Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
Part 118 ~ Diandra Gautama


__ADS_3

Happy Reader 🥰


Seperti hari biasa, Rania berangkat ke butik, tetapi ia merasa kalau seseorang sedang mengikutinya dari belakang. Sesekali ia melirik ke arah spion mobil, tapi ia tidak menemukan apapun kecuali mobil asing berada di belakangnya.


“Kenapa aku merasa ada seseorang yang mengikutiku?” batin Rania.


Namun, ia berusaha fokus mengemudi sampai ia berada diparkiran butik. Meskipun ia merasa aman sampai di butik, ia masih saja merasa aneh dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Apalagi ia mendapatkan teror pertama kalinya dan beberapa hari lalu diserang oleh sekelompok orang.


Pikiran Rania mulai kacau dan tak beraturan, hingga ia tidak sadar menabrak salah satu pengunjung di butiknya.


“Awwh ...,” seru orang itu.


Rania spontan memegang pundaknya. “Maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Rania tanpa melihat siapa yang sedang ia tubruk.


“Tidak apa-apa, kau tidak perlu panik,” ujar wanita itu dengan lembut.


“Anisa!” seru Rania dan langsung memeluknya dengan erat.


“Heyy, jangan terlalu erat memelukku, kau bisa membunuhku," seru Anisa menahan sesak.


Rania pun langsung melepaskannya. “Maaf cantik, aku hanya merindukanmu, kenapa kau selalu cantik, huaa Anisaku makin cantik!” seru Rania kegirangan dan sekali lagi ia memeluknya dengan erat.


“Kak Rania, lepaskan aku.”


“Maaf, aku refleks, ternyata gadis kecilku semakin cantik!” Lagi-lagi Rania terus memujinya tanpa henti.


“Eh tunggu dulu, kau tau tempatku bekerja di sini dari siapa?” tanya Rania penasaran.


“Kak Malvin." Anisa pun menoleh dan menunjuk seseorang yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


“Owhh, iyaa iya aku mengerti. Oiya, apa kau ingin ku buatkan gamis yang cantik?”


“Eh tidak kak, tidak! Aku kesini hanya melihat beberapa drees untuk ulang tahun sodaraku," tolaknya.


“Hei tidak boleh seperti itu, aku kan kakakmu, jadi habis ini kau ikut denganku untuk mengukurnya.”


“Tapi kak ...,”


“Stttt ....” Rania meletakkan jari telunjuknya di bibir Anisa.


***


Cantika yang merasa bersalah pada pemuda yang terlihat masih berusia 19 tahun, tetapi ia sudah melakukan kesalahan terhadapnya. Ia mulai frustasi karena nanti ia akan terkena masalah jika Alvina dan bos-nya mengetahui apa yang ia lakukan.


Sedangkan bocah itu masih duduk santai di sofa dan menunggu reaksi darinya. Bahkan, ia tidak merasa ternistakan, melainkan ia terlihat senang.


“Aku? Seharusnya aku yang meminta pertanggung jawaban darimu," sahutnya.


“Hah? Apaa?!" seru Cantika terkejut.


“Aku minta pertanggungjawaban darimu,” ucapnya dengan santai.


“Huhhh dasar bocil, baiklah berikan aku rekeningmu, aku akan memberikanmu uang,” ujarnya.


Pemuda itu pun tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya menghampiri Cantika.


“Kau tadi memanggilku bocil? Bukankah kau juga yang memohon padaku semalam?” bisik pemuda itu di telinga Cantika, sehingga membuat dirinya terdiam dan menelan ludah.


Bocah itu menahan tawanya, karena apa yang dia katakan semuanya adalah bohong. Ia menatap mata Cantika yang terlihat polos saat ini, membuatnya geram dan gemas.

__ADS_1


Cup


“Itu hadiah dariku, jangan melamun, nanti kau kerasukan, sekali lagi jangan panggil aku bocil, umurku sudah dua puluh tujuh tahun,” bisiknya sekali lagi.


“Hahh?!"


“Panggil aku Alan,” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


***


Zheihan yang bari saja selesai meeting bersama rekan-rekannya, yang membahas tentang pembangunan proyek yang sudah ditandatanganinya. Ia pun kembali ke ruang kerjanya, tetapi ia bertemu dengan seorang yang membuatnya muak.


“Pergi kau dari ruanganku!” seru Zheihan dengan kesal.


“Hei, kita baru saja bertemu, apa kau tidak merindukanku?" tanya wanita itu dengan lembut.


“Aku bilang keluar dari ruanganku!”


“Zheihan, kita sudah lama tidak bertemu, bukankah kita ...,”


“Diandra Gautama, yang terhormat sekali lagi aku bilang keluar!” seru Zheihan melempar vas bunga yang ada di atas meja dan untungnya tidak mengenai wanita itu.


“Okay baiklah.”


Siapakah wanita itu?? Simak kelanjutannya hanya di sini 🥰 terima kasih buat kalian yang udh mampir, maaf ya author baru bisa update lagi 🤗


See you next part


TBC

__ADS_1


__ADS_2