
Happy Readers 😍
.
.
.
.
"Mexty... Apa kau masih ingin ikut dengan Uncle?" tanya Zheihan tiba-tiba membuat Mexty tidak tega meninggalkan Mamanya sendirian.
"Tidak. Aku ingin dengan bibi jelek saja. Uncle terlalu sibuk. Biarkan aku mencari ibuku bersama bibi saja. Lain kali aku akan bermain dengan Uncle bagaimana?" tutur Mexty dengan lembut sambil memainkan jarinya.
"Baiklah kalau begitu." ujar Zheihan masih berusaha untuk tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka, dengan hatinya yang sakit.
Perasaannya kini pun hancur bagaikan kepingan cermin yang tak bisa di kembalikan.
Begitu juga dengan Rania, setelah Zheihan melangkah menjauh dari hadapannya secara perlahan ia meneteskan air matanya. Sungguh ia tidak dapat mengatakan yang sebenarnya namun kenapa hatinya terasa lebih sakit dari pada sebelumnya.
Mexty dan Raka yang menyadari hal itu dengan cepat Mexty memeluk mamanya dengan erat dan begitu juga Raka.
"Mama tidak boleh menangis ..., Mexty akan selalu bersama mama." ucap Mexty lembut.
"Sudahlah jangan menangis ..., Kakak selalu ada dipihakmu, paham?" ujar Raka mencoba menenangkan sang adiknya.
Tidak ada yang menyadari bahwa dari kejauhan semuanya dilihat oleh Zheihan. Awalnya ia ingin pergi, tetapi ia teringat akan sesuatu dan lupa untuk memberikan barang milik Mexty yang tertinggal padanya, namun, hal yang tak terduga adalah Ia melihat segalanya.
Sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menemui Mexty kembali dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang hancur.
Sesampainya di dalam kantor Zheihan menghubungi orang kepercayaannya.
"Halo darma."
"Iya tuan bos ada apa?"
"Aku ingin kamu selidiki siapa Raka Cyril Wolverine dan apa hubungannya dengan Rania?"
"Maksudnya tuan bos adalah Rania Dernata?"
__ADS_1
"Iya."
"Baik tuan bo..."
Tut...
Zheihan pun mengakhiri panggilan sepihak. Kemudian ia menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya kembali.
Tak lama kemudian ia mendapatkan sebuah panggilan dengan nomor yang tidak ia kenal. Akan tetapi ia mencoba mengangkat telepon tersebut.
"Halo ...," Terdengar suara anak kecil yang tidak tau kenapa suara itu sangat menenangkan hatinya.
"Halo apakah ini Uncle Zheihan?" Tanya anak itu sehingga menyadarkan Zheihan dari lamunannya.
"Maaf ini siapa?"
"Uncle ini Mexty. Apakah Uncle sudah melupakannya?"
"Tidak. Uncle hanya kurang fokus hari ini."
"Kalau begitu minum Aqua Uncle, Karena kalau orang yang tidak fokus itu butuh asupan cairan Uncle." tutur Mexty dengan semangat dan hal itu membuat Zheihan ingin tertawa.
"Dari iklan di TV Uncle Hahahaha ...," jawab Mexty lalu tertawa lepas.
Begitu juga dengan Zheihan yang sudah tidak dapat menahan tawanya lagi akan tetapi tawanya terhenti tatkala mendengar suara seorang.
"Mexty sayang ..., apa yang kau lakukan di situ?" Suara seseorang memanggil Mexty dan tentunya terdengar oleh Zheihan, bahkan ia mengenali suara itu.
Rania ... batinnya
"Sebantar lagi Mah!" Jawab Mexty sambil berteriak sampai ia tidak menyadari bahwa panggilannya masih tersambung.
Mama? Kenapa Mexty memanggil Rania Mama? Ini benar-benar terdengar seperti..., batinnya.
Seketika ia tersadar dari lamunannya saat seseorang memanggilnya.
"Uncle! Mexty tutup dulu yaa Bye!!" teriak Mexty, lalu mematikan teleponnya.
"Mexty!" seru Zheihan, namun sudah terlambat padahal ia ingin menanyakan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
"Aneh? Padahal mereka tadi baru bertemu kenapa Mexty memanggil Rania Mama?" Ucapnya bermonolog sendiri padanya.
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu dari luar sana membuyarkan lamunannya sekali lagi.
"Masuk!" Titahnya
Dan orang itu pun masuk dengan hati-hati.
"Tuan Bos! Aku ingin bertanya padamu?" ucapnya basa-basi.
"Tanyakan!"
"Apa kamu benar-benar memiliki seorang anak diluar nikah?" tanyanya.
Deg...
Detak jantung Zheihan berhenti sejenak,Ia bingung dan tak tau ia harus jawab apa? Bahkan kehidupannya kini semakin hancur dan Ia merasa hidup di tengah-tengah ilusi yang tak terlihat.
Bayangan masa lalu menghantui pikirannya antara cinta dan harapan dalam hidupnya kini tak tau jatuh kepada siapa? Yang ia tau semuanya telah sirna.
"Zheihan! Aku bertanya kepadamu! Bukan memintamu untuk melamun!" Teriak orang itu sekenanya. Yeah dia adalah Ricky sahabatnya sendiri dan ia tidak rela jika Zheihan terus menerus hancur karena ke egoisannya.
"Ricky! Kau tau hidupku sudah hancur lima tahun lalu! Harapanku!Cintaku! semuanya tidak ada yang bisa aku percayai! Kau tau dia pergi meninggalkan aku!"
TBC
Like⚠️
Vote ⚠️
Komen⚠️
Favorit ⚠️
Hadiah ⚠️
Bye**!!!!
__ADS_1