” seru Rania, dan membawa tubuh mungil Mexty kedalam pelukannya.
Tetapi hal itu membuat Mexty segera lari dari pelukan Rania, sebab dia paling tidak suka di cium sembarangan.
“Mama hentikan!!” teriak Mexty sambil mengusap wajahnya. “Mexty tidak suka!” ujarnya sedikit kesal.
Akan tetapi hal itu membuat Rania semakin gemas melihat putranya. Kemudian ia pun mencubit pipi Mexty gemas.
“Mama!!” teriak Mexty sekali lagi.
“Hahaha ... sayangku sangat lucu,” ujar Rania sambil mengusap lembut rambut Mexty.
Berbeda dengan seseorang yang tengah bersandar pada dinding, ia sedikit iri melihat keduanya begitu mesra.
“ Hei! bocah! kenapa kamu datang kemari?!” tanya Zheihan sedikit kesal.
“Huh ... Apa hubungannya dengan Papa, Mexty hanya merindukan Mama, wlekkk!” saut Mexty santai, lalu menjulurkan lidahnya pada Zheihan.
“Kamu!!” seru Zheihan geram.
__ADS_1
“Sudahlah, ayo kita makan,” ajak Rania.
“Baiklah,” ujar Zheihan pasrah.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan, dan duduk di kursi yang sudah tersedia di sana. Zheihan masih menatap wajah Mexty sedikit kesal, karena ia harus menunda bermesraan dengan Rania.
“Siapa yang mengantarmu?” tanya Zheihan sedikit kesal.
“Ayah, kenapa? Papa ingin bertemu ayah?” tanya Mexty.
“Kenapa tidak ikut dia saja.” ujar Zheihan.
“Ayah selalu bermesraan dengan bibi, aku jadi tidak tahan melihatnya.” ucap Mexty berbohong, bukan itu alasan yang sebenernya, akan tetapi ia tidak ingin membiarkan Zheihan dekat dengan Rania.
“Hah??” seketika Zheihan pun bingung, lalu menatap ke arah Rania. Tetapi Rania terlihat santai dan tersenyum manis.
“Cepat makan!” seru Rania.
Zheihan pun menurutinya dan menyantap makanan dengan lahap, sesekali ia melirik ke arah Mexty.
“Apa Papa tidak pernah melihat pria tampan seperti ku?” celetuk Mexty membuat Rania ingin tertawa.
“Hei! Kamu masih bocah bodoh!” seru Zheihan.
“Kalau aku bodoh, bagaimana aku bisa Menculik Papa saat hari pernikahan.” ujar Mexty begitu santai.
Zheihan pun kembali menghela nafas, tetapi ia sedikit merasa suhunya mulai dingin, dengan hati-hati ia menoleh ke arah Rania dan ...
Deg ...
Detak jantungnya berhenti berdetak sejenak, saat ia mendapatkan tatapan yang mengerikan dari Rania. Ia sudah tidak dapat menebak apa yang akan terjadi, karena Rania yang sekarang tidak ingat apapun tentang pernikahan.
“Kamu selingkuh dari aku?” tanya Rania dingin.
“Bukan begitu sayang, dengarkan aku, Mexty ...,” belum sempat Zheihan menjelaskannya, Rania lebih dulu memotong perkataannya.
“Kalau mau nikah lagi, ya sudah pergi sana!” teriak Rania kesal.
Zheihan pun mengusap wajahnya kasar, lalu ia melirik ke arah Mexty, akan tetapi sudah tidak menemukan bocah itu di sampingnya.
Mexty!!!! umpat Zheihan kesal.
__ADS_1
TBC.
Maaf Author baru Lanjutin, soalnya dari kemarin revisi ulang bab awal 😁, bukan berarti authornya gak mau update yaa, sekali lagi author mohon maaf lahir dan batin 🤗🤗